Cherreads

Chapter 685 - Dewi yang Turun ke Medan Perang

Perang di Ursa Major masih berlangsung. Armada saling bertempur. Meriam energi terus menyala. Dan di pusat perhatian semua orang — Pegasus masih berhadapan dengan Hydra serta monster raksasa yang baru dipanggilnya. Suasana semakin tegang. Banyak orang merasa sesuatu yang besar akan segera terjadi.

Kemudian — sesuatu yang jauh lebih mengejutkan muncul.

*WHOOMMMM... *

Gelombang energi lembut menyebar. Tidak menghancurkan. Tidak menekan. Namun mampu dirasakan oleh seluruh medan perang. Semua orang berhenti sejenak. Prajurit. Komandan. Bahkan para petarung kuat yang sebelumnya fokus bertarung. Mereka semua menoleh ke arah sumber energi tersebut.

Cahaya keemasan muncul di ruang angkasa. Bukan cahaya yang menyilaukan. Melainkan cahaya yang menenangkan. Seolah mampu meredakan ketakutan dan amarah dalam hati siapa pun yang melihatnya.

Dari dalam cahaya itu — muncul seorang wanita.

Rambut panjangnya berkilauan seperti cahaya bintang. Jubah putih keemasan berkibar perlahan. Mahkota sederhana menghiasi kepalanya. Dan matanya memancarkan ketenangan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Tidak ada aura mengancam. Tidak ada kekuatan yang dipamerkan. Namun kehadirannya saja sudah cukup membuat ruang angkasa terasa berbeda. Lebih damai. Lebih tenang. Lebih suci.

---

Pegasus yang melihat sosok tersebut langsung membeku. Matanya membelalak. Ksatria itu kehilangan ketenangannya.

"Tidak mungkin..." bisiknya.

Beberapa detik kemudian. Pegasus segera menurunkan tombaknya. Lalu menundukkan kepala dengan hormat. Gerakan yang membuat banyak orang terkejut. Karena mereka belum pernah melihat Pegasus melakukan hal seperti itu.

Hydra menyipitkan mata. Tyrannons terdiam. Capricorn mengangkat alis. Virgo tampak penasaran.

Siapa wanita itu? Mengapa Pegasus sampai menunjukkan rasa hormat sebesar itu?

Jawabannya segera muncul. Salah satu prajurit dari Konstelasi Pegasus yang melihat sosok tersebut langsung berlutut. Wajahnya penuh keterkejutan. "D-Dewi Athena..."

Suara itu menyebar. Kemudian prajurit lain ikut mengenalinya. Dan dalam hitungan detik — seluruh armada Pegasus gempar.

"Athena?!" "Dewi Athena?!" "Penjaga Konstelasi Pegasus?!" "Itu benar-benar beliau?!"

Banyak orang bahkan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.

---

Nama itu bukan nama biasa. Nama itu adalah legenda.

Athena. Dewi penjaga keseimbangan galaksi. Simbol kedamaian. Pelindung Konstelasi Pegasus. Sosok yang dihormati selama ribuan tahun. Bahkan hingga sekarang — banyak dunia masih membangun kuil untuk menghormatinya.

Pegasus tetap menundukkan kepala. Baginya — Athena bukan sekadar dewi. Athena adalah simbol dari semua yang ia lindungi. Simbol keadilan. Harapan. Dan kedamaian. Konstelasi Pegasus telah menghormatinya selama generasi yang tak terhitung jumlahnya.

Dan sekarang — sosok yang selama ini hanya ada dalam doa dan legenda berdiri tepat di hadapannya.

---

Tyrannons memperhatikan dari kejauhan. Tubuhnya menegang. Bukan karena takut. Melainkan karena instingnya berteriak. Wanita itu sangat kuat. Bahkan lebih kuat daripada kebanyakan makhluk yang pernah ia temui. Kehadirannya saja sudah mengubah suasana medan perang. Dan itu tanpa melakukan apa pun.

"Jadi ini..." gumam Tyrannons. "...seorang dewi." Ia mulai memahami mengapa begitu banyak orang menghormati makhluk seperti Athena.

Sementara itu. Hydra tetap mengamati dengan waspada. Beberapa kepalanya menyeringai. Beberapa lainnya terlihat serius. Dirinya bisa merasakan kekuatan yang tersembunyi di balik ketenangan Athena.

---

Di sisi lain medan perang —

Virgo menatap Athena dengan rasa ingin tahu. "Dia benar-benar seorang dewi," komentarnya.

Capricorn hanya melirik sekilas. "Lumayan."

Virgo langsung memutar matanya. "Itu bukan poinnya."

Taurus sendiri hanya diam. Tidak terlihat terlalu terkejut. Sebenarnya bukan karena mereka meremehkan Athena. Melainkan karena para Zodiac berbeda dari kebanyakan makhluk galaksi. Mereka memiliki cara pandang yang berbeda terhadap kehidupan. Mereka tidak tumbuh dengan kuil. Tidak tumbuh dengan ajaran para dewa. Dan tidak menjalani kehidupan seperti bangsa-bangsa lain. Karena itu — mereka tidak memiliki hubungan khusus dengan konsep pemujaan.

Meski begitu. Capricorn tetap mengakui satu hal. "Dia sepertinya cukup kuat," ucapnya.

Virgo mengangguk. "Ya."

Taurus juga tidak membantah.

---

Di pusat medan perang —

Athena akhirnya memandang sekelilingnya. Matanya menyapu armada yang terbakar. Prajurit yang terluka. Dan kehancuran yang memenuhi Ursa Major. Kesedihan samar muncul di wajahnya. Perang selalu menjadi sesuatu yang tidak ia sukai.

Kemudian pandangannya berhenti pada Hydra. Lalu monster raksasa di belakangnya.

Senyum Athena menghilang.

More Chapters