Cherreads

Chapter 762 - Pewaris yang Menjadi Pemberontak

Di balkon tertinggi Istana Kekaisaran, Oreons masih duduk memandang arena pertarungan. Sorak-sorai jutaan penonton terus menggema dari bawah, mengiringi setiap duel yang berlangsung. Bagi sebagian orang, pertandingan itu hanyalah hiburan. Namun bagi Oreons, arena adalah tempat lahirnya para pejuang yang kelak menjaga kekaisaran.

Di sampingnya, Yllarxa tetap duduk dengan tenang. Sesekali ia melirik ke arah Oreons. Ia berharap suasana hati sang kaisar sedikit membaik.

Beberapa saat kemudian, senyum tipis di wajah Oreons perlahan menghilang. Tatapannya menjadi kosong. Ia tidak lagi benar-benar memperhatikan pertandingan di arena. Yllarxa segera menyadari perubahan itu.

"Ada yang sedang Anda pikirkan...?" tanyanya pelan.

Oreons tidak langsung menjawab. Setelah beberapa saat, ia mengembuskan napas panjang. "Aku teringat seseorang." Sorot matanya dipenuhi kerinduan yang berusaha disembunyikan. "Tyrannons..."

Nama itu membuat Yllarxa ikut terdiam.

Tyrannons Galactive. Putra kandung Oreons. Dahulu, seluruh Kekaisaran Galaksi mengenalnya sebagai pewaris takhta yang sempurna. Ia memiliki bakat luar biasa dalam ilmu pedang. Bahkan sejak kecil, ia dilatih secara langsung oleh Rangers, jenderal terkuat dari tiga belas jenderal utama kekaisaran. Semua orang percaya... Suatu hari nanti Tyrannons akan menggantikan ayahnya sebagai Kaisar Galaksi.

Namun kenyataan berkata lain. Semakin dewasa, pandangan Tyrannons terhadap galaksi mulai berubah. Ia melihat semakin banyak peperangan. Semakin banyak konstelasi yang hancur. Menurutnya, kekaisaran terlalu sering menggunakan kekuatan untuk menjaga ketertiban. Karena keyakinan itulah... Ia meninggalkan istana. Meninggalkan kemewahan. Meninggalkan haknya sebagai pewaris takhta. Dan memilih jalan yang tidak pernah dibayangkan siapa pun. Ia menjadi pemimpin gerakan pemberontak yang dikenal di seluruh galaksi dengan nama Tartanos.

Sejak hari itu, namanya tercatat sebagai musuh Kekaisaran Galaksi.

---

Yllarxa memandang Oreons dengan rasa iba. Perlahan ia memeluk lengan sang kaisar. Ia tahu... Kesedihan itu tidak pernah benar-benar hilang.

Oreons menatap jauh ke langit yang dipenuhi bintang. "Aku masih menganggapnya anakku," ucapnya pelan. "Walaupun seluruh galaksi menyebutnya pemberontak."

Yllarxa hanya mendengarkan.

"Aku berharap... Jika suatu hari kami bertemu... Aku tidak perlu menghunus pedang kepadanya." Suara Oreons terdengar lebih lirih daripada biasanya.

Beberapa saat kemudian, tatapannya kembali mengeras. "Meski begitu... Jika Tyrannons tetap memilih menjadi pemimpin pemberontak... Aku tidak akan mengabaikan tugasku sebagai Kaisar Galaksi. Aku akan bertarung."

Yllarxa menundukkan kepala. Ia memahami arti kata-kata itu. Sebagai seorang ayah, Oreons masih menyayangi putranya. Namun sebagai kaisar, ia tidak akan membiarkan siapa pun menggoyahkan hukum kekaisaran. Bahkan jika orang itu adalah darah dagingnya sendiri.

---

Kenangan lama perlahan memenuhi benak Yllarxa. Saat mereka masih kecil... Tyrannons sering mengajaknya berlari di taman istana. Mereka bermain pedang kayu. Tertawa bersama. Saat itu Yllarxa hanyalah anak seorang pelayan istana. Banyak anak bangsawan memandang rendah dirinya. Tetapi Tyrannons tidak pernah mempermasalahkannya. Baginya, Yllarxa tetaplah sahabat yang selalu menemaninya. Kenangan itu terasa begitu hangat.

Semuanya berubah ketika Tyrannons memutuskan meninggalkan Urco Tastarius. Ia meninggalkan keluarga. Meninggalkan takhta. Meninggalkan seluruh kemewahan yang seharusnya menjadi miliknya. Demi menentang ayahnya sendiri. Sejak hari itu... Kekaisaran menetapkannya sebagai pengkhianat. Sementara banyak konstelasi memilih tunduk kepada kekaisaran, Tyrannons justru berdiri memimpin mereka yang ingin melawan.

Yllarxa perlahan memejamkan mata. Ia tidak tahu di mana Tyrannons berada saat ini. Tidak ada kabar. Tidak ada jejak yang pasti. Namun jauh di dalam hatinya... Ia memiliki firasat yang sulit dijelaskan. Suatu hari nanti... Tyrannons akan kembali muncul. Dan ketika hari itu tiba... Seluruh galaksi akan menyaksikan peperangan terbesar dalam sejarah.

Perang antara Kekaisaran Galaksi yang dipimpin Oreons... Melawan pasukan pemberontak Tartanos yang dipimpin oleh putranya sendiri.

More Chapters