Malam masih menyelimuti balkon Istana Urco Tastarius. Oreons tetap memandang hamparan bintang yang terbentang luas. Setelah beberapa saat terdiam... Ia mengembuskan napas panjang. Perlahan, tangan kanannya mengepal erat. "Aku sudah terlalu lama memikirkan Tyrannons..." gumamnya pelan. Tatapannya yang semula dipenuhi keraguan kini berubah tegas. "Sudah cukup bagiku menahan diri. Mulai hari ini... Aku akan menganggap Tyrannons sebagai musuh Kekaisaran."
Ucapan itu terdengar mantap. Tidak ada lagi keraguan di dalam suaranya. Di sampingnya... Yllarxa menundukkan kepala. Dadanya terasa sesak. Inilah keputusan yang paling ia takutkan selama ini. Bukan karena Oreons membenci Tyrannons. Melainkan karena sang Kaisar akhirnya memilih mengesampingkan hubungan keluarga demi menjaga kewibawaan takhta.
Keheningan kembali menyelimuti balkon. Melihat Yllarxa yang hanya terdiam... Oreons perlahan mengangkat tangannya. Ia memeluk gadisnya dengan lembut. "Jangan menangis," ucapnya pelan. Yllarxa menggenggam pakaian Oreons, tetapi tetap tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun.
Oreons melanjutkan, "Aku masih akan membiarkannya bebas untuk saat ini. Aku tidak akan memerintahkan penangkapannya hari ini." Yllarxa perlahan mengangkat wajahnya. Sebelum secercah harapan itu tumbuh... Oreons kembali berbicara. "Tapi... Ketika waktunya tiba... Aku tidak akan memberi ruang lagi." Tatapannya kembali mengarah ke langit. "Seluruh jenderal utama akan kukerahkan. Untuk menangkapnya bahkan membunuhnya."
Tidak ada kemarahan dalam nada bicaranya. Yang terdengar hanyalah ketegasan seorang kaisar yang telah mengambil keputusan. Yllarxa kembali menundukkan kepalanya. Ia ingin memohon. Ingin meminta Oreons mengurungkan keputusan itu. Namun ia tahu... Keputusan seorang Kaisar Galaksi bukan sesuatu yang dapat diubah hanya dengan permohonan. Oreons telah menentukan jalannya. Dan sebagai orang yang paling mengenalnya, Yllarxa memahami bahwa keputusan itu tidak akan mudah digoyahkan.
Angin malam kembali berembus melewati balkon. Yllarxa memejamkan matanya. Di dalam hati, ia hanya memiliki satu harapan. "Tyrannons... Kembalilah sebelum semuanya terlambat." Karena ia mengerti apa arti perintah Oreons. Jika seluruh Tiga Belas Jenderal Utama benar-benar bergerak... Yang terjadi bukan hanya pengejaran terhadap seorang pemberontak. Galaksi dapat berubah menjadi medan perang besar. Dan saat hari itu tiba... Bukan hanya Tyrannons yang berada dalam bahaya. Nasib banyak konstelasi juga dapat ikut terseret dalam konflik yang jauh lebih besar daripada sebelumnya.
