Cherreads

Chapter 434 - Pengujian yang Berbahaya

Di pantai selatan H2700—

Kepanikan para pengunjung perlahan mulai mereda.

Jester, Zero, Lira, dan Arabels membantu mengevakuasi orang-orang menjauh dari garis pantai.

Namun suasana masih jauh dari tenang.

Di atas laut—

Pertarungan besar masih berlangsung.

Napstylea terus melesat di udara, menebas tentakel-tentakel gurita raksasa dengan pedang energinya.

Sementara jauh lebih tinggi—

Langit dipenuhi kilatan cahaya.

ZRAAAK!

Laser energi kembali ditembakkan.

Storm menghindarinya dengan cepat menggunakan Deathred, papan selancar terbang merah miliknya.

Ledakan cahaya menyebar di antara awan.

Arabels menatap langit dengan wajah penuh kecemasan.

"Storm…"

Tangannya sedikit mengepal.

Ia tahu Storm kuat.

Namun kali ini—

Storm bahkan tidak menggunakan armor Scarlet Skycrimson.

Itu membuatnya semakin khawatir.

Lira berdiri di sampingnya, ikut memandang ke atas.

"Pertarungan itu semakin besar…"

Zero yang berdiri tidak jauh dari mereka juga memperhatikan situasi di langit.

Tiba-tiba—

Arabels menyipitkan matanya.

Ada sesuatu yang aneh.

Ia memperhatikan tubuh Mecha raksasa yang melayang di atas awan itu dengan lebih teliti.

Di bagian dadanya—

Ada sebuah simbol.

Logo yang tidak asing.

Arabels sedikit membelalakkan matanya.

"Tidak mungkin…"

Zero menoleh.

"Apa yang kamu lihat Arabels?"

Arabels menunjuk ke arah Mecha itu.

"Lihat simbol di bagian dadanya."

Zero mengaktifkan lensa optik dari mata robotnya.

Sensor itu memperbesar gambar Mecha yang sedang bertarung dengan Storm.

Beberapa detik kemudian—

Zero juga terdiam.

"Itu logo X.A.R.A."

Lira tampak kaget.

"Markas kita?"

Arabels mengangguk pelan.

"Ya…"

Namun sebelum mereka sempat mengatakan apa-apa lagi—

Jam komunikasi di pergelangan tangan Zero tiba-tiba menyala.

BIP!

Sebuah hologram kecil muncul di udara.

Wajah seorang wanita muncul di sana.

Rambutnya agak berantakan, dan ekspresinya terlihat panik.

Ilmuwan utama X.A.R.A.

"Zero! Arabels! Lira!"

Violys berbicara cepat.

"Aku harus menjelaskan sesuatu!"

Zero langsung menatap hologram itu.

"Nyonya Violys… apa yang sedang anda lakukan?"

Violys tampak gugup.

"Aku yang mengendalikan Mecha itu!"

Arabels terkejut.

"Anda yang menyerang Storm?!"

Violys mengangguk cepat.

"Ya!"

Ia menghela napas sebentar sebelum melanjutkan.

"Ini bukan serangan sungguhan!"

"Ini pengujian!"

Zero mengerutkan kening.

"Pengujian?"

Violys menunjuk ke arah langit melalui kameranya.

"Itu adalah Mecha tempur baru yang baru saja selesai diaktifkan."

"Sumber dayanya baru saja terisi penuh."

Lira terlihat bingung.

"Lalu kenapa Storm yang Anda jadikan target?"

Violys menjawab tanpa ragu.

"Karena dia sangat kuat."

Arabels masih terlihat cemas.

Violys menjelaskan dengan cepat,

"Aku sudah melihat kemampuan Storm sebelumnya."

"Dia mampu menahan kekuatan luar biasa."

"Jika Mecha ini bisa bertahan melawan Storm…"

"Berarti sistem tempurnya berhasil."

Zero menghela napas panjang.

"Anda sadar ini hampir terlihat seperti Anda mencoba membunuhnya?"

Violys terlihat sedikit bersalah.

"Ya… mungkin aku terlalu bersemangat."

Ia menatap layar dengan serius.

"Tapi Storm pasti bisa menanganinya."

Di langit—

Laser lain kembali ditembakkan.

Storm melesat di antara awan, Deathred meninggalkan jejak merah di udara saat ia menghindari serangan itu.

Violys menatap layar dengan mata penuh fokus.

"Selain itu…"

Ia berkata pelan.

"Aku juga ingin melihat… seberapa kuat Storm sebenarnya."

More Chapters