Cherreads

Chapter 838 - Ice Emperor

Ruang angkasa di sekitar Storm tiba-tiba berubah. Storm menundukkan kepalanya. Energi yang tersisa di dalam tubuhnya perlahan berubah menjadi dingin yang menusuk. Lalu—

*FWOOM! *

Gelombang es menyebar ke seluruh penjuru Konstelasi Draco. Bintang-bintang di sekitar medan perang seakan tertutup lapisan kristal. Asteroid yang melayang mulai membeku. Sebagian naga yang berada terlalu dekat dengan Storm langsung terperangkap dalam lapisan es. Semua pasukan yang melihatnya terdiam.

"Mustahil..."

Dari dalam Ginga Stars, Proxi segera membaca perubahan energi. "Temperatur ruang di sekitar Storm mengalami penurunan drastis."

Napstylea menatap dengan takjub. "Storm menggunakan kekuatan lamanya."

Arabels hanya terdiam. Tatapannya tertuju pada Storm.

Perlahan... Rambut Storm yang sebelumnya putih berubah menjadi biru muda seperti es. Aura dingin menyelimuti seluruh tubuhnya. Armor Skycrimson yang telah rusak juga tertutup lapisan kristal es. Kemudian pedang Ashura di tangannya berubah.

*KRAK... *

Lapisan es menyelimuti bilahnya. Dalam sekejap, Ashura berubah menjadi pedang es yang memancarkan hawa dingin luar biasa. Storm mengangkat wajahnya. Tatapannya kini jauh lebih dingin. "Ice Emperor."

Gelombang energi kembali menyebar. Namun... Dargon tidak bergerak. Zyron juga tidak mundur. Nyxdess bahkan hanya mengamati Storm dengan tenang. Mereka bertiga sama sekali tidak terpengaruh. Es yang membekukan ruang di sekitar mereka tidak mampu menahan tubuh mereka.

Dargon menggenggam Eternal Golden Dragon Sword. "Menarik."

Zyron tersenyum. "Jadi kau masih menyimpan kekuatan seperti ini."

Nyxdess mengangkat tangannya. Lapisan es yang mendekatinya langsung hancur sebelum menyentuh tubuhnya. "Serangan yang indah. Tapi tidak cukup untuk menghentikan kami."

Storm tidak menjawab. Ia hanya menggenggam pedang esnya semakin erat. Aura dingin kembali meningkat. Di seluruh Konstelasi Draco... Es mulai menyelimuti medan perang. Namun tiga naga di hadapannya tetap berdiri tanpa gentar.

Dargon menatap Storm dengan tajam. "Kalau itu adalah kekuatan terkuatmu... Perlihatkan."

Storm mengangkat pedang esnya. "Jangan menyesalinya."

More Chapters