Cherreads

Chapter 855 - Two Spears of Fire

Dargon masih dalam wujud naga raksasa. Tatapannya tertuju pada Storm yang kini telah berubah menjadi Xyrares Vonalys dalam True Cataclysm Form. Api kosmik terus berputar di sekitar tubuh Storm. Tekanannya begitu besar hingga ruang angkasa Gamma Draconis bergetar.

Dargon akhirnya mengangkat kepalanya. "Jangan biarkan dia mendekat!" Raungannya menggema. "Serbu!"

*ROOOOOAR! *

Ribuan naga langsung bergerak. Mereka melesat dari berbagai arah menuju Storm. Jumlah mereka begitu banyak hingga sebagian ruang angkasa tertutup oleh bayangan tubuh para naga. Arabels dan Napstylea yang berada jauh di belakang hanya bisa terpaku. "Storm..."

Namun Storm tidak bergerak. Ia hanya berdiri di tengah ruang angkasa. Tatapannya tenang. Kemudian—

*FWOOSH! *

Tubuh Xyrares Vonalys menghilang. Dalam sekejap, cahaya api kosmik melesat menembus kerumunan naga.

*BOOM! *

Satu naga terpental. Storm kembali menghilang.

*FWOOSH! *

Cahaya merah kembali melintas. Naga lainnya kehilangan keseimbangan dan jatuh menjauh dari medan perang. Storm bergerak dengan kecepatan yang hampir tidak dapat dilacak. Dari kejauhan, yang terlihat hanyalah garis-garis api kosmik yang melesat ke berbagai arah. Satu demi satu naga tumbang dan tidak lagi mampu melanjutkan serangan.

Dalam hitungan menit... Ribuan naga yang sebelumnya mengelilingi Storm telah tercerai-berai. Medan perang kembali terbuka.

Dargon terdiam. Ia tidak menyangka pasukan naga dalam jumlah sebesar itu dapat dihentikan secepat itu.

Storm kemudian berhenti. Tubuh Xyrares Vonalys melayang di tengah ruang angkasa. Api kosmik masih menyelimuti tubuhnya. Kali ini... Dua cahaya merah terang muncul di kedua tangannya.

*FWOOSH! *

Api kosmik berkumpul dan memadat. Storm menggenggam dua senjata berbentuk tombak. Satu berada di tangan kanan. Satu lagi berada di tangan kiri. Keduanya dipenuhi api kosmik yang terus berputar. *Two Spears of Fire. *

Storm memutar kedua tombak itu perlahan. Gelombang panas menyebar ke sekelilingnya. Dargon menatapnya dengan serius. Storm kemudian mengangkat kedua tombaknya. Tatapan Xyrares Vonalys langsung terkunci pada sang Raja Naga. Tidak ada rasa takut. Tidak ada keraguan. Storm hanya berdiri di hadapan Dargon. Seolah ribuan naga yang baru saja dia kalahkan bukanlah apa-apa.

Dargon menggeram. "Jadi kau masih ingin melawanku?"

Storm menggenggam kedua tombaknya lebih erat. Api kosmik semakin membesar. "Sejak awal... aku memang datang untuk membunuh siapapun yang menghalangi jalanku."

Dargon membentangkan sayap naganya. Ruang angkasa kembali bergetar.

Bersambung.

More Chapters