Cherreads

Sky-Blue Tails: The Rebirth of the Ten-Tailed Fox

Lolys
14
chs / week
The average realized release rate over the past 30 days is 14 chs / week.
--
NOT RATINGS
907
Views
VIEW MORE

Chapter 1 - Prolog — Shi Liu : Lahirnya Warisan dari Pohon Kehancuran

Prolog — Shi Liu : Lahirnya Warisan dari Pohon Kehancuran

Dunia manusia selalu tampak damai di mata orang awam.

Namun sesungguhnya, dunia tidak pernah hanya dihuni manusia saja.

Di bawah bentang langit yang sama,

tiga jenis kehidupan hidup berdampingan:

manusia,

siluman,

dan iblis.

Ketiganya hidup bersama,

namun saling menyembunyikan identitas satu sama lain.

Siluman menyamarkan wujud mereka,

iblis menyegel aura gelap mereka,

dan manusia hidup tanpa pernah menyadari bahaya yang bernafas di samping mereka.

Namun ketenangan ini bukanlah anugerah.

Ia adalah hasil dari tragedi lama—

sebuah perang yang hampir menghapus dunia.

---

Perang Tiga Ras & Munculnya Makhluk Terkuat

Ribuan tahun lalu, perang besar meletus antara para kultivator, siluman yang kehilangan kendali, dan iblis yang ingin menelan segala kehidupan.

Langit berubah merah.

Gunung runtuh.

Sungai-sungai berubah menjadi arus darah.

Tidak ada yang menang.

Semuanya hanya menunggu kehancuran.

Saat dunia berada di ambang runtuh,

hadirlah makhluk yang namanya hanya disebut dalam legenda:

Siluman Rubah Ekor Sepuluh — 离歌 (Lí Gē).

Makhluk yang kekuatannya melampaui aturan dunia.

Sepuluh ekor biru menyala di punggungnya bagai sayap api.

Bahkan iblis dan manusia berhenti bertarung saat melihatnya melangkah.

Namun tugas terbesar menunggunya.

Mo Tian Yan (莫天阎) — Raja iblis yang memicu perang dan dikenal sebagai

"Jurang kegelapan yang memakan langit."

Li Ge tahu bahwa ia tidak bisa membunuh iblis itu;

Mo Tian Yan terlalu kuat.

Namun ia bisa melakukan hal lain—

mengorbankan diri.

Keduanya berdiri di tengah medan perang yang terbakar.

Angin berhenti.

Ribuan makhluk menahan napas.

Lalu… iblis itu berbicara.

Mo Tian Yan:

"Li Ge… makhluk sepertimu seharusnya berdiri di sisiku, bukan melawan aku."

Suara iblis itu bergema, dalam dan beracun, seolah berasal dari jurang yang tidak memiliki dasar.

Li Ge berdiri tanpa gentar, mata birunya menyala.

Li Ge:

"Aku tidak berdiri di sisi siapa pun. Aku berdiri di antara dunia dan kehancuran."

Iblis tertawa pelan, suaranya seperti besi digerus batu.

Mo Tian Yan:

"Kau pikir kau bisa menghentikanku? Kau hanya perintang sementara, Li Ge. Ketika dunia runtuh, semuanya akan kembali menjadi milikku."

Li Ge melangkah maju, sepuluh ekornya berkibar bagai layar kapal yang menantang badai.

Li Ge:

"Jika aku hanya perintang sementara… maka biarkan aku menjadi perintang terakhir."

Mata iblis menyala merah darah.

Mo Tian Yan:

"Kau akan mati sia-sia."

Li Ge menatap langit yang terbakar, lalu menurunkan pandangannya pada dunia yang ia cintai.

Li Ge:

"Mati untuk dunia bukanlah pengorbanan. Itu adalah kehormatan."

Mo Tian Yan:

"Jika kau mengorbankan jiwamu, aku tidak akan mati. Aku hanya akan tertidur. Dan suatu hari… aku akan bangkit kembali. Dunia akan kembali memanggilku."

Li Ge tersenyum tipis—senyum yang lebih sedih daripada kematian.

Li Ge:

"Jika dunia memanggilmu… maka dunia juga akan melahirkan aku kembali."

Sepuluh ekornya menyala merah terang,

langit seakan pecah oleh cahaya itu.

Mo Tian Yan:

"Kau bodoh, Li Ge!"

Li Ge:

"Tidak. Aku hanya percaya… bahwa akan selalu ada satu makhluk yang dilahirkan untuk menghentikan kegelapan."

Setelah kata-kata itu,

Li Ge memecahkan inti batin dan jiwanya dalam satu ledakan cahaya.

Serpihan kristal tipis berwarna merah beterbangan, mereka bercahaya.

Batas dunia tercipta.

Mo Tian Yan terkurung dalam ruang retak—

tidak mati, hanya membatu.

Dan Li Ge… hilang.

