Dargon terus melesat menuju Arabels. Namun Napstylea tidak tinggal diam. Ia segera mengaktifkan sistem utama armornya. "Silver Link!"
*FWOOSH! *
Cahaya perak menyelimuti tubuhnya. Energi Armor Silver meningkat drastis. Sebuah tombak muncul di tangannya. Napstylea menggenggamnya erat lalu melesat ke depan. "Aku tidak akan membiarkanmu mendekati rekanku!"
Napstylea menghadang jalur Dargon. Ia mengayunkan tombaknya.
*CLANG! *
Namun Dargon dengan mudah menghindarinya. Gerakannya terlalu cepat. Dargon kemudian mengangkat satu tangannya. Aura emas terkumpul di telapak tangannya.
*BOOOOM! *
Hempasan energi langsung menghantam Napstylea. Tubuhnya terpental jauh. "Napstylea!"
Storm yang melihat kejadian itu langsung mengubah arah. Ia melesat dengan kecepatan tinggi.
*FWOOSH! *
Tubuh Napstylea yang terpental akhirnya berhasil ditangkap Storm sebelum melayang terlalu jauh. Storm menahannya dengan kedua tangannya. "Napstylea!"
Napstylea membuka matanya. Ia masih baik-baik saja. Storm menghela napas lega. "Syukurlah..."
Napstylea justru tersenyum kecil. "Jadi... kau masih sadar."
Storm menatapnya. "Apa maksudmu?"
Napstylea melihat wujud Xyrares Vonalys di hadapannya. "Walaupun wujudmu berubah... kau masih Storm."
Storm terdiam sesaat. Namun ekspresinya langsung berubah. Ia melihat ke depan. Matanya melebar. "Arabels!"
Arabels kini sendirian. Dargon sudah hampir mencapainya. Arabels mundur perlahan. Ia melihat sosok Raja Naga yang semakin mendekat. Storm langsung menyerahkan Napstylea agar tetap stabil. "Tetap di sini." Napstylea mengangguk.
Storm berbalik. Api kosmik kembali meledak dari tubuhnya. Namun jarak antara dirinya dan Arabels sudah terlalu jauh. Dargon telah berada sangat dekat dengan Arabels.
Arabels menatap sosok naga humanoid itu dengan tegang. Dargon mengangkat Eternal Golden Dragon Sword. "Kalau kau begitu berharga bagi Storm... maka kau adalah kelemahan yang harus kuhancurkan."
Storm menggeram. "JANGAN SENTUH ARABELS!" Ia langsung melesat. Namun Dargon sudah berada tepat di hadapan Arabels.
Bersambung.
