Di Urco Tastarius, suasana aula istana kembali dipenuhi para petinggi galaksi. Oreons duduk di singgasananya. Di sampingnya berdiri Yllarxa. Rangers berada tidak jauh dari pintu aula, sementara Rhythm, Leo, dan Thraxor juga telah kembali berada di tempat mereka.
Namun hari itu... seorang tamu dari luar galaksi datang.
Pintu aula terbuka. Seorang pria berjalan masuk dengan pakaian tempur yang tampak telah melewati banyak pertempuran. Rambutnya tertiup pelan oleh angin dari luar aula. Ia berhenti beberapa meter di hadapan Oreons. "Xyros Sealactive." Ia memperkenalkan dirinya. "Pejuang dari Planet G-6534."
Oreons mengangguk. "Selamat datang di Urco Tastarius."
Para petinggi galaksi memperhatikan Xyros. Tidak ada tanda-tanda permusuhan. Namun Xyros tidak datang untuk bertamu. Ia juga tidak membawa surat perang. Wajahnya justru terlihat sangat serius. "Aku datang membawa peringatan."
Suasana aula langsung berubah. Oreons sedikit mengernyit. "Peringatan?"
Xyros mengangguk. "Nama yang akan kusebutkan mungkin belum dikenal oleh banyak orang di galaksi ini." Ia menarik napas. "Xelkor Infinites." Beberapa petinggi mulai saling memandang. Xyros melanjutkan. "Dia adalah Sang Pembawa Petaka. Dan sekarang dia sedang bergerak."
Aula menjadi sunyi. Xyros menatap seluruh petinggi yang berada di sana. "Jangan bersiap menghadapi sebuah konstelasi. Jangan pula mengira ini hanya perang antarplanet." Ia mengepalkan tangannya. "Kalian akan menghadapi... sebuah galaksi."
Tidak ada yang berbicara. Thraxor yang biasanya sangat tertarik dengan peperangan hanya terdiam. Rangers menyilangkan tangannya. Rhythm berhenti bersantai. Leo menatap Xyros dengan serius. Oreons bersandar di singgasananya. "Seberapa besar ancamannya?"
Xyros menjawab tanpa ragu. "Jauh lebih besar daripada perang yang baru saja kalian hadapi." Yllarxa terlihat khawatir. "Jadi armada Kekaisaran..." "Belum tentu cukup," jawab Xyros.
Pernyataan itu membuat seluruh aula kembali hening. Selama ini Kekaisaran memiliki armada besar. Mereka bahkan mampu menaklukkan banyak konstelasi. Namun jika Xelkor Infinites benar-benar membawa ancaman sebesar yang dikatakan Xyros... maka mereka tidak bisa lagi mengandalkan kekuatan biasa. Oreons mengepalkan tangannya. "Kalau begitu kita harus mempersiapkan seluruh kekuatan yang kita miliki."
Sebelum pembicaraan berlanjut— Seorang prajurit berlari masuk. "Yang Mulia!" Ia segera berlutut. "Ada laporan terbaru dari Draco." Semua orang menoleh. "Perang di Konstelasi Draco telah berakhir." Yllarxa langsung terlihat lega. "Bagaimana dengan Tyrannons?" Prajurit itu menjawab. "Tyrannons masih hidup." Wajah Yllarxa langsung berubah lega. Oreons juga tersenyum kecil. "Kabar bagus."
Namun laporan berikutnya membuat mereka kembali terkejut. "Tartanos juga akan kembali menuju Urco Tastarius." Oreons mengangkat alis. "Tartanos?" Prajurit itu mengangguk. "Dan mereka tidak datang sendirian." Ia melihat catatan di tangannya. "Tim X.A.R.A juga sedang menuju kemari."
Aula kembali hening. Leo menatap Oreons. "X.A.R.A..." Thraxor justru tersenyum tipis. "Jadi mereka akhirnya datang." Rhythm menghela napas. "Semoga mereka tidak membawa masalah baru."
Namun Oreons tidak mengatakan apa-apa. Ia justru teringat pada satu nama yang selama ini hanya terdengar melalui laporan. Seorang pejuang yang mampu bertarung melawan ras naga. Seseorang yang bahkan berhasil mengalahkan Dargon. Seseorang yang menggunakan kekuatan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Storm Realms.
Yllarxa juga tampak penasaran. "Jadi... kita akhirnya akan bertemu dengannya?"
Oreons menatap pintu aula. "Sepertinya begitu."
Rangers hanya diam. Leo juga memperhatikan pintu tersebut. Xyros yang baru saja datang terlihat tertarik. Ia belum pernah melihat Storm secara langsung. Namun ia telah mendengar laporan tentang pertarungan di Draco. Seorang pejuang yang mampu membuat seluruh konstelasi berguncang. Dan sekarang... orang itu sedang menuju Urco Tastarius.
Di satu sisi, mereka harus mempersiapkan diri menghadapi Xelkor Infinites. Di sisi lain... mereka akan segera bertemu dengan seseorang yang mungkin dapat mengubah keseimbangan kekuatan galaksi.
