Langit Jakarta… tidak lagi sama.
Tidak ada petir.
Tidak ada hujan.
Namun udara—
terasa berat.
Seperti sesuatu yang turun…
membawa masa lalu bersamanya.
DEPAN SEKOLAH — SIANG
Angin berputar.
Kaca jendela bergetar.
Anak-anak mulai panik.
Namun di depan gerbang—
waktu terasa berhenti.
Julio berdiri.
Tas di punggung.
Roti di tangan.
Di depannya—
seorang pria melangkah maju.
“Kami akhirnya menemukanmu.”
Julio menatapnya.
Beberapa detik.
Lalu—
“Lho…”
“Cari aku kok kayak lomba ya, Om…” 😄
Tidak ada tawa.
“Karena kamu bukan anak biasa.”
Sunyi.
Julio mundur satu langkah.
Matanya naik ke langit.
“Wah…”
“Iki teko maneh…”(Ini datang lagi…)
LANGIT
Cahaya emas menembus awan.
Turun.
Cepat.
INT. RUANG KONTROL — GEDUNG PELNI
Alarm berbunyi.
Yuri:
“Garuda keluar batas protokol!”
Mayjen Okta:
“Publik akan lihat ini!”
Namun sebelum Doni menjawab—
Profesor Arief berkata pelan:
“Biarkan.”
Sunyi.
Yuri langsung menoleh.
“Prof…?”
Profesor Arief tidak melihat siapa pun.
Ia hanya melihat layar.
Tenang.
Seolah semuanya…
sudah pernah ia bayangkan.
MOMEN BERUBAH
Di layar utama—
tiba-tiba muncul akses lama.
Bukan data Garuda.
Bukan sistem GWM.
Sebuah arsip.
KODE: BSP
Yuri langsung membeku.
“…apa itu…”
Mayjen Okta mendekat.
Matanya menyipit.
Lalu—
wajahnya berubah.
“…tidak mungkin…”
REAKSI
Yuri:
“Pak… ini data klasifikasi tinggi…”
Mayjen Okta:
“Ini bahkan tidak ada di database BIN aktif…”
Sunyi.
Semua menoleh ke satu orang.
Doni.
DONI
Masih berdiri.
Tenang.
Tidak menjelaskan.
Tidak menyangkal.
PROF ARIEF
Pelan.
Hampir seperti berbicara pada dirinya sendiri—
“Sudah lama disimpan…”
“