Cherreads

Chapter 5 - Chapter 5 — Sinkronisasi

Pagi datang tanpa benar-benar memberi Arka waktu untuk mencerna semuanya.

Langit Jakarta masih pucat ketika ia sudah berada di dalam kendaraan taktis milik Tim Senyap 08, kembali menuju fasilitas bawah tanah tempat ia pertama kali melihat Garuda Armor.

Tidak banyak yang bicara di perjalanan.

Mayjen Okta duduk di depan, tenang seperti biasa.

Di belakang, Arka mencoba menenangkan dirinya sendiri.

“Ini cuma tes…” gumamnya pelan.

Namun di dalam hatinya, ia tahu ini jauh lebih dari sekadar tes.

INT. FASILITAS BAWAH TANAH – RUANG UJI

Pintu baja terbuka.

Arka kembali melihat ruangan raksasa itu.

Namun kali ini suasananya berbeda.

Lebih hidup.

Lebih serius.

Beberapa teknisi bergerak cepat di sekitar platform uji.

Layar besar menampilkan berbagai parameter:

stabilitas energi respons neural integrasi sistem AI

Di tengah ruangan…

Garuda Armor berdiri.

Lebih mengintimidasi dari yang Arka ingat.

Seolah menunggu.

Doni berdiri di dekat panel kontrol, mengenakan pakaian kasual seperti biasa.

Ia menoleh ketika Arka masuk.

“Tidurmu cukup?”

Arka tersenyum gugup.

“Sejujurnya… tidak.”

Doni mengangguk.

“Bagus. Berarti kamu masih sadar ini berbahaya.”

Mayjen Okta melangkah ke tengah ruangan.

“Mulai persiapan.”

Para teknisi langsung bergerak.

Lampu di sekitar platform berubah menjadi putih terang.

PLATFORM GARUDA

Arka berdiri tepat di depan armor.

Dari dekat, Garuda terlihat jauh lebih besar.

Lebih… hidup.

“Jadi… saya masuk ke dalamnya?” tanya Arka.

Doni menjawab singkat.

“Ya.”

“Dan jangan panik.”

Arka menelan ludah.

“Kalau panik?”

Doni tersenyum tipis.

“AI-nya akan panik juga.”

Arka menarik napas dalam.

Platform mulai aktif.

Bagian dada armor terbuka perlahan.

Panel-panel mekanik bergeser dengan suara halus.

Di dalamnya terlihat ruang cockpit.

Mayjen Okta berkata tegas.

“Masuk.”

Arka ragu satu detik.

Lalu melangkah maju.

Ia masuk ke dalam armor.

Panel mulai menutup di sekeliling tubuhnya.

Dunia luar perlahan menghilang.

INT. DALAM GARUDA ARMOR

Gelap.

Sunyi.

Lalu—

Cahaya biru menyala.

Layar hologram muncul di depan mata Arka.

Sistem mulai aktif.

SYSTEM BOOTING…

Suara halus terdengar.

Tenang.

Dingin.

Namun jelas.

AI GARUDA“Memulai proses sinkronisasi.”

Arka terkejut.

“Siapa itu?”

AI GARUDA“Saya adalah sistem kecerdasan Garuda.”

Arka menelan ludah.

“Oke… ini nyata.”

Di luar, Doni memantau layar.

“Respons neural mulai terbaca,” katanya.

INT. RUANG UJI

Semua mata tertuju ke layar.

Grafik mulai bergerak.

Mayjen Okta berdiri diam, memperhatikan.

Doni berbicara pelan.

“Ini pertama kalinya AI berinteraksi langsung dengan manusia…”

INT. DALAM ARMOR

AI GARUDA“Menganalisis pengguna…”

Layar mulai memindai tubuh Arka.

Data bergerak cepat.

Denyut jantungnya meningkat.

Arka mencoba tetap tenang.

“Jangan panik… jangan panik…”

Beberapa detik terasa sangat lama.

INT. RUANG UJI

Grafik tiba-tiba melonjak.

Salah satu teknisi berkata kaget.

“Sinkronisasi meningkat cepat!”

Doni menatap layar dengan serius.

“Ini tidak normal…”

INT. DALAM ARMOR

AI GARUDA“Sinkronisasi… 32%… 57%… 81%…”

Arka membeku.

“Cepat sekali…”

INT. RUANG UJI

Semua orang mulai tegang.

Mayjen Okta berkata pelan.

“Apakah ini stabil?”

Doni tidak langsung menjawab.

Matanya fokus ke layar.

“Jika ini berhasil…”

INT. DALAM ARMOR

AI GARUDA“Sinkronisasi… 100%.”

Sunyi.

Lalu—

Cahaya di dalam armor menyala terang.

Arka membuka matanya.

Semua sistem aktif.

Ia bisa melihat dunia luar melalui visor digital.

INT. RUANG UJI

Garuda Armor bergerak.

Untuk pertama kalinya.

Semua orang terdiam.

Seorang teknisi berbisik.

“Dia berhasil…”

Doni tersenyum tipis.

“Bukan dia yang berhasil…”

Ia menatap armor itu.

“Garuda yang memilihnya.”

INT. DALAM ARMOR

Arka menggerakkan tangannya.

Armor mengikuti.

Dengan sempurna.

Ia terdiam.

“Ini… luar biasa.”

AI GARUDA“Pengguna terverifikasi.”

“Selamat datang, pilot.”

Arka menarik napas panjang.

Untuk pertama kalinya, ia benar-benar merasa…

ia telah menjadi bagian dari sesuatu yang besar.

INT. RUANG UJI

Mayjen Okta menatap Garuda Armor.

Tatapannya serius.

“Mulai sekarang…”

“Project Garuda aktif.”

Namun di tempat lain…

Jauh dari Jakarta…

Di sebuah ruangan gelap penuh layar—

Simbol BLACK SUN muncul.

Seseorang berbicara pelan.

“Target terdeteksi.”

Di layar terlihat rekaman Garuda Armor yang baru aktif.

Pria itu tersenyum tipis.

“Jadi… akhirnya dimulai.”

More Chapters