Cherreads

Chapter 466 - Tebasan yang Mengakhiri

Di dalam Domain Deathrays—

Ratusan Velicoraptor tulang masih bergerak tanpa henti.

Monster raksasa berdiri menjulang, siap menghancurkan segalanya.

Di tengah itu semua—

Storm berdiri sendirian.

Namun kali ini—

Ia tidak bergerak.

Ia hanya menundukkan kepalanya sedikit.

Tangannya perlahan terangkat.

Lalu—

Struktur lengannya mulai berubah.

Logam dan energi menyatu.

Membentuk sesuatu yang lebih tajam.

Lebih padat.

Lebih mematikan.

Tangannya kini berubah menjadi bilah tajam yang berkilau dalam cahaya gelap Domain itu.

Storm bergumam pelan.

"Velora."

Suara lain terdengar di dalam dirinya.

Tenang.

Dalam.

Namun penuh kekuatan.

"Akhirnya kau meminta bantuanku."

Mata Storm berubah.

Sedikit lebih tajam.

Lebih dalam.

Energi asing mulai muncul di sekeliling tubuhnya: Kekuatan Grivver.

Kabut di Domain itu bergetar.

Bahkan monster-monster tulang itu berhenti sejenak.

Deathrays menyipitkan matanya.

"Apa itu…"

Namun—

Storm sudah bergerak.

Dalam sepersekian detik—

Waktu di sekitarnya kembali melambat.

Semua gerakan menjadi lambat.

Velicoraptor yang melompat—

Terlihat seperti membeku di udara.

Monster raksasa yang mengayunkan tangannya—

Bergerak sangat lambat.

Namun Storm—

Tetap cepat.

WHUSH!

Ia melesat ke depan.

Melewati satu demi satu makhluk tulang.

Pedang di tangannya berkilau.

SLASH!

SLASH!

SLASH!

Semua yang dilewatinya—

Terbelah.

Hancur.

Tidak sempat beregenerasi.

Storm tidak berhenti.

Ia langsung menuju satu target: Deathrays.

Di mata Deathrays—

Storm hanya terlihat sebagai bayangan yang mendekat.

"Terlalu cepat—"

Namun sudah terlambat.

Storm muncul tepat di depannya.

Tanpa ragu—

Ia mengayunkan pedangnya.

SHRAAAAK!!

Satu tebasan.

Bersih.

Cepat.

Tanpa jeda.

Tubuh Deathrays terdiam.

Beberapa detik—

Tidak ada yang terjadi.

Lalu—

Kepalanya terlepas.

Tubuhnya terbelah.

Energi gelap di sekelilingnya bergetar hebat.

Untuk pertama kalinya—

Regenerasinya tidak langsung bekerja.

Mata Deathrays melebar.

"Mustahil…"

Namun—

Energi di sekelilingnya mulai runtuh.

Kabut gelap di Domain bergetar.

Retakan muncul di langit dimensi itu.

CRAAAAACK!!

Satu per satu—

Segalanya mulai hancur.

Monster tulang—

Menghilang.

Tanah—

Retak dan runtuh.

Domain itu tidak bisa bertahan.

Karena penguasanya—

Telah dikalahkan.

Storm berdiri diam.

Pedang di tangannya perlahan kembali ke bentuk semula.

Suaranya pelan.

"Sudah selesai."

Dalam sekejap—

Seluruh Domain runtuh.

Cahaya menyilaukan menyelimuti segalanya.

Dan—

BOOOM!!

Dimensi itu hancur sepenuhnya.

***

Di aula markas X.A.R.A—

Ruang yang tadi kosong tiba-tiba bergetar.

Cahaya muncul di tengah ruangan.

Dari dalam cahaya itu—

Storm kembali.

More Chapters