Cherreads

Chapter 22 - Bab 22 Anggota baru

Matahari menyinari kamar amel melalui jendela, amel bangun sembari meregangkan tubuhnya, lalu bangkit dari kasur menuju kamar mandi.

Dia mencuci muka dan menggosok gigi, lalu keluar melepas piamanya dan berganti ke baju sekolah, setelah siap dia keluar.

"Aku berangkat" ujarnya keluar dari rumah

Di depan gerbang rumahnya sarah menunggu dengan tenang

"Apa kau menunggu lama" tanya amel

Sarah menggelengkan kepala "santai saja aku baru saja sampai"

Mereka berjalan berdampingan menuju sekolah

"Bagai mana kondisi tubuh mu, apa sudah baikan" kata Sarah

Amel mengangguk "tubuh ku sekarang jauh lebih sehat,"

"Syukurlah terakhir kali kau terlihat sangat lemah, aku sempat kawatir kau tiba tiba datang waktu itu..." ujar sarah lalu diam sejenak

"Pertarungan raida dan gezon sangat basar, kita tak sebanding dengan mereka, aku yakin komondan musuh yang lain juga lebih kuat" lanjut nya

"Kalau begitu kita hanya harus berlatih agar lebih kuat, agar bisa menghadapi musuh seperti itu dan melindungi bumi" kata amel dengan penuh semangat

"Walaupun..." nada amel sedikit murung "raida tidak ada, kita harus jadi lebih kuat. Kita harus buktikan padanya" ujarnya

Beberapa saat kemudian mereka sampai di sekolah, saat membuka pintu kelas mereka di kagetkan dengan orang orang yang tiba tiba bersorak

"Yaaaaa!!!" sorak seluruh siswa dikelas

Sarah menutup pintunya kembali "apa kita salah kelas?"

Amel menoleh ke atas melihat papan nama kelas, "tidak ini memang kelas kita"

Sarah menghela nafas, lalu membuka pintu dengan keras "hei... Apa yang kalaian sorak kan"

"Wah sarah kau sudah sampai" kata zeks di antara siswa yang penuh semangat

Zeks menghampiri sarah dan amel di depan pintu.

"Bisa kau jelaskan apa yang terjadi di sini" ucap sarah sambil menyilangkan kedua lengannya

"Jadi begini, karena dua minggu lagi tahun baru seluruh kelas berencana pergi berlibur bersama" ujar zeks

"Kemana?..." kata sarah

Zeks menggelengkan kepala "entah kami belum memutuskan nya"

"Kalian belum memutuskan mau kemana dan sudah sesemangat ini" ucap sarah dengab heran

Sarah menatap amel sejenak, lalu amel membalas dengan senyuman dan anggukan

"Baiklah serahkan padaku." kata sarah berjalan ke depan papan tulis

"Diaaam!!!" teriakan sarah membuat seluruh kelas menjadi hening

"Jadi kalaian memutuskan untuk pergi berlibur, apa kalian sudah tau akan kemana" kata sarah

Seluruh kelas tetap hening tak ada jawaban

"Sudah ku duga" ujar sarah sambil menepuk jidat nya

"Baiklah bagaimana dengan okinawa jepang," kata amel

"Ku rasa itu ide yang bagus" ujar rey

Salah satu siswa ada yang angkat tangan "bagai mana dengan dana nya"

Amel mengeluarkan sebuah kartu kredit "tenang saja semua biaya biar aku yang membayar"

Semua orang seronta bersorak

"Yaaaaa. Nona amel kau adalah ratu di kelas ini" sorak semua orang

Amel menoleh ke meja raida tapi meja itu kosong

Waktu pulang sekolah tiba, amel sarah rey dan zeks berjalan pulang bersama, pada saat itu amel menghela nafas.

"Ada apa dengan mu?" kata sarah

"Aku tidak apa apa, hanya saja... Kenapa ya raida tidak hadir hari ini" balas amel

"Hei orang di sana tampak menjurigakan" ucap rey sambil menunjuk ke seseorang, yang seperti fey

fey terlihat mengendap endap sambil bersembunyi

"Ayo kita dekati" ucap amel

Mereka menghampiri fey

"Permisi tuan ada yang bisa kami bantu" kata amel

Fey menoleh ke mereka

"Kenapa kau memgendap endap" kata zeks

"Sebenarnya aku sedang bersenbunyi dari orang gila, dia sudah mengikutiku dari semalam..." ucap fey terpotong karena merasakan sesuatu "jika kalain melihat seseorang mencariku bilang saja kalian tak melihat ku" ucapnya lagi sambil berlari menjauh

Setelah fey menghilang raida muncul "hei apa yang kalian lakukan di sini"

"Kami baru saja pulang dari sekolah" balas zeks

"Omong omong..." kata raida yang terhenti karena meresakan hawa dingin yang membuatnya merinding

Saat menoleh ke arah amel, dia melihat amel menatapnya begitu tajam, amel mendekati raida

"Hei..." ucap amel dengan nada mengimidasi

Raida mendur beberapa langkah "anu... Amel ada apa"

Amel mendekatinya "kenapa... Kenapa kau tak hadir hari ini,"

"Itu karena..." kata raida yang terpotong karena melihat wajah amel yang terlihat kesal di depannya

