Di salah satu wilayah militer Kekaisaran Galaksi — ribuan prajurit sedang menjalani pelatihan tempur besar. Suara benturan senjata energi dan ledakan latihan menggema di seluruh area. Kapal perang berbaris di langit pangkalan. Robot tempur bergerak di jalur simulasi perang. Semua berjalan disiplin di bawah aturan kekaisaran.
Di atas jalur besi utama pangkalan — seorang pria berjalan perlahan sambil mengawasi seluruh pelatihan tersebut. Rangers Orithrosvar. Jubah armor emas panjangnya berkilau di bawah cahaya buatan markas militer. Aura keberaniannya terasa berat namun tenang.
Para prajurit langsung memberi hormat saat ia melintas. Rangers bukan sekadar komandan biasa. Ia adalah salah satu pendekar perang legendaris kekaisaran. Dan lebih dari itu — dia juga mantan guru Tyrannons.
Tatapan Rangers tetap lurus ke depan. Namun pikirannya jelas tidak berada di tempat ini. Berita tentang pemberontakan Tyrannons sudah menyebar ke seluruh wilayah militer. Beberapa jenderal menganggap Tyrannons pengkhianat. Sebagian lainnya merasa kecewa.
Namun Rangers berbeda. Ia tidak membenci muridnya sendiri. Karena ia tahu — Tyrannons tidak akan mengangkat senjata tanpa alasan besar.
---
Seorang prajurit mendekat dan berbicara hati-hati. "Tuan Rangers… Apakah benar Tuan Tyrannons sekarang menjadi musuh kekaisaran?"
Langkah Rangers berhenti sesaat. Hening sejenak memenuhi area latihan.
Lalu Rangers menjawab pelan. "…Dia memilih jalannya sendiri."
Prajurit itu terlihat gugup. "Kalau begitu… apakah Tuan Rangers akan melawannya?"
Rangers perlahan menatap langit markas militer. Cahaya galaksi terlihat samar di atas kubah pelindung pangkalan. "…Jika itu memang pilihan Tyrannons." Tatapannya menjadi lebih dalam. "Sebagai prajurit kekaisaran — aku juga akan menjalankan tugasku."
Meski begitu — di balik ketegasan suaranya — Rangers tetap berharap sesuatu. Ia berharap Tyrannons bisa bertahan hidup. Karena Rangers tahu — setelah ini — kekaisaran kemungkinan besar akan memburu Tyrannons dengan kekuatan penuh.
