Cherreads

Chapter 573 - Batas yang Dipahami Lord Rylos

Di konstelasi Hydra — pertarungan perlahan mulai mereda. Ledakan-ledakan besar tidak lagi sesering sebelumnya. Namun tekanan dari dua monster itu masih memenuhi ruang hampa.

Di kejauhan — Nexus S-4473 perlahan mulai menjauh dari wilayah pertempuran. Cahayanya semakin kecil di antara lautan bintang.

Lord Rylos melihat kapal itu pergi. Namun — ia tidak bergerak mengejarnya.

Tyrannons menyadari itu. "…Kau membiarkan mereka pergi?"

Rylos perlahan menurunkan pedangnya. Tatapannya tetap tenang di balik topeng. "…Aku bukan orang bodoh."

Varanthavos menggeram pelan di belakangnya. Rylos menatap arah Nexus menghilang.

Di dalam kapal itu — ada seseorang yang ia kenal. Rea Yellowgrid. Putri kerajaan VV Cephei. Dan sekarang — sekutu Tyrannons.

Jika ia menyerang Nexus — maka itu sama saja — menyerang pihak pemberontak secara langsung. Dan lebih buruk lagi — itu bisa dianggap sebagai bentuk perlawanan terhadap kekaisaran.

Rylos memang perompak. Namun ia masih memahami batas.

Tyrannons menyipitkan mata. "…Jadi kau takut?"

Rylos tertawa kecil pelan. "…Aku hanya tahu siapa yang tidak boleh dijadikan musuh."

---

Hening sesaat. Lalu Rylos melanjutkan. "Kalau aku benar-benar melawan kekaisaran — maka para jenderal akan datang."

Nama itu saja — cukup membuat beberapa perompak di sekitar menegang. Para jenderal kekaisaran — adalah monster sesungguhnya di galaksi. Bahkan Gyroll yang arogan pun diam mendengarnya.

Rylos mengepalkan pedangnya. "Kekuatanku — tidak sebanding dengan mereka."

Tyrannons tidak membantah. Karena itu memang benar. Lord Rylos sangat kuat. Bahkan cukup untuk menguasai wilayah Hydra. Namun dibanding para jenderal utama kekaisaran — ia masih berada jauh di bawah.

Rylos masih mengingat beberapa sosok itu. Makhluk-makhluk yang mampu menghancurkan armada perang hanya dengan satu serangan. Monster yang membuat bahkan para perompak memilih menghindar daripada melawan.

Tyrannons memutar pedangnya perlahan. "…Setidaknya kau jujur."

Rylos menatapnya tajam. "…Aku masih ingin hidup."

Lalu ia berbalik. Jubah hitamnya berkibar di ruang hampa.

"Gyroll."

Gyroll langsung menunduk. "…Lord Rylos."

"Kita pergi."

Gyroll sedikit terkejut. "Apa tidak mengejar mereka?"

Rylos menaiki punggung Varanthavos perlahan. "…Tidak perlu." Tatapannya kembali mengarah ke Tyrannons. "…Karena cepat atau lambat — kekaisaran sendiri yang akan mengejar mereka."

More Chapters