Cherreads

Chapter 717 - Sang Pembawa Berita Semesta

Di dekat Antares. Amarah Scorpios mencapai puncaknya. Aura kosmik berwarna ungu gelap mulai meledak dari tubuhnya. Ruang angkasa bergetar. Bintang-bintang di sekitarnya tampak meredup. Bahkan gelombang energi yang terpancar dari tubuh Zodiac itu membuat asteroid-asteroid di sekitarnya hancur menjadi debu.

"KAU BERANI MENYENTUH ANTARES!" raung Scorpios. Ekornya bergerak. Capitnya terbuka. Dan energi kosmik dalam jumlah yang mengerikan mulai berkumpul di seluruh tubuhnya.

Cancer langsung menyadari sesuatu. "Scorpios... Kau serius?"

Pisces juga terlihat terkejut. Karena mereka tahu. Jika Scorpios benar-benar menggunakan seluruh kekuatannya di dekat Antares — maka akibatnya tidak akan bisa diprediksi.

---

Sebelum apa pun terjadi. Sesuatu yang jauh lebih mengerikan muncul.

Tiba-tiba. Semua suara menghilang. Tidak ada ledakan. Tidak ada getaran. Tidak ada cahaya yang meledak. Justru sebaliknya. Keheningan. Keheningan yang begitu mutlak hingga terasa tidak alami.

Storm mengangkat kepalanya. Scorpios berhenti bergerak. Cancer membeku. Pisces perlahan menoleh ke arah langit semesta.

Lalu mereka melihatnya. Sesuatu yang membuat bahkan para Zodiac kehilangan kata-kata.

Di kejauhan. Jauh melampaui Antares. Jauh melampaui konstelasi Scorpio. Bahkan jauh melampaui galaksi-galaksi yang terlihat oleh mata. Muncul sebuah bayangan raksasa.

Awalnya hanya siluet. Namun perlahan. Wujudnya menjadi jelas. Seekor ular bertanduk. Tidak. Seekor naga kosmik berbentuk ular. Tubuhnya membentang melintasi ruang semesta. Sisik-sisiknya berkilauan seperti gugusan galaksi. Matanya bersinar seperti inti bintang purba. Dan setiap gerakannya membuat ruang serta waktu seolah ikut bergeser.

Storm menatap tanpa ekspresi. Dirinya yang sering menghadapi hal mustahil tidak mampu langsung memahami apa yang sedang dilihatnya. Ukuran makhluk itu terlalu besar untuk dipahami. Galaksi-galaksi yang berputar di sekitarnya tampak seperti debu bercahaya. Di dekat rahangnya — terlihat beberapa galaksi yang bersinar seperti butiran kristal kecil.

Antares. Konstelasi Scorpio. Dan seluruh wilayah di sekitar mereka. Tampak tidak lebih besar dari setitik cahaya dibandingkan keberadaan makhluk tersebut.

Pisces menahan napas. Cancer gemetar. Scorpios melupakan amarahnya. "...Mustahil," gumamnya.

Jauh di dalam hati mereka. Mereka semua tahu. Makhluk itu nyata. Dan mereka mengenalnya.

*Dragenes Cosmisor. * Sang Pembawa Berita Semesta. Makhluk entitas yang hanya muncul ketika sesuatu yang sangat besar akan terjadi. Sesuatu yang mampu mengguncang tatanan semesta.

Pisces menundukkan kepalanya. "Sudah berapa lama..." gumamnya. "Aku tidak melihatnya muncul."

Cancer tidak menjawab. Pikirannya dipenuhi berbagai kemungkinan. Perang besar. Kehancuran peradaban. Munculnya ancaman baru. Atau sesuatu yang bahkan lebih buruk.

---

Sementara itu. Dragenes Cosmisor perlahan membuka matanya. Cahaya yang terpancar dari matanya menyapu berbagai galaksi. Tidak ada niat membunuh. Tidak ada permusuhan. Namun tekanannya begitu besar hingga banyak makhluk di seluruh penjuru semesta mulai merasakannya.

---

Di Istana Urco Tastarius —

Oreons perlahan berdiri dari singgasananya. Rangers yang sedang memimpin rapat langsung menoleh ke luar angkasa. Leo membuka matanya perlahan.

---

Taurus dan Virgo yang sedang menikmati Nebula Gum 12 ikut menghentikan langkah mereka.

---

Pegasus yang berada di kuil suci langsung menatap langit.

---

Asgard di Aquila perlahan bangkit dari singgasananya.

---

Satu per satu. Makhluk-makhluk kuat di galaksi merasakan hal yang sama. Kehadiran Dragenes Cosmisor. Dan itu hanya bisa berarti satu hal. Sebuah pesan akan disampaikan. Pesan yang cukup penting hingga sang pembawa berita semesta turun langsung.

---

Di dekat Antares —

Storm menatap makhluk kosmik itu dengan serius. Bahkan Ginga Stars yang kini dipenuhi energi Antares tampak kecil di hadapannya.

Dragenes perlahan membuka mulutnya. Di dalam rongga mulutnya. Galaksi-galaksi berputar seperti pusaran cahaya. Dan ketika suaranya mulai bergema — seluruh semesta seakan ikut mendengarkan.

Semua yang mengenal legenda kuno tahu. Dragenes tidak pernah muncul tanpa alasan. Dan setiap kali ia datang — sejarah semesta selalu berubah sesudahnya.

More Chapters