Cherreads

Chapter 2 - tebak-tebakan saja

Kalau di hadapannya ada sebuah pedang yang dalam keadaan tertancap di sebuah batu(mungkin mirip altar persembahan? Atau mirip tempat pajangan saja?) dengan lambang-lambang dan simbol-simbol aneh yang terukir di batu itu, walaupun sedikit agak mencurigakan tapi Udin tampak terlihat begitu kagum dan takjub akan keindahan yang ada di pedang itu, dikarenakan pedang itu memiliki akan ukiran dan warna yang begitu indah bagaikan sebuah langit biru indah dan cerah di pagi hari.

Memang ini suatu mengejutkan bagi Udin karena pedang seperti itu tidak mungkin ada di dunia nyata kecuali di dalam mimpi saja, tapi tampaknya Udin seperti ingin menyentuh dan melihatnya secara dekat, Udin pun mendekati pedang itu dan menyentuh pedang itu dengan saksama.

Udin mulai melihat-lihat apa saja yang terukir di pedang itu dan di batu itu juga, walaupun Udin masih beranggapan kalau dia masih di dalam mimpi(tapi sebenarnya tidak, dia bukan di dalam mimpi tapi dia benar-benar ada di dunia yang berbeda dengan bumi).

Udin begitu tambah takjub dan kagum akan pedang itu, ketika dia telah menemukan arti dari ukiran-ukiran itu, walaupun dia masih ada keraguan akan arti dari ukiran-ukiran itu, karena dia tahu kalau itu hanya perkiraan saja dan belum benar-benar pasti akan arti ukiran-ukiran itu.

Memang arti yang di perkirakan oleh Udin seperti ini: "Sang yang telah terpilih akankah engkau membangunkan dan menyadarkan orang-orang yang telah terbodohi oleh dunia secara benar dan sangat amat terkasih, tanpa adanya diskriminasi ras, budaya, agama maupun golongan? Akankah engkau mampu melakukan hal itu, wahai sang yang telah terpilih?".

Seperti itulah perkiraan dari Udin ketahui dari arti ukiran-ukiran itu, karena Udin sudah pernah mempelajari tentang akan hal kesenian(kamu taulah orang-orang kaya akan melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan termasuk pengetahuan/ilmu yang mereka tidak ketahui, mereka melakukannya hanya untuk dianggap cerdas dan berpengetahuan dari orang lain).

Tapi Udin beda, dia mempelajari akan hal itu hanya untuk mengukir di alat pancing kesayangannya saja, tidak lain hanya untuk mengukir ukiran yang bermakna, walaupun dia hanya mempelajarinya sebentar saja(hanya satu tahun saja) dan tidak mendalaminya dengan sungguh-sungguh.

Yah, walaupun dia suka salah dalam mengartikan kata-kata yang ada diukirannya.

Sebenarnya arti sesungguhnya adalah: "engkau sang pemimpin penyelamat yang amat bijaksana dan begitu amat ramah, tolong untuk menampar orang-orang yang ada di dunia ini untuk sadar bahwa mereka telah dibutakan oleh dunia dan mereka juga telah dibodohi oleh dunia karena mereka telah diperalat oleh dunia yang mereka tinggali tersebut."

Saat itulah Udin mencabut pedang tersebut dari batu itu karena Udin ingin melihat lebih jelas akan seni yang ada di pedang tersebut(walaupun pada dasarnya anak berumur empat tahun tidak akan mungkin bisa mencabut dan memegang pedang yang melebihi berat atau ukuran tubuhnya).

Tapi Udin entah kenapa bisa mencabut pedang itu dengan begitu mudah? Atau karena rasa penasarannya kah membuat tiba-tiba kuat? Biasanya Udin suka tidak sadar saat kalau rasa penasarannya bisa membuatnya melakukan apapun yang seharusnya dia tidak bisa lakukan(kecuali hal-hal negatif seperti mesum/pencabulan/pemerkosaan), ya bisa dibilang insting dirinya muncul tapi itu aktif saat rasa penasarannya muncul atau ada.

