Cherreads

Chapter 2 - Creation

Diatas Lautan tak terbatas dan tak terbendung itu , disuatu tempat sangat jauh yang tak dapat di ukur secara normal itu . Yang ada sosok nya itu

Venereble Supreme memulai menulis takdir seluruh makhluk dengan tangannya sendiri di gulungan kekosongan. Seperti halnya , Penciptaan, Kehidupan, Kehancuran , Kekacauan, Kemakmuran, ketidakberdayaan, dan lainnya .

Setelah tiba selesai dia menutup gulungan itu dan menyimpan nya di antara tempat wilayah Lautan ,diatas Domain Kegelapan tak terbatas.

Dengan Ke Maha Tahuan nya ,

melihat Makhluk - Makhluk yang diciptakannya lewat tetesan air dari lautan diatas Domain Kegelapan telah mengisi Planet-planet menjadi lebih Hidup dan berkegiatan. 

Tidak berselang lama ,dengan keinginan nya 

Cahaya terang muncul lalu bertranformasi menjadikan makhluk baru seakan lahir.

Tubuh makhluk baru ini diciptakan dari cahaya terang, diperkirakan tinggal nya 10.000 Zhang (35.000 meter), makhluk dapat dilihat seperti makhluk suci dengan membawa aura cahaya keemasan, jika makhluk ini berdiri dan diperhatikan seksama terlihat dipunggung nya Empat puluh pasang Sayap putih besar .

Ini adalah Makhluk Baru bernama Malaikat 

Disekitar cahaya terang yang menciptakan hal makhluk baru tersebut, ada cahaya redup layaknya kunang-kunang di kegelapan.

Cahaya redup itu bertranformasi menjadi makhluk baru lainnya, namun tergolong seperti feminim dan membawa kecantikan tersendiri 

Seperti cahaya bulan yang menerangi kegelapan 

Perwujudan dari manifestasi cahaya redup Menjadi kan makhluk baru bernama Peri.

Lewat kehendak nya unsur terkait kegelapan dari Domain kegelapan, Juga diciptakan beberapa makhluk baru , 

"Mulai Sekarang Kau akan bernama Azatoth ,

Sedangkan kau adalah bernama Yog-Sothoth!

Adapun kalian berdua yang terkecil akan menjadi keturunan Azatoth bernama Nyarlathotep dan Shub-Niggurath" Untuk pertama kali nya Venereble Supreme berkata pada makhluk yang diciptakannya dari unsur kegelapan.

Lewat Tangan Venereble Supreme ada Api yang menyala terang lalu api itu pun terlempar ditengah kegelapan perlahan-lahan bertranformasi menjadi makhluk baru lainnya.

Satu diantara Makhluk tersebut berwujud wajahnya tampan adapun keadaan fisiknya seakan seperti kekuatan pemusnah , dibelakang punggungnya terdapat empat pasang sayap api.

Makhluk lain nya pun berfisik seperti hewan pada umumnya , sepasang sayap terang dibelakang nya membuat makhluk ini seakan membawa ratusan matahari diantara bulu-bulu sayapnya.

Mereka akan dikenal sebagai Burung Phoenix Sejati dan Makhluk rupawan dari perwujudan api yang mengembangkan empat pasang sayap dipundak nya akan dikenal sebagai Azazil.

Sedikit Pikiran Venereble Supreme

Mengambil dari unsur kekacauan diantara Domain kegelapan terlahirlah Naga Sejati 

Saat tangan Venereble Supreme terangkat sedikit, lewat kehendaknya seluruh unsur terbaik dari inti Planet-planet yang ada disetiap Langit pun terkumpul ditangan nya. Perlahan-lahan mulai bertranformasi menjadi makhluk baru berbeda dari lainnya, fisik dan tubuhnya Gagah dan Perkasa lalu Jika dilihat didalam tubuhnya terdapat Organ-organ baru diciptakan ,

Seakan lebih lengkap dari Makhluk-makhluk yang diciptakan sebelumnya , Paras wajahnya makhluk ini lebih indah dari cahaya terang ,lebih cantik dari cahaya rembulan di kegelapan. 

