Cherreads

Chapter 440 - Kembali ke Markas X.A.R.A

Pantai H2700 kembali sunyi.

Jejak pertempuran perlahan menghilang bersama ombak yang menyapu pasir. Potongan es terakhir dari kekuatan Storm mencair menjadi air laut yang dingin.

Langit cerah.

Namun suasana di antara mereka masih terasa tegang.

Aryes berdiri dengan santai, memandang cakrawala laut yang luas. Rambutnya tertiup angin, namun tatapannya terlihat jauh lebih serius dibanding sebelumnya.

Beberapa detik ia hanya diam.

Seolah sedang merasakan sesuatu.

Lalu Aryes menghela napas kecil.

"Sepertinya kita tidak bisa berlama-lama di sini."

Jester mengangkat alis.

"Kenapa? Pantai ini baru saja jadi tempat liburan."

Aryes tidak tertawa kali ini.

"Karena kita tidak sendirian."

Kalimat itu membuat Zero langsung menyilangkan tangan dengan waspada.

"Apa ada penonton lain?"

Napstylea sedikit menoleh ke arah laut dan tebing jauh di seberang.

Sensor miliknya sebenarnya sudah dimatikan sejak armor hilang, namun insting tempurnya masih tajam.

Aryes melanjutkan dengan nada tenang.

"Ada seseorang yang mengawasi kita."

Arabels terlihat sedikit terkejut.

"Sejak kapan dia?"

Aryes menjawab santai.

"Sejak beberapa menit lalu."

Ia menatap ke arah horizon, namun tidak menunjukkan lokasi pasti.

"Jaraknya cukup jauh… tapi kehadirannya jelas."

Storm yang sejak tadi diam akhirnya berbicara.

"Mungkin saja itu dari APH?"

Aryes mengangkat bahu.

"Bisa jadi."

"Bisa juga bukan."

Jester menghela napas panjang.

"Hari ini benar-benar ramai sekali."

Aryes lalu menoleh ke arah mereka semua.

"Bagaimanapun, aku tidak ingin pantai ini berubah jadi medan perang lagi."

Ia menunjuk ke arah langit.

"Lebih baik kita kembali ke markas X.A.R.A."

Zero mengangguk.

"Itu masuk akal."

Lira juga setuju.

"Kalau ada pihak lain yang mengamati, tempat terbuka seperti ini terlalu berbahaya."

Aryes kemudian menatap Storm.

"Bagaimana menurutmu?"

Beberapa detik Storm tidak menjawab.

Ia melihat sekeliling pantai.

Lalu menatap laut yang tenang.

Tempat ini memang bukan tempatnya.

Ia bahkan tidak pernah benar-benar berniat datang ke sini sejak awal.

Akhirnya Storm menghela napas kecil.

"Baiklah."

"Lagipula aku memang tidak biasa berada di sini."

Arabels sedikit tersenyum mendengar jawabannya.

Aryes menepuk tangannya sekali.

"Bagus. Keputusan yang cepat."

Ia kemudian menunjuk ke arah langit.

"Pesawat transport X.A.R.A akan tiba sebentar lagi."

Seolah menjawab ucapannya—

Siluet pesawat logam muncul dari kejauhan.

Mesin gravitasinya berdengung pelan saat mendekati pantai.

Jester menyeringai.

"Transportasi pribadi juga disiapkan ya."

Aryes tersenyum tipis.

"Tentu saja."

Pesawat itu mendarat perlahan di pasir.

Pintu samping terbuka.

Aryes berjalan lebih dulu menuju pesawat.

"Kalau kita ingin menghindari masalah berikutnya…"

Ia melirik ke arah cakrawala sekali lagi.

"Lebih baik kita bergerak sekarang."

Satu per satu mereka naik ke dalam pesawat.

Storm adalah yang terakhir.

Sebelum masuk, ia sempat berhenti sebentar.

Matanya menatap jauh ke arah horizon laut.

Beberapa detik.

Seolah merasakan sesuatu.

Namun akhirnya ia tetap masuk ke dalam pesawat.

Pintu menutup.

Mesin pesawat menyala.

WHOOOOSH!

Pesawat X.A.R.A terangkat dari pantai dan melesat menuju langit.

Sementara itu—

Jauh di cakrawala yang hampir tak terlihat…

Seseorang benar-benar sedang mengawasi mereka.

More Chapters