Tampak Udin sudah memegang pedang tersebut di tangan sebelah kanannya(tanpa dia sadari), Udin masih terpukau dan takjub akan keindahan pedang tersebut(walaupun sebenarnya pedang itu memiliki berat tujuh kali lipat dari berat mesin kapal kargo, memang berat pedang itu tidak masuk akal tapi itu memang kenyataannya).

Udin bukanlah orang kuat atau orang yang mempunyai kekuatan yang begitu hebat, tapi dia orang biasa dan tidak punya kekuatan apapun itu(kecuali mengangkat pedang itu, aku tidak mau menjelaskan apapun itu karena Udin ini memang sangat anomali sekali:).

Terlihat Udin masih terpukau dan takjub dengan pedang tersebut, Udin tetap tidak sadar kalau tubuhnya seharusnya tidak bisa mengangkat pedang seperti itu dan tampak kalau ada sebuah makhluk-makhluk menjijikan yang sedang mengawasi Udin dari jarak kejauhan, makhluk-makhluk itu berbentuk seperti serigala hitam dengan tambahan sisik reptil dan mulutnya seperti gorila tapi dengan ukuran seperti harimau.

Makhluk-makhluk menjijikan itu sedang menargetkan Udin sebagai makanannya dan seketika makhluk-makhluk itu menyerang Udin di beberapa arah(kiri-belakang-kanan-depan), mereka menyerang saat Udin lengah dan Udin seketika terkejut dengan apa yang terjadi saat ini.

Tanpa basa-basi Udin langsung menyerang dan membunuh mereka semua dengan kejam dan mengerikan, Udin tampak menikmati akan pembantaian yang dia lakukan karena pada dasarnya Udin tidak mengetahui kalau dia ada dalam sebuah kenyataan, karena pada dasarnya Udin masih yakin bahwa dia ada di dalam sebuah mimpi.

Sebenarnya Udin di sini pakai pakaian ya, karena pada umumnya kan Udin datang ke dunia itu tanpa pakaian karena pakaiannya di bumi sudah tidak ada lagi dan terutama tubuhnya juga tidak ada lagi, jadi yang membuat pakaian untuk Udin adalah dua sosok makhluk yang waktu itu, dua sosok itu yang membuatkan pakaian untuk Udin.

Lanjut ke cerita utama kita, saat ini Udin telah membantai habis makhluk-makhluk itu dengan begitu begitu banyaknya(berjumlah 8716) dan sampai-sampai menumpuk bagaikan sebuah bukit, tampak kalau tubuhnya Udin telah dipenuhi oleh darah-darah makhluk-makhluk itu dan terdapat juga sebuah luka cakaran dari makhluk-makhluk itu.

Tapi Udin langsung terdiam ketika dia merasakan sebuah rasa sakit seperti terbakar di luka yang dia dapatkan dari cakaran makhluk-makhluk itu, rasa sakit itu begitu sangat nyata adanya Udin dan begitu sangat-sangat nyata adanya yang Udin rasakan di tubuhnya, dia tidak bisa berbuat apa-apa ketika menyadari hal itu dan dia hanya berdiam berdiri saja tanpa gerakan sedikit pun.

Rasa sakit dari lukanya itu benar-benar tidak bisa dia berbuat apa-apa selain diam saja dan dia baru menyadari kalau dari tadi dia bukan di dalam sebuah mimpi tapi dia ada di dalam sebuah kenyataan yang sama dengan yang ada di bumi dengan konsep berbeda(yaitu dunia).

Udin tidak tau dunia apa yang dia saat ini berada dan dia masih bertanya-tanya mengapa dia ada di dunia itu dan mengapa juga ini begitu cepat atau mendadak sekali.

Udin tau akan konsep kalau ada dunia selain bumi tapi dia tidak menyangka akan terjadi begitu cepat tanpa dia sadari sedikit pun dan dia juga menyadari kalau ukuran pada tubuhnya mengecil bagaikan anak kecil berumur empat tahun, Udin tidak tau berbuat apa selain berpikir untuk ke depannya karena dia saat ini tidak punya perbekalan apapun itu dan dia juga barusan telah membunuh banyak makhluk.

