Cherreads

Chapter 483 - Kedatangan Dooms

Risveyland — masih dipenuhi kehancuran. Gunung runtuh, tanah retak, langit terbelah oleh sisa energi pertarungan.

Di tengahnya, Storm melayang dengan Armor Scarlet Skycrimson Mode Asura. Enam pedang masih berada di tangannya, sementara Blades Crimson berputar mengelilinginya.

Di hadapannya, Rizen dan Lgris bersiap kembali menyerang.

Namun, sesuatu berubah.

Angin tiba-tiba berhenti. Langit mendadak sunyi. Aneh. Tidak ada ledakan. Tidak ada benturan. Seolah seluruh dunia menahan napas.

Storm menyipitkan mata. "...Apa ini?"

Lalu — CRAAAAACK.

Sebuah retakan muncul di udara. Bukan retakan biasa. Retakan dimensi. Langit seperti kaca yang pecah perlahan. Retakan itu semakin besar. Cahaya aneh keluar dari dalamnya.

Dan dalam sekejap — seluruh dunia berubah. Bukan hancur. Bukan runtuh. Namun berpindah.

Tanah menghilang. Langit berubah menjadi ruang kosong berwarna gelap. Bintang-bintang terlihat sangat dekat. Seolah mereka berada di antara dimensi.

Rizen langsung menyadari. "...Dimensi lain?"

Lgris juga terkejut. "Siapa yang melakukan ini..."

Namun yang paling terkejut bukan hanya mereka. Karena tidak hanya para pahlawan yang terseret. Di kejauhan, beberapa sosok muncul: Arabels, Aryes, Violys, Zero, Lira, Jester, Napstylea, bahkan para ilmuwan X.A.R.A. Semuanya terseret ke dalam ruang ini.

Arabels membeku saat melihat Storm dari kejauhan. "Storm...!"

Namun sebelum siapa pun sempat bergerak — retakan dimensi itu kembali terbuka. Lebih besar. Lebih dalam.

Dan dari dalamnya, seseorang melangkah keluar. Langkahnya pelan. Tenang. Namun aura yang dipancarkannya jauh lebih berat dari siapa pun yang ada di sana.

Dooms. Pemimpin para pahlawan APH. Penjaga keseimbangan dimensi, ruang, dan waktu.

Matanya menatap lurus ke arah Storm. Tidak ada emosi di wajahnya, namun tekanannya terasa jelas.

Rizen langsung menundukkan sedikit kepalanya. "...Tuan Dooms." Lgris juga terdiam. Para pahlawan APH lainnya ikut menatap. Karena jika Dooms sudah turun langsung — berarti situasinya benar-benar serius.

Dooms berjalan beberapa langkah keluar dari retakan dimensi, lalu berhenti. Matanya masih tertuju pada Storm.

"Storm Realms."

Suaranya tenang, namun bergema di seluruh dimensi itu.

Storm menatap balik. Mode Asura masih aktif. Pedangnya masih menyala. "...Akhirnya muncul juga."

Dooms tidak terlihat terganggu. Ia hanya mengangkat tangannya sedikit, seolah menenangkan situasi. "Aku tidak datang untuk permainan."

Lalu ia menyampaikan satu hal, sangat jelas.

"Serahkan entitas di dalam dirimu." Matanya sedikit menyipit. "Velora Zynira."

Beberapa orang langsung terkejut. Arabels membeku mendengar nama itu.

Storm tidak menjawab. Namun auranya berubah sedikit.

Dooms melanjutkan dengan nada datar. "Jika kau menyerahkannya sekarang — aku akan membiarkanmu hidup."

Beberapa detik hening. Semua orang menunggu jawaban Storm.

Namun Dooms belum selesai. Auranya tiba-tiba meningkat. Tekanan dimensi itu langsung bertambah berat. Matanya menatap Storm lebih tajam.

"Namun jika kau menolak..." Suara Dooms menjadi dingin. Tanpa emosi. "...aku akan menghabisimu di sini."

Seluruh dimensi menjadi sunyi.

Storm berdiri di tengahnya. Berhadapan langsung dengan Dooms — sosok yang bahkan para pahlawan APH pun segani.

More Chapters