Tidak jauh berselang lama , unsur-unsur dari organ tubuh makhluk baru ini menciptakan makhluk baru lainnya, berbeda nya terlihat sedikit feminim dan membawa kecantikan tersendiri yang tidak kalah dari makhluk bernama Peri.

Ini adalah makhluk terakhir yang diciptakan Venereble Supreme dengan tangan nya Sendiri lalu menambahkan beberapa aspek-aspek baru yang tidak ada dari makhluk sebelumnya.

"Mulai sekarang Kalian berdua Pasangan,

Kau akan bernama Huang dan pasangan nya bernama Guanyin" Venereble Supreme berkata.

Ketahuilah Ini adalah makhluk yang dikenalkan bernama Manusia untuk pertama kali disini.

Sedikit tiupan dari Venereble Supreme Untuk seluruh makhluk dan ras baru ini diciptakan mulai terlihat adanya aktifitas, gerakan dan Suara

"Kusampaikan kepada Kalian semuanya dari sini.

Akan ku beri kalian semua pengetahuan, kekuatan ,ilmu dan semua hal yang termasuk didalamnya penciptaan , kemakmuran dan kehancuran, sebagai bekal pemahaman kalian untuk kalian semua melakukan Semua hal disetiap hal diantaranya Langit-langit yang telah ku susun, dirapikan dan ditingkatkan itu , 

Aku sang pencipta semua hal , dengan keagungan ku , akan kebebasan kalian semua 

Dan tidak akan ikut campur urusan diantara kalian semua, lakukanlah yang ingin kalian lakukan nantinya, Tapi hati-hatilah Murkaku!!"

Perkataan Venereble Supreme ini membuat semuanya hal yang diciptakan sebelumnya juga termasuk diantara makhluk-makhluk baru ini bergetar , bergemuruh, terguncang sekan kehidupan yang baru akan dimulai itupun , langsung mati seketika hanya dengar suaranya.

 Tidak lama kemudian tujuh permata yang berisi didalamnya terdapat tujuh unsur utama Emosi.

Permata emosi ini berisi Amarah , Ketakutan Keinginan, Kebahagiaan, Kesedihan, kejahatan dan Cinta . Tujuh Permata ini dihembuskan oleh Venereble Supreme kepada Seluruh makhluk ciptaannya tanpa terkecuali.

"Sekarang, Pergilah kalian semua"Venereble Supreme berkata kepada Makhluk didepannya. 

Makhluk-makhluk baru yang diciptakannya tersebut mengikuti perintahnya, Sebelum pergi mereka semua hormat dan tunduk akan kekuasaan dan perintah nya .

Mereka semua nya berpencar di segala penjuru langit dan menghilang dari tempat ini 

...

Setelah kepergian mereka,

Lautan tak terbatas itu kembali tenang.

Gulungan takdir tetap tersegel,

tertidur dalam diam di atas Domain Kegelapan.

Namun…

apa yang telah dituliskan di dalamnya

telah mulai berjalan.

Di antara Langit-langit yang telah disusun,

planet-planet yang sebelumnya sunyi mulai berubah.

Air mulai mengalir mengikuti hukum yang baru.

Tanah mulai mengeras, menopang kehidupan.

Angin berhembus membawa suara pertama dari dunia yang baru lahir.

Dan di sanalah—

awal mula peradaban dimulai.

Para Malaikat turun dari ketinggian,

menjadikan langit sebagai wilayah mereka.

Mereka membangun istana dari cahaya,

mengukir hukum dan keteraturan,

menjadikan diri mereka penjaga keseimbangan.

Setiap kepakan sayap mereka

menghasilkan gelombang energi yang menjaga stabilitas dunia.

Bagi mereka, dunia harus teratur.

Tidak boleh ada penyimpangan dari kehendak awal penciptaan.

Di sisi lain,

para Peri memilih hutan, lembah, dan danau sebagai tempat tinggal.

Mereka tidak membangun

mereka menyatu.

