Cherreads

Chapter 809 - Pria Bertopeng Bernama Overlord

Arena Pertarungan Kekaisaran... Debu masih beterbangan di atas lantai batu yang dipenuhi retakan.

Di tengah arena... Varxa terduduk sambil mengatur napas. Keringat membasahi wajahnya. Pertarungannya melawan Olymxorth benar-benar menguras tenaga. Tak jauh darinya... Olymxorth juga duduk di atas tanah dengan napas berat. Meski kalah... Senyuman tipis masih terlihat di wajahnya. "Kemenanganmu pantas," ucap Olymxorth. "Kau jauh lebih kuat daripada saat pertama kali kita bertemu."

Varxa hanya mengangguk pelan. "Terima kasih."

Belum sempat pertandingan dinyatakan selesai... Terdengar suara langkah kaki.

*Tok... Tok... Tok... *

Seluruh perhatian penonton langsung beralih menuju pintu masuk arena. Seorang pria berpakaian hitam perlahan memasuki arena. Jubah gelap menutupi hampir seluruh tubuhnya. Wajahnya tersembunyi di balik topeng hitam tanpa ekspresi. Di tangan kanannya... Tergenggam sebuah pedang tua yang dipenuhi karat. Senjata itu tampak rapuh. Namun justru memancarkan aura yang membuat siapa pun merasa tidak nyaman.

Seorang perwira Kekaisaran melangkah maju. "Berhenti! Siapa kau?"

Pria bertopeng itu tidak menjawab. Ia terus berjalan. Perwira itu langsung menyerang.

*Sreet! *

Kilatan pedang berkarat melintas. Dalam sekejap... Perwira tersebut terpental dan menghantam dinding arena hingga pingsan. Semua orang membelalakkan mata. "Apa...?!"

Beberapa perwira lainnya langsung maju bersamaan. Mereka menyerang dari berbagai arah. Tetapi...

*Sreet! Sreet! Sreet! *

Pedang berkarat itu bergerak dengan kecepatan yang hampir mustahil diikuti mata. Satu demi satu... Para perwira berjatuhan. Dentuman terus terdengar memenuhi arena.

*Bang! Duar! *

Dalam hitungan detik... Belasan perwira Kekaisaran telah tumbang. Arena yang megah berubah menjadi berantakan. Retakan memenuhi lantai. Debu mengepul ke udara. Para peserta yang masih berada di arena segera mundur. Varxa dan Olymxorth hanya mampu menatap dalam diam. Mereka dapat merasakan... Pria itu belum benar-benar serius.

---

Akhirnya... Pria bertopeng itu berhenti melangkah. Ia mengangkat pedang berkaratnya. Suara beratnya menggema ke seluruh arena. "Dengarkan baik-baik. Aku... adalah Overlord."

Suasana menjadi semakin sunyi. Nama itu belum pernah terdengar sebelumnya. Namun tekanan yang dipancarkannya membuat banyak orang merinding. Overlord memandang seluruh tribun penonton. Tatapannya yang tersembunyi di balik topeng seolah mampu menembus rasa takut semua orang. "Jangan ada yang ikut campur. Kalau kalian masih ingin hidup... Diam di tempat kalian." Ia mengarahkan pedangnya ke arah para perwira yang telah tumbang. "Kalau tidak... Kalian akan bernasib sama seperti mereka."

Tak seorang pun bergerak. Tak seorang pun berani menjawab. Seluruh arena yang sebelumnya dipenuhi sorakan kini berubah menjadi lautan keheningan. Semua orang hanya bisa menatap sosok misterius bernama Overlord... Pria bertopeng dengan pedang berkarat yang telah melumpuhkan para perwira Kekaisaran seorang diri.

More Chapters