Pada saat perjalanan menuju istana saya bertemu dengan seseorang laki-laki berpenampilan sedikit lebih tua dariku berambut pirang bermata biru langit. Dia adalah kakak laki-laki ku Justin Demiurgos, putra kedua Kekaisaran Albagard.
"Halo Edward"
"Halo kak Justin"
"Bagaimana kabarmu kudengar kamu dilatih oleh Sir Crowley apakah latihanmu lancar? "
"Terimakasih atas perhatian mu kak, latihannya lancar dan aku baik-baik saja"
"Oh bagus kalau begitu, sudah berapa teknik berpedang yang sudah kamu pelajari? "
"Maaf kak saya hanya bisa menguasai satu teknik juga belum sempurna"
Kataku sambil memasang ekspresi agak sedih.
"Tidak aku sudah menduganya bahkan aku menebak kamu tidak bisa menguasai satupun teknik yang diajari oleh Sir Crowley"
Justin menjawab dengan ekspresi mengejek.
"Edward, sungguh kamu tidak punya bakat untuk menjadi Ksatria lebih baik kamu mundur saja dari jalan ini dan beralih profesi menjadi petani hahahaha"
"Saya sudah memutuskan apa yang saya inginkan"
Saya sedikit kesal dengan ocehan tidak guna yang keluar dari mulutnya
"Maaf kak, tapi saya sedang buru-buru"
"Dasar tidak guna, kamu boleh lewat adikku dan hati hati jikalau Ayah marah ya hahahaa"
"Baiklah kalau begitu saya pamit duluan"
Saya menuju ke Istana utama dan tiba didepan pintu ruangan singgasana Sang Kaisar.
Shrrrreeeppppp DuuuMmn...
Pintu besar dibuka.
Seorang dengan aura yang mengintimidasi duduk di ruangan tersebut mata dingin menatap saya.