Namun sebelum cahaya terakhirnya padam,

suaranya terdengar seperti bisikan angin:

"Jika dunia rapuh lagi… bangkitlah penggantiku."

Dengan memecahkan inti batin dan jiwanya,

Li Ge menciptakan tiga batas dunia:

Batas Qi yang memisahkan energi,

Batas Roh yang memisahkan kesadaran,

Batas Ruang yang memisahkan wilayah.

Sementara iblis Mo Tian Yan ia kurung dalam ruang retak yang tercipta dari esensi hidupnya.

Dengan itu perang berhenti.

Dunia selamat.

Namun Li Ge…

lenyap menjadi serpihan cahaya merah,

terbang bersama angin.

Semua orang mengira itu adalah akhir makhluk besar itu.

Semua orang salah.

---

Hutan Terlarang & Pohon Kehancuran

Jauh dari peradaban manusia,

di tengah kabut yang tidak pernah menghilang,

tersembunyi sebuah hutan yang bahkan para tetua sekte tidak berani memasuki—

毁生之树 — Pohon Kehancuran.

Sebuah pohon kuno setinggi puluhan meter,

berdiri seperti raksasa yang tidur.

Akar-akarnya menjalar ke kedalaman bumi,

menyerap esensi kematian setiap makhluk hidup.

Ketika seekor hewan mati,

ketika seorang manusia menghembuskan napas terakhir,

ketika iblis runtuh,

atau siluman padam—

esensi terakhir mereka ditarik oleh pohon ini.

Namun hanya makhluk yang memiliki esensi kuat,

jiwa yang tak hancur,

atau takdir yang belum selesai,

yang dapat dilahirkan kembali.

Dalam 500 tahun terakhir,

tidak ada satu pun makhluk yang cukup layak.

Hutan itu tetap sunyi.

Pohon itu tetap menunggu.

Namun dunia perlahan berubah lagi.

Kurungan tempat Mo Tian Yan disegel mulai retak.

Esensi yang Li Ge tinggalkan semakin menipis.

Dunia berada di ambang ancaman baru.

Dan Pohon Kehancuran…

mendengar panggilan dunia.

---

Pohon Memilih: Kelahiran Shi Liu

500 tahun kemudian,Pada malam ketika bulan membesar dan cahaya pucat menutupi hutan,

Pohon Kehancuran bergetar lembut untuk pertama kalinya setelah lima abad.

Daun-daun raksasa memendarkan cahaya hijau.

Akar-akar berdenyut seolah hidup.

Di dalam rongga batangnya,

cahaya biru dan hijau bertubrukan—

dua kekuatan yang saling menyatu:

🔹 Esensi kehidupan yang dikumpulkan pohon selama ratusan tahun.

🔹 Fragmen jiwa Li Ge yang masih tertinggal dan menyebar ke akar pohon.

Cahaya itu membentuk gumpalan kecil,

menghangat,

berdenyut seperti jantung,

lalu perlahan berubah bentuk.

Saat retakan terang muncul di batang pohon,

cahaya memancar keluar,

menyinari seluruh hutan.

Di tengah cahaya itu,

terbaringlah seekor rubah kecil putih,

mungil,

indah, ada tanda berbentuk ekor di dahinya.

Tubuhnya memancarkan aura kuno yang tidak mungkin dimiliki makhluk biasa.

Sepuluh ekor halus melingkari tubuhnya seperti kelopak bunga.

Matanya tertutup,

seolah masih tidur panjang dari kehidupan sebelumnya.

Ia tidak menangis.

Tidak bergerak.

Tidak mengeluarkan suara.

Namun dunia bergetar.

Burung-burung berhenti bernyanyi.

Binatang buas berlutut.

Daun-daun Pohon Kehancuran gugur seperti butiran cahaya.

Karena makhluk itu…

adalah warisan dari Li Ge,

makhluk yang dunia pernah percayakan keselamatannya.

Pohon Kehancuran seakan berbisik pada dunia:

"Ini anakku."

"Ini harapan terakhir dunia."

Dan rubah kecil itu diberi nama oleh angin:

Shi Liu (时流)

Waktu yang mengalir kembali.

Makhluk yang terlahir bukan karena kebetulan,

melainkan karena dunia memanggilnya untuk lahir kembali.

Ia adalah pelindung dunia baru,

yang pada suatu hari harus menghadapi Mo Tian Yan,

iblis yang belum benar-benar mati.

Shi Liu tidur dalam wujud rubah kecil itu selama lima ratus tahun,

mengumpulkan kekuatan dari akar pohon dan napas bumi.

Diam.

Tenang.

Menunggu.

Kabut hutan menyelimutinya,

seakan melindunginya dari dunia yang belum siap melihatnya bangkit.

Dan pada malam itu,

saat embun turun pertama kali di atas bulu rubah kecil itu,

dunia berbisik lembut:

"Selamat datang kembali, penjaga dunia."

"Saat waktunya tiba… bangkitlah."

---