Cherreads

Chapter 461 - Para Pahlawan

Di tempat lain—

Langit malam menggantung di atas sebuah dataran luas yang jauh dari kota.

Angin berhembus pelan melewati reruntuhan bangunan lama yang sudah lama ditinggalkan.

Namun malam itu—

Tempat itu tidak kosong.

Satu per satu sosok kuat berdiri di sana.

Mereka semua mengenakan lambang yang sama: APH.

Di tengah mereka—

Seorang pria berdiri dengan mantel es tipis yang berkilau di bawah cahaya bulan: Lgris Harrenheal.

Pahlawan dengan kekuatan es yang pernah bertarung melawan Storm sebelumnya.

Ia menatap ke arah langit sambil menunggu.

Beberapa orang berdiri tidak jauh darinya: Rizen Krystoren.

Pemilik kekuatan Supercube Immortality.

Tubuhnya yang besar terlihat santai meski aura kekuatannya terasa berat.

Di sisi lain—

Marika Slayers berdiri dengan kedua tangannya menyilang.

Rantai emas tipis melayang pelan di sekitar tubuhnya.

Tidak jauh dari mereka—

Sosok besar berdiri seperti patung.

Tubuh logam hitam dengan mata merah menyala: Terminator Demon.

Salah satu pahlawan APH yang dikenal memiliki kekuatan penghancur brutal.

Namun itu belum semuanya.

Di antara para pahlawan itu—

Seorang wanita berdiri dengan jubah panjang berwarna biru gelap.

Rambutnya panjang dan matanya memancarkan cahaya misterius.

Herena The Magics.

Seorang pengguna sihir ilmiah yang dikenal jarang memperlihatkan seluruh kekuatannya.

Di kejauhan—

Angin tiba-tiba bergerak lebih kuat.

Sebuah bayangan mendarat dengan tenang di atas reruntuhan tembok batu.

Sosok itu mengenakan mantel panjang yang berkibar di udara.

Matanya tajam seperti bilah pedang.

Slash – Wind of Destruction.

Salah satu pahlawan APH yang sangat jarang muncul.

Beberapa pahlawan APH lainnya juga sudah berkumpul.

Semua berdiri dalam jarak tertentu, menunggu sesuatu.

Suasana terasa sangat berat.

Lgris akhirnya berbicara.

"Perintahnya sudah jelas."

Ia menatap semua orang di sana.

"Ini adalah titah dari Franskeinsteins Lywara."

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan.

"Dan juga keputusan dari Tuan Dooms."

Beberapa pahlawan mengangguk pelan.

Rizen bertanya dengan nada santai.

"Jadi kita benar-benar menunggunya?"

Marika menjawab lebih dulu.

"Ya."

Ia memutar sedikit rantai emas di tangannya.

"Kita tidak akan bergerak dulu."

Lgris melanjutkan penjelasan itu.

"Deathrays sedang menghadapi Storm sekarang."

Beberapa pahlawan terlihat lebih serius mendengar itu.

Terminator Demon hanya berdiri diam seperti mesin perang.

Herena menatap langit dengan tenang.

Lgris berbicara dengan jelas.

"Jika Deathrays menang…"

"Masalah sudah selesai."

Ia menatap semua orang dengan serius.

"Namun jika dia kalah…"

Suasana menjadi lebih sunyi.

Lgris melanjutkan dengan suara lebih berat.

"Artinya Storm benar-benar kuat."

Angin malam berhembus melewati mereka.

Slash yang berdiri di atas tembok akhirnya berbicara.

Suaranya pelan namun tajam.

"Kalau begitu…"

"Kita semua akan turun tangan."

More Chapters