Udin begitu menyesali akan perbuatannya barusan itu dan dia mencari cara agar mayat-mayat makhluk-makhluk itu dihilangkan karena kalau tidak dihilangkan akan terjadi bencana yang begitu buruk bagi ekosistem hutan itu dan makhluk-makhluk lainnya.

Udin berjalan-jalan tidak jauh dari mayat-mayat itu, dia secara tidak sengaja menemukan sebuah tumpukan pakaian yang mana ukuran pakaian itu sama dengan ukuran tubuhnya.

Udin tidak tau dari mana pakaian-pakaian itu berasal karena ini seolah-olah ada orang telah meninggalkan pakaian-pakaian itu untuk dirinya dan dia juga menemukan sebuah dua cincin tapi bentuknya mirip cakar robot untuk sebuah kostum fiksi ilmiah(menurut Udin).

Udin terlihat bingung dengan dua cincin itu karena Udin tidak tau untuk apa itu ada di situ dan apalagi dua cincin itu tiba-tiba menyesuaikan diri dengan jari tangan bagian kanannya Udin, Udin tidak tau teknologi apa yang dipakai oleh dua cincin itu biar bisa menyesuaikan diri dengan bentuk jari si pemakainya karena di bumi tidak ada teknologi seperti itu dan itu tidaklah mudah untuk membuat teknologi seperti itu.

Apalagi Udin tau kalau dua cincin itu termasuk material logam(bukan plastik ataupun karet) tapi Udin tidak tau material logam apa yang ada di dua cincin itu, Udin tampak masih penasaran dengan dua cincin itu dan dia secara tidak sengaja merobek udara yang ada di depannya, yang mana robekan itu berbentuk lurus ke bawah dengan tidak rata.

Udin terkejut dengan hal itu karena dia sebenarnya tidak sengaja melakukan hal itu dan apalagi robekan itu seketika membesar 2 kali lipat, Udin tidak tau kenapa robekan itu membesar dan Udin terkejut lagi karena seketika ada sebuah benda keluar dari robekan itu, benda itu bagaikan sebuah drone dengan bentuk seperti kapal ruang angkasa atau satelit tapi dengan ukuran 1 meter/1000 milimeter.

Untuk seukuran drone itu terlalu begitu besar untuk kategori drone non militer dan apalagi drone itu tidak mengeluarkan suara berisik/bising karena pada dasarnya drone akan mengeluarkan suara berisik/bising saat diaktifkan dan saat terbang juga.

Jadi ini membuat Udin bertanya-tanya kenapa drone yang ada di depannya tidak mengeluarkan suara bising/berisik? Padahal membuat drone tanpa mengeluarkan suara bising/berisik itu cukuplah susah(apalagi ini kategori non militer), ini drone cukup membuat Udin sangat penasaran akan cara kerja mesin yang ada di dalam drone itu.

Tapi saat itu juga robekan yang di depan Udin seketika tertutup dan saat itu juga pikiran Udin terhubung ke drone itu, seolah-olah di dalam otaknya ada chipset terpasang dalam kepalanya, walaupun sebenarnya di bumi juga ada mekanisme alat elektronik yang bisa diatur atau dikendalikan menggunakan pikiran walau sebenarnya hal semacam itu begitu sangat mahal dan perlu perhatian khusus dalam mekanisme semacam itu.

Udin terkejut sekali dengan hal tersebut karena dia tidak menduga akan ada hal semacam itu dan apalagi Udin tidak pernah melakukan pemasangan mekanisme seperti itu di dalam otaknya, Udin tampak takut dengan hal itu karena Udin takut kalau itu semacam sihir dan apalagi dalam agamanya melarang adanya melakukan sihir(agamanya yang Udin anut adalah Islam).

