Cherreads

Chapter 804 - Hujan Bilah Badai

Pertempuran di Gamma Draconis berlangsung seketika. Begitu memasuki barisan para naga... Storm tidak memberi kesempatan sedikit pun kepada mereka untuk membentuk formasi.

*Wusshh! *

Tubuhnya melesat secepat cahaya, berpindah dari satu titik ke titik lain. Setiap kali cahaya merah itu muncul... Seekor naga langsung terpental.

*Clang! Slash! *

Pedang Ashura berayun tanpa henti. Tebasan demi tebasan memecah ruang angkasa. Dalam hitungan detik... Belasan naga telah tumbang. Namun serangan Storm belum berakhir.

Ia mengangkat salah satu tangan Armornya. "Blades Crimson."

Puluhan bilah merah yang mengelilinginya langsung bergerak. Bilah-bilah itu melesat ke segala arah seperti kawanan pemburu.

*Sreett! Sreett! *

Mereka berputar mengitari para naga. Kemudian... Satu demi satu naga terkena sabetan bilah merah. Sebagian sayap mereka terpotong. Sebagian senjata mereka hancur. Beberapa naga langsung tumbang setelah tubuh mereka tersayat oleh Blades Crimson.

Ruang angkasa dipenuhi kilatan merah. Tubuh-tubuh naga berjatuhan, melayang tanpa daya di antara pecahan asteroid dan debu kosmik. Storm sama sekali tidak menunjukkan keraguan. Setiap serangannya dilakukan dengan cepat. Tepat. Dan tanpa belas kasihan.

---

Di belakang barisan naga... Zyron mengepalkan tangannya. "...Dia jauh lebih kuat dibanding saat melawanku," gumamnya.

Di sampingnya, Nyxdess memperhatikan Storm dengan tatapan dingin. "Manusia itu... Ia tidak ragu menghabisi lawannya. Tidak ada sedikit pun keraguan dalam setiap ayunan pedangnya." Keduanya mulai meningkatkan kewaspadaan. Storm bukan lagi lawan yang bisa dipandang sebelah mata.

Sementara itu... Dargon masih berdiri di tempatnya. Ia tidak bergerak sedikit pun. Tatapannya terus mengikuti setiap pergerakan Storm. Setelah beberapa saat... Dargon akhirnya membuka mulut. "Jadi inilah manusia yang menjadi pembicaraan."

Ia dapat merasakan sesuatu yang berbeda dari Storm. Bukan hanya kekuatannya. Tetapi juga sumber energi yang tersembunyi jauh di dalam dirinya. "Manusia biasa... tidak mungkin mampu bertahan di bawah tekanan para naga. Gelombang suara kami saja sudah cukup untuk merenggut nyawa mereka. Tapi dia..." Dargon menyipitkan matanya. "Dia melampaui batas itu. Seolah ada kekuatan lain yang menopangnya."

Sebagai Raja Naga... Dargon tidak dapat menebak batas sebenarnya dari kekuatan Storm. Namun... Ia sama sekali tidak merasa gentar. Perlahan, senyum tipis muncul di wajahnya. "Itu bagus. Kalau kau memang terus berkembang... Aku akan menghancurkanmu sebelum kau menjadi ancaman yang lebih besar."

Aura keemasan mulai mengalir dari tubuh Dargon. Tekanannya meningkat sedikit demi sedikit. Ribuan naga yang tersisa kembali mengaum, menyambut kebangkitan kekuatan Raja mereka.

Di tengah hujan bilah merah dan raungan para naga... Storm menghentikan langkahnya sejenak. Pedang Ashura masih meneteskan cahaya merah. Tatapannya kini tertuju langsung kepada Dargon. Ia tahu... Mengalahkan ribuan naga hanyalah awal. Pertarungan yang sesungguhnya adalah melawan Raja Naga yang sejak awal belum menunjukkan kekuatan aslinya.

More Chapters