Di wilayah luar Ursa Major — dua armada besar saling berhadapan dalam ketegangan mematikan. Armada pemberontak Tartanos. Dan armada perang Kekaisaran Galaksi. Namun tak satu pun kapal bergerak. Tak satu pun meriam ditembakkan. Seluruh perhatian tertuju pada dua sosok di garis depan.
Tyrannons. Dan Jenderal Thraxor.
Di tengah ruang hampa luar angkasa — keduanya berdiri saling berhadapan dengan aura besar yang terus menekan area sekitar.
Lalu — tanpa peringatan — Tyrannons langsung bergerak.
*BOOOOSSHH!! *
Tubuhnya melesat cepat menembus ruang angkasa. Gelombang energi hitam tertinggal di belakangnya. Dalam sekejap — ia sudah berada tepat di depan Thraxor.
Tyrannons menghunuskan pedangnya tanpa ragu.
*SHHHRAAKK!! *
Tebasan energi gelap langsung membelah luar angkasa menuju Thraxor.
Namun — Thraxor tetap tenang. Dengan satu gerakan berat — ia mengangkat pedang raksasanya.
*CLAAAAANNGG!! *
Benturan dahsyat langsung mengguncang ruang angkasa. Gelombang energi besar menyebar ke segala arah. Beberapa kapal kecil di sekitar bahkan terguncang hebat hanya karena benturan pertama itu.
Thraxor berhasil menahan serangan Tyrannons dengan mudah. Pedang besar miliknya bahkan tidak bergeser banyak.
Mata Tyrannons menyipit.
Sementara Thraxor menatapnya tajam. "…Kau menjadi lebih kuat."
Tyrannons tidak menjawab. Ia langsung mendorong pedangnya lebih keras. Aura hitam di tubuhnya semakin membesar. Thraxor tetap berdiri kokoh seperti gunung raksasa.
---
Di sekitar mereka — baik armada Tartanos maupun armada kekaisaran hanya diam. Tidak ada yang berani ikut campur. Ribuan kapal perang seolah menjadi dinding arena raksasa bagi duel tersebut.
Semua orang tahu — pertarungan antara Tyrannons dan Thraxor bukanlah duel biasa. Sedikit saja terkena gelombang energi mereka — kapal perang bisa hancur seketika.
Suasana luar angkasa menjadi sangat sunyi. Hanya suara benturan energi dari dua pedang itu yang menggema di tengah galaksi.