Karena hal itu Udin tidak tau harus berbuat apa dan apalagi dia juga sudah menyadari kalau dia ada nyata walaupun bukan di bumi, Udin takut juga kalau robekan yang dia lakukan tadi juga semacam sihir(memang sihir sebagian orang menganggap bukan hal yang dilarang kalau dilakukan tapi untuk agama Islam sihir adalah hal sesuatu yang dilarang dan sudah masuk ke dalam dosa besar kalau dilakukan).

Udin sangat taat dengan aturan agamanya karena hal itu Udin sangat benar-benar ketakutan(apalagi Udin juga telah membunuh banyak makhluk walaupun makhluk itu adalah makhluk-makhluk buas) dan tidak tau harus berbuat apa, saat itu juga drone itu bergerak dengan sendirinya ke arah mayat-mayat yang telah dibunuh oleh Udin dan membersihkan mayat-mayat itu dengan cara menghilangkannya entah kemana.

Udin terkejut dan tambah takut dengan apa yang dilihatnya karena drone itu bergerak dan menghilangkan mayat-mayat itu dengan cara apa, drone itupun kembali ke hadapan Udin dan Udin benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa lagi dengan apa yang terjadi, Udin tau dia harus bertobat ke Tuhannya dan meminta ampunan kepada Tuhannya.

Udin pun melakukan tobat dengan cara yang ada di agamanya dan sekaligus melakukan ibadah kepada Tuhannya, tampak sudah masuk malam hari Udin terlihat memasak ikan yang dia tangkap di sungai dan dia juga memasukkan beberapa bumbu masakan walaupun hanya beberapa saja yang dia masukkan ke dalam masakannya seperti cabai, bawang merah dan bawang putih, tomat, garam(walaupun menggunakan batu garam berukuran kecil yang Udin temukan secara tidak sengaja), kunyit dan jahe.

Udin juga sudah mengobati luka-lukanya dan saat malam itu juga para raja-raja telah menyiapkan kursi-kursinya dan mereka telah duduk di kursi mereka masing-masing sambil menyaksikan perjalanan Udin dengan rasa senang dan bahagia berserta penasaran yang begitu tinggi.

Saat itu juga bulan memiliki dua warna berbeda(merah sebelah kiri dan biru muda sebelah kanan) warna-warna itu tidak menyatu dan tapi juga tidak dipisah tapi dengan saling mengerat dan saling melengkapi, warna-warna itu begitu indah dan amat anggun, tidak ada kontradiksi warna pada bulan itu dan warna-warna itu tidak saling menjelekkan tapi saling memperindah tampilan warna.

Bersamaan juga dengan adanya meteorit-meteorit yang jatuh ke dunia itu dengan warna-warna yang beragam indahnya dan bintang-bintang yang dulunya dianggap mati telah bersinar amat terang dengan warna-warna indahnya menghiasi langit-langit malam.

Budak-budak yang tersiksa menyaksikan adanya bintang-bintang yang dulunya dianggap mati telah bersinar amat terang dan budak-budak ribut bersorak-bersorak adanya kejadian itu, para pemimpin agama yang ada di dunia itu terkejut dan tercengang dengan apa yang ada di malam hari itu karena mereka telah menyaksikan ramalan dan dongeng yang ada di batu prasasti agama mereka yang telah diukir sejak 6 miliar tahun lalu.

Batu-batu prasasti hancur saat itu juga tanpa sebab dan patung-patung tuhan-tuhan agama yang ada di dunia itu meleleh bagaikan es dipanasin, rumah ibadah agama mereka berguncang hebat dan keras tanpa sebab, malam itu adalah malam penuh keributan bagi agama yang ada di dunia itu karena hal semacam itu tidak pernah ada dan tidak pernah terjadi sedikit pun.

Malam itu adalah di mana para raja-raja telah duduk di singgasana mereka masing-masing sambil menyaksikan pembaruan dunia dan keributan di mana-mana akan guncangan itu.

Malam itu adalah malam di mana dunia dimainkan oleh para raja-raja dan telah saksikan oleh mereka semua!!!!.

More Chapters