Cherreads

Chapter 701 - Pelarian dari Urco Tastarius

Di saat aula rapat galaksi masih sibuk dengan berbagai keputusan besar. Di luar istana Urco Tastarius — kekacauan kecil sedang terjadi.

Empat sosok berlari secepat mungkin melewati koridor logam raksasa yang menghubungkan berbagai sektor istana. Xerga. Kan'al. Carrien. Dan sebuah robot berbentuk humanoid bernomor 9562.

Mereka berempat tidak berhenti sedikit pun. Bahkan tidak berani menoleh terlalu lama ke belakang. Di belakang mereka — puluhan prajurit istana sedang mengejar.

"Ke kiri!" teriak Carrien.

"Yang mana kiri?!" balas Kan'al panik.

"Cepat. Ayo lari!" "Kita tidak boleh tertangkap!"

Sementara mereka berdebat sambil berlari. Robot 9562 tetap bergerak dengan tenang. Lampu sensor di matanya berkedip cepat.

"Analisis jalur pelarian selesai," ucap robot itu. "Probabilitas tertangkap: tujuh puluh tiga persen."

"Kenapa malah naik?!" teriak Xerga.

"Karena kalian terus berteriak," jawab 9562. "Posisi kita semakin mudah dilacak."

Kan'al hampir ingin mematikan robot itu saat itu juga. Namun situasi tidak memungkinkan. Di belakang mereka. Suara langkah kaki prajurit semakin mendekat.

"Berhenti!" teriak salah satu pengawal. "Kalian tidak bisa melarikan diri dari wilayah istana!"

Kan'al langsung mempercepat larinya. "Kalau bisa jangan bilang begitu!" teriaknya. "Itu membuatku ingin membuktikan sebaliknya!"

---

Mereka berbelok ke sebuah lorong besar. Melewati hanggar logistik. Melewati jalur transportasi internal. Dan terus berlari tanpa henti. Meski napas mereka mulai tidak teratur. Tak satu pun dari mereka berani berhenti. Mereka tahu. Jika tertangkap — penjelasan apa pun tidak akan menyenangkan.

Beberapa menit sebelumnya. Mereka baru saja gagal menjalankan misi penyusupan. Tujuan awal mereka sederhana. Masuk ke wilayah istana. Mengumpulkan informasi. Lalu keluar tanpa diketahui siapa pun.

Masalahnya — bagian "tanpa diketahui siapa pun" gagal total. Bahkan sangat gagal.

Xerga masih mengingat bagaimana alarm keamanan tiba-tiba berbunyi. Lalu puluhan prajurit bermunculan dari segala arah.

"Itu salahmu," kata Kan'al sambil berlari.

Xerga langsung membalas. "Salahku? Siapa yang menekan tombol darurat?"

Kan'al menunjuk Carrien. "Kau Carrien."

Carrien membelalak. "Itu bukan tombol darurat! Itu terlihat seperti panel pintu!"

9562 langsung menyela. "Berdasarkan data rekaman — itu memang tombol darurat."

Carrien mengerang. "Aku benci desain istana ini."

---

Meski demikian. Di tengah semua kekacauan itu. Ada satu hal yang membuat mereka sedikit lega. Informasi yang mereka kumpulkan tidak sampai diketahui para petinggi galaksi. Setidaknya tidak sejauh yang mereka ketahui.

Mereka gagal menyusup sempurna. Namun tidak gagal total. Dan bagi mereka. Itu masih lebih baik daripada pulang dengan tangan kosong.

"Pokoknya kita harus keluar dari area istana dulu!" teriak Xerga.

Kan'al mengangguk cepat. "Setelah itu baru pikirkan langkah berikutnya!"

Di belakang mereka. Jumlah pengejar justru bertambah. Kini bukan hanya pasukan keamanan biasa. Beberapa unit elit istana mulai ikut bergerak. Hal itu membuat wajah Carrien langsung pucat.

"Aku tidak suka melihat mereka," gumamnya.

"Aku juga," jawab Xerga. "Biasanya kalau mereka muncul — berarti kita benar-benar dalam masalah."

9562 kembali mengeluarkan analisis. "Jalur pelarian baru ditemukan."

"Di mana?"

Robot itu menunjuk ke arah sebuah jalur servis yang menuju sektor luar. "Probabilitas keberhasilan meningkat menjadi empat puluh sembilan persen."

"Itu masih buruk!" teriak Kan'al.

"Namun lebih baik daripada tujuh puluh tiga persen," jawab 9562 datar.

Tak ada yang bisa membantah logika itu. Tanpa membuang waktu. Mereka langsung berbelok menuju jalur tersebut. Langkah kaki mereka bergema di sepanjang lorong. Sementara alarm keamanan masih terdengar dari kejauhan.

Empat penyusup itu terus berlari. Melewati satu sektor demi sektor lain. Berusaha menjauh sejauh mungkin dari pusat kekuasaan galaksi.

More Chapters