"Sebaiknya kau jelaskan pada ku, dengan sangat jelas dan rinci" ucap amel dengan senyuman di wajahnya tapi senyuman nya di campur dengan marah yang mengimidasi

"Itu karena aku mencari, anggota baru" kata raida

"Hanya itu... ku kira kau sudah pergi tampa berpamitan pada kami" ucap amel sambil menyilangkan tangannya dengan menggembungkan pipinya

"Tenang saja aku tidak akan pergi tampa berpamitan pada kalian" kata raida sambil mengusap rambut amel

Wajah amel menjadi merah karena itu

"Sudah cukup bermesranya, siapa anggota baru kita" kata sarah

"Orang itu adalah salah satu manusia kuno yang tersisa" kata raida

Amel sarah rey zeks kaget

"Bukankah kau bilang manusia kono sudah musnah" kata rey

"Sebagian dari mereka memilih untuk tertidur, dan salah satunya telah terbangun aku sempat bertemu dengannya... Dan aneh nya aku seperti merasakan kalau aku memiliki hubungan dengannya" kata raida

Zeks terlihat agak bingung "apa maksud mu dengan memiliki hubungan dengannya"

"Entah lah aku juga tidak tau, mungkin perasaan ku saja. Omong omong apa kalian melihat orang yang mengendap endap atau tampak mencurigakan" balas raida

"Ciri cirinya seperti apa?" ucap rey

"Dia memiliki rambut dan mata berwarna emas" balas raida

Rey mengernyit. "Rambut dan mata emas…?"

Sarah menoleh cepat ke arah jalan yang tadi dilewati Fey. "Barusan ada."

Raida langsung menegang. "Kalian melihatnya?!"

Amel mengangguk pelan. "Dia bilang sedang dikejar orang gila… lalu lari."

Wajah Raida makin serius. "Itu dia… manusia kuno yang kumaksud."

Zeks terbelalak. "Hah?! Jadi tadi itu calon anggota baru kita?"

Raida mengangguk. "Iya. Namanya Fey… ke arah mana dia lari?"

Rey mengangkat tangan menunjuk ke jalan kecil di samping toko tua. "Ke sana… dia lari cepat banget."

Tanpa berkata panjang, ia langsung berlari ke arah yang ditunjuk Rey.

"Terima kasih aku terbantu karena kalian, kalian pulang saja tak perlu membantu" ucap raida sambil berlari

Beberapa saat kemudia di markas, fey sudah tertangkap oleh raida dan berdiri di depan amel dan yang lain

"Baiklah sekarang perkenalkan dirimu pada mereka" ucap raida sambil menepuk punda fey

Fey terlihat kesal "cih, jadi kalian ada manusia yang terbangkit di era sekarang, cukup bagus juga, kalian adalah orang yang cukup berbakat, namaku fey aku akan bergabung bersama kalian"

"Matamu cukup tajam juga dalam memilih anggota" ucap fey

"Cuma kebetulan saja, aku juga tak menyangka perkembangan mereka secepat ini" balas raida

Fey menyilangkan lengannya, wajahnya masih terlihat tidak senang.

"Kalau aku boleh tanya…" ucap Sarah dengan tatapan tajam, "kau tadi bilang dikejar orang gila. Siapa dia?"

Fey langsung terdiam.

Suasana markas mendadak hening.

Rey dan Zeks saling berpandangan, sedangkan Amel memiringkan kepalanya pelan, menunggu jawaban.

Fey menghela nafas "orang yang ku maksud adalah si bajingan ini... Dia terus memaksaku untuk bergabung dengan kalian dan pada akhirnya aku tertangkap dan terpaksa bergabung" ucap fey sambil menunjuk raida

Raida yang ditunjuk Fey hanya mengangkat alis, lalu tersenyum tipis seolah tidak merasa bersalah sama sekali.

"Bajingan?" ulang Raida santai. "Aku lebih suka disebut pemimpin yang gigih."

Raida menepuk dadanya sendiri dengan bangga. "Pemimpin yang gigih itu perlu. Kalau nggak, anggota baru kabur terus kayak tadi."

Fey mendecak kesal. "Kau ini bikin orang capek."

Amel menahan tawa kecil, tapi pipinya masih sedikit merah karena tadi. "Jadi… Fey," ucapnya pelan, "kau manusia kuno ya? Seberapa kuat kau sebenarnya?"

Fey melirik Amel dari ujung mata. Tatapannya tajam, seolah mengukur. "Kalau dibandingkan kalian…" Fey berhenti sebentar, lalu menyeringai tipis, "aku jauh di atas."

Rey langsung maju selangkah. "Sombong amat."

Zeks ikut menyahut, "Kalau beneran kuat, buktiin dong."

Sarah menyilangkan lengannya. "Tidak ada gunanya banyak bicara. Kalau memang dia anggota baru, kita perlu tes."

Raida mengangguk setuju. "Bagus. Kita lakukan uji kemampuan sekarang."

Fey menatap Raida tajam. "Kau serius?"

"Serius," balas Raida ringan, "sekalian buat latihan dan memgakrapkan diri."

Fey terkekeh kecil. "Baik. Tapi jangan menyesal."

More Chapters