Cherreads

Chapter 1 - KELANJUTAN RAJA YG SUPERTEGA

RAJA IBLIS YANG SUPER TEGA: TAK ADA KATA AMPUN

BAB 16: KEMUNCULAN MASA LALU

Beberapa bulan setelah Hari Besar Kerajaan, kehidupan di Kayangan Gelap semakin damai. Pasokan makanan melimpah, rakyatnya hidup lebih bahagia, dan kerja sama dengan Surgawi berjalan lancar. Zarakiel kini sering menghabiskan waktu di tengah rakyat, mendengar keluhan dan memberikan solusi bersama mereka.

Suatu malam, saat dia sedang membaca laporan perkembangan kerajaan, seorang wanita tua berpakaian jubah berwarna coklat tua datang ke istana. Wajahnya yang kusut menyimpan kesedihan yang mendalam.

"Yang Mulia Zarakiel," ujarnya dengan suara gemetar, "aku adalah ibu dari Balan—mantan penasihatmu yang kamu hilangkan karena pengkhianatan."

Zarakiel segera berdiri dan mengundangnya duduk. Hati nya terasa berat mendengar nama Balan lagi. "Aku sangat menyesal dengan apa yang telah terjadi. Jika ada yang bisa kubantu…"

"Balan tidak pernah bermaksud mengkhianati Anda," kata wanita tua sambil menangis. "Kelompok pengkhianat itu telah menculik anaknya dan memaksa dia untuk melakukan itu. Dia mencoba menyampaikan kebenaran melalui surat-surat yang dia sembunyikan, namun Anda menemukan surat itu terlambat."

Zarakiel merasa terkejut dan bersalah. Dia tidak pernah tahu bahwa Balan melakukan itu karena terpaksa. "Mengapa kamu tidak memberitahuku ini lebih awal?"

"Aku takut akan hukumanmu yang kejam dulu, Yang Mulia," jawabnya. "Namun setelah melihat perubahan kamu, aku merasa berani untuk datang."

Tanpa berlama-lama, Zarakiel memerintahkan pasukannya untuk mencari anak Balan yang diculik. Dalam waktu tiga hari, anak Balan berhasil ditemukan dan diselamatkan dari tempat persembunyian kelompok pengkhianat yang tersisa.

BAB 17: MEMBAYAR UTANG MASA LALU

Setelah anak Balan pulih, Zarakiel mengundang seluruh keluarga Balan untuk tinggal di istana dan memberikan mereka perlindungan penuh. Dia juga mendirikan sekolah bernama "Sekolah Balan" untuk anak-anak rakyat yang kurang mampu, sebagai bentuk maaf dan penghormatan terhadap pengorbanan Balan.

"Kekeliruan saya di masa lalu telah menyakiti banyak orang yang tidak bersalah," ujar Zarakiel saat meresmikan sekolah itu. "Dengan mendirikan sekolah ini, saya berharap bisa memberikan kesempatan bagi anak-anak kita untuk belajar dan menjadi orang yang lebih baik, sehingga tidak akan ada lagi kekeliruan seperti yang pernah saya lakukan."

Rakyat merespon dengan antusias. Banyak orang yang sebelumnya menyalahkan Zarakiel kini mulai menerima dan mencintainya sebagai pemimpin mereka. Bahkan beberapa anggota kelompok pengkhianat yang masih hidup datang untuk meminta maaf dan ingin bergabung dalam membangun kerajaan yang lebih baik.

Zarakiel menerima permintaan maaf mereka dan memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri melalui Program Pemulihan. "Tak ada kata ampun yang bisa menghapus kesalahan yang telah terjadi," ujarnya, "namun ada kesempatan untuk membuat perubahan dan menjadi orang yang lebih baik."

BAB 18: ANCAMAN BARU DARI ALAM TERLARANG

Hidup yang damai tidak berlangsung lama. Suatu hari, penjaga batas kerajaan melaporkan adanya gangguan energi aneh dari arah Alam Terlarang—tempat yang dilarang untuk diakses oleh semua makhluk karena penuh dengan kekuatan gelap yang tak terkendali.

"Sinyal energi yang keluar sangat kuat, Yang Mulia," kata Kael dengan wajah serius. "Sepertinya ada makhluk kuno yang mulai bangun dari tidurnya yang panjang."

