Cherreads

Chapter 771 - Ultimatum untuk Ursa Major

Di Konstelasi Ursa Major, suasana yang tak kalah mencekam sedang berlangsung. Di pusat konstelasi itu berdiri Istana Ursa Major, sebuah bangunan megah yang menjadi lambang kekuasaan kerajaan.

Hari itu... Keheningan menyelimuti aula utama. Tidak ada alunan musik. Tidak ada jamuan kerajaan. Yang terdengar hanyalah langkah para prajurit yang berjaga di setiap sudut ruangan.

Di ujung aula... Ratu Callisto duduk anggun di atas singgasananya. Mahkota perak menghiasi kepalanya, sementara jubah kerajaan menjuntai hingga menyentuh lantai. Wajahnya tetap tenang. Namun di balik ketenangan itu, pikirannya dipenuhi berbagai pertimbangan. Keputusan yang akan diambil hari ini dapat menentukan masa depan seluruh Konstelasi Ursa Major.

Di sisi singgasana... Arcas duduk dalam diam. Tatapannya mengamati seluruh aula dengan penuh kewaspadaan. Sebagai putra mahkota, ia memiliki kemampuan bertarung yang tidak bisa dianggap remeh. Tetapi ia memahami satu hal. Selama ibunya belum memberi perintah, ia tidak akan menghunus pedang. Karena itu, ia hanya memperhatikan setiap gerakan tamu yang memenuhi ruangan.

---

Di tengah aula...

Seorang pria berseragam Kekaisaran Galaksi duduk santai di kursi yang telah disediakan. Pedang panjang berada di atas bahunya. Ekspresinya datar. Bahkan tampak sedikit bosan. Rhythm Armedeus. Salah satu dari Tiga Belas Jenderal Utama Kekaisaran Galaksi. Di belakangnya, puluhan prajurit kekaisaran berdiri tegak dalam barisan yang rapi. Tidak ada satu pun yang bergerak. Mereka menunggu perintah dari sang jenderal.

Rhythm menghela napas pelan. "Yang Mulia Callisto. Aku datang bukan untuk memulai perang." Nada suaranya terdengar santai, seolah sedang berbincang biasa. "Aku hanya membawa tawaran dari Yang Mulia Kaisar Oreons."

Callisto menatapnya tanpa mengubah ekspresi. "Tawaran?"

Rhythm menyandarkan pedangnya dengan malas. "Sederhana saja. Konstelasi Ursa Major tunduk kepada Kekaisaran Galaksi. Akui kekuasaan Kaisar Oreons. Dan semuanya akan selesai hari ini."

Suasana aula menjadi semakin sunyi. Rhythm kembali melanjutkan. "Kalau kau menerima... Aku tidak perlu menghunus pedang. Aku bisa kembali ke Urco Tastarius dan melanjutkan tidur siangku." Senyum tipis muncul di wajahnya. "Percayalah. Aku jauh lebih suka duduk santai daripada bertarung."

Beberapa prajurit kekaisaran hanya menghela napas kecil. Mereka sudah terbiasa dengan sifat sang jenderal. Rhythm memang dikenal sebagai sosok yang malas. Ia selalu memilih menyelesaikan masalah tanpa pertempuran jika memungkinkan. Namun... Jangan pernah menganggap kelemahannya sebagai ketidakmampuan. Karena ketika pedangnya terhunus... Hampir tidak ada lawan yang mampu menghentikannya.

Senyum Rhythm perlahan menghilang. Tatapannya berubah dingin. "Tapi... Kalau kau menolak." Ia menggenggam gagang pedangnya. Aura yang begitu berat memenuhi aula. "Konstelasi Ursa Major akan menjadi contoh bagi konstelasi lainnya. Aku akan menghancurkannya."

Ucapan itu menggema hingga ke seluruh ruangan. Beberapa prajurit kerajaan tanpa sadar menelan ludah. Tekanan yang dipancarkan Rhythm membuat udara terasa jauh lebih berat. Arcas mengepalkan tangannya. Naluri bertarungnya memaksanya untuk berdiri. Ia ingin menantang sang jenderal saat itu juga. Namun ia menahan diri. Ia tahu... Bertindak gegabah hanya akan mempercepat pecahnya perang.

---

Callisto tetap duduk dengan tenang di singgasananya. Tatapannya tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun. Sebagai seorang ratu, ia telah menghadapi berbagai ancaman sepanjang hidupnya. Rhythm kembali mengembuskan napas panjang. "Jadi... Bagaimana keputusanmu? Aku benar-benar berharap kau memilih tunduk. Aku sedang tidak ingin membuang tenaga hari ini."

Meskipun ucapannya terdengar santai, semua orang memahami arti sebenarnya. Jika negosiasi itu gagal... Maka bukan hanya Rhythm yang akan menjadi lawan mereka. Konstelasi Ursa Major akan menghadapi kekuatan penuh Kekaisaran Galaksi.

More Chapters