Pepohonan tumbuh lebih tinggi di sekitar mereka,

air menjadi lebih jernih,

dan kehidupan berkembang dengan harmoni yang halus.

Namun di balik keindahan itu,

terdapat rahasia yang tidak diketahui makhluk lain

mereka mampu mendengar "bisikan dunia".

Bisikan yang terkadang… tidak sejalan dengan hukum langit.

Jauh di dalam kegelapan,

makhluk-makhluk yang lahir dari Domain Kegelapan mulai bergerak.

Azatoth tidak membangun.

Ia tidak berbicara.

Ia hanya… ada.

Namun keberadaannya sendiri menciptakan distorsi.

Yog-Sothoth mengamati segala hal,

menyentuh ruang dan waktu seakan itu hanyalah tirai tipis.

Dan dari bayangan mereka,

Nyarlathotep dan Shub-Niggurath mulai menjelajahi dunia

menyusup ke dalam celah-celah peradaban yang belum terbentuk,

menanamkan sesuatu yang bahkan mereka sendiri tidak sepenuhnya pahami.

Di langit api,

Phoenix Sejati terlahir kembali dalam siklus tanpa akhir.

Setiap kematian mereka melahirkan kehidupan baru,

membuktikan bahwa kehancuran bukanlah akhir. Sementara itu,

Azazil berdiri di antara cahaya dan api,

tidak sepenuhnya tunduk pada langit,

dan tidak sepenuhnya terikat pada kehendak awal.

Tatapannya selalu mengarah ke atas—

seolah mempertanyakan sesuatu yang bahkan belum memiliki jawaban.

Di kedalaman yang tak terjangkau,

Naga Sejati menguasai unsur kekacauan.

Mereka tidak mengikuti hukum—

mereka menciptakan hukum mereka sendiri.

Gunung-gunung terbentuk dari napas mereka.

Petir dan badai lahir dari amarah mereka.

Bagi mereka, kekuatan adalah kebenaran.

Dan akhirnya…

di antara semua makhluk itu,

lahirlah sesuatu yang paling berbeda.

Manusia.

Huang dan Guanyin berdiri di atas tanah pertama mereka.

Tidak memiliki sayap.

Tidak memiliki kekuatan mutlak.

Tidak memiliki dominasi atas hukum dunia.

Namun…

mereka memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh makhluk lain.

Kemampuan untuk berubah.

Dari tangan mereka,

api pertama dinyalakan.

Dari pikiran mereka,

bahasa pertama tercipta.

Dari perasaan mereka,

ikatan pertama terbentuk.

Peradaban manusia mulai tumbuh perlahan.

Mereka membangun dari ketiadaan.

Mereka belajar dari kesalahan.

Mereka bertahan di antara makhluk-makhluk yang jauh lebih kuat.

Namun, tujuh permata emosi yang diberikan kepada mereka

mulai menunjukkan pengaruhnya.

Cinta melahirkan keluarga.

Kebahagiaan menciptakan harapan.

Namun keinginan menumbuhkan ambisi.

Dan amarah… melahirkan konflik pertama.

Ditahun-Tahun itu Suatu hari,

sebuah kota kecil manusia berdiri di bawah langit yang tenang.

Namun tanpa mereka sadari,

di atas mereka, para Malaikat mulai mengamati.

Di dalam bayangan, makhluk kegelapan mulai berbisik.

Dan jauh di luar pemahaman mereka,

sesuatu dari dalam gulungan takdir… mulai bergerak.

Peradaban pertama telah lahir.

Namun bersamaan dengan itu,

benih kehancuran juga telah ditanam.

Karena di dunia yang diberikan kebebasan—

pilihan adalah kekuatan.

Dan setiap pilihan…

akan membawa konsekuensi.

Di tempat yang tak terjangkau oleh ruang dan waktu,

Venereble Supreme membuka matanya perlahan.

Untuk pertama kalinya sejak penciptaan,

ia tidak melihat dengan ketenangan.

Melainkan… dengan sedikit ketertarikan.

"Mari kita lihat…

sejauh mana mereka akan melangkah."

More Chapters