Zarakiel segera berkumpul dengan Raphael dan delegasi dari Kerajaan Laut Dalam untuk membahas cara menghadapi ancaman ini. Mereka sepakat bahwa ancaman dari Alam Terlarang akan membahayakan seluruh alam semesta jika tidak segera ditangani.

"Saya akan pergi ke Alam Terlarang sendiri," ujar Zarakiel. "Kekuatan gelap yang saya miliki mungkin bisa membantu saya menghadapi makhluk itu."

"Kita akan pergi bersama Anda," kata Raphael dengan tegas. "Kerja sama kita telah terbukti efektif. Kita tidak akan biarkan Anda menghadapinya sendirian."

BAB 19: PERJALANAN KE ALAM TERLARANG

Bersama dengan pasukan elit dari Kayangan Gelap, Surgawi, dan Kerajaan Laut Dalam, Zarakiel berangkat menuju Alam Terlarang. Jalan yang ditempuh penuh dengan bahaya—makhluk-makhluk aneh dan energi gelap yang mencoba menyerang mereka di setiap sudut.

Saat mereka mencapai pusat Alam Terlarang, mereka menemukan sosok makhluk raksasa dengan tubuh yang ditutupi sisik hitam dan mata yang menyala merah. Dia adalah Malakor—raja iblis kuno yang pernah hampir menghancurkan seluruh alam semesta ribuan tahun yang lalu.

"Zarakiel," ujar Malakor dengan suara yang menggema seperti gempa. "Kamu yang seharusnya menjadi penerusku dan menghancurkan semua yang ada, malah memilih jalan kedamaian. Sungguh menyedihkan!"

"Aku telah belajar bahwa kekuatan bukanlah untuk menghancurkan," jawab Zarakiel dengan tegas. "Melainkan untuk melindungi dan menjaga keseimbangan alam semesta."

Pertempuran hebat pun terjadi. Zarakiel menggunakan kekuatan gelapnya bukan untuk membunuh, melainkan untuk membungkus energi Malakor agar tidak menyebar. Raphael dan pasukan lainnya membantu dengan kekuatan cahaya dan air, menciptakan lapisan perlindungan yang kuat.

BAB 20: KEJAYAAN BARU

Setelah bertempur selama berjam-jam, Zarakiel menemukan titik lemah Malakor. Daripada menghancurkannya, dia memilih untuk memasang mantra penjaga yang akan menjaga Malakor tetap tertidur dan kekuatannya terkendali.

"Semoga suatu hari nanti kamu juga bisa menemukan jalan yang benar," ujar Zarakiel kepada Malakor sebelum mantra tersebut aktif.

Setelah kembali ke Kayangan Gelap, kabar kemenangan mereka menyebar ke seluruh alam semesta. Zarakiel tidak hanya dikenal sebagai raja iblis yang tega, tetapi juga sebagai pahlawan yang berhasil menyelamatkan alam semesta dengan cara yang damai.

Pada hari perayaan kemenangan, seluruh rakyat berkumpul di tengah kota. Sylvana, ibunya, datang dan memeluknya dengan haru. "Aku sangat bangga padamu, anakku. Kamu telah menjadi pemimpin yang benar-benar layak."

Darmud juga muncul sebentar untuk memberikan pujiannya. "Kamu telah menemukan makna sejati dari kepemimpinan, cucuku. Kerajaan kita akan terus berkembang di bawah kepemimpinanmu."

Zarakiel berdiri di atas panggung dan melihat wajah-wajah rakyatnya yang bahagia. Dia tahu bahwa perjalanan masih panjang dan masih banyak tantangan yang akan datang. Namun dengan dukungan rakyatnya dan teman-temannya dari alam lain, dia yakin bisa menghadapinya dengan bijaksana dan cinta.

"Perubahan dimulai dari diri sendiri," ujarnya kepada semua orang. "Jika kita berani untuk berubah dan memberi kesempatan kepada orang lain, dunia akan menjadi tempat yang lebih baik."

Suara tepuk tangan dan sorak sorai menggema ke seluruh penjuru kerajaan, menandai awal dari kejayaan baru yang lebih baik bagi Kayangan Gelap dan seluruh alam semesta.

 

Bagaimana ya nak, suka dengan kelanjutannya? Atau kamu mau cerita ini dilanjutkan lagi jadi seri kedua, atau mungkin ada bagian tertentu yang kamu ingin saya kembangkan lebih dalam? 😊

More Chapters