Cherreads

Chapter 449 - Aula yang Menunggu

Malam akhirnya tiba di markas X.A.R.A.

Langit di luar gedung tampak gelap dengan bintang-bintang yang mulai bermunculan. Lampu-lampu markas menyala terang, menerangi seluruh kompleks penelitian yang luas itu.

Di dalam aula utama markas—

Banyak orang sudah berkumpul.

Para ilmuwan, teknisi, peneliti, dan beberapa anggota tim lainnya duduk di kursi yang tersusun rapi menghadap ke panggung kecil di bagian depan ruangan.

Suasana cukup ramai.

Beberapa orang berbicara pelan sambil menunggu seseorang yang belum datang: Aryes Wilston.

Pemimpin markas X.A.R.A itu yang mengadakan rapat malam ini.

Di barisan tengah—

Storm duduk di salah satu kursi dengan tubuh sedikit bersandar ke belakang.

Ia terlihat sangat jenuh.

Matanya menatap ke arah depan aula dengan ekspresi datar.

Storm berbisik pelan.

"Kenapa rapat selalu lama dimulai…"

Di sampingnya, Arabels duduk dengan lebih rapi.

Ia sedikit tersenyum melihat Storm yang tampak tidak nyaman.

"Kamu tidak terbiasa dengan rapat, ya?"

Storm menghela napas kecil.

"Aku lebih terbiasa bertarung daripada duduk diam seperti ini."

Arabels tertawa kecil mendengarnya.

"Setidaknya coba bersabar."

Storm mengangguk pelan.

"Ya. Aku akan mencoba."

Beberapa kursi di dekat mereka ditempati oleh Zero, Lira, Jester, dan Napstylea.

Zero duduk dengan tangan menyilang seperti biasa.

Jester terlihat santai, bahkan sesekali memainkan salah satu kartu Arkananya di antara jari-jari tangannya.

Lira memperhatikan ruangan dengan tenang.

Napstylea duduk dengan sikap tegap seperti seorang prajurit yang sedang menunggu instruksi.

Sementara itu—

Di bagian depan aula—

Violys dan beberapa ilmuwan lain masih sibuk merapikan meja panjang yang dipenuhi perangkat hologram dan dokumen data.

Violys memindahkan beberapa layar proyeksi ke posisi yang lebih rapi.

"Pastikan semua sistem presentasi aktif," katanya kepada salah satu teknisi.

"Data Nexus juga harus siap ditampilkan."

Seorang ilmuwan lain mengangguk.

"Sudah hampir selesai."

Lampu-lampu proyektor mulai menyala satu per satu.

Suasana aula perlahan menjadi lebih tenang.

Semua orang tampaknya menunggu satu hal: Kedatangan Aryes.

Storm menguap kecil.

"Keparat itu lama sekali…"

Arabels menepuk lengannya pelan.

"Storm…"

Storm langsung duduk lebih tegak lagi.

"Ya, ya… aku tidak tidur."

Jester yang melihat itu langsung tertawa kecil.

"Pahlawan dunia ternyata hampir tertidur di rapat."

Storm mendecih pelan.

"Kalau ini pertarungan, aku pasti sudah selesai sejak tadi."

Namun saat itu—

Pintu besar aula mulai terbuka.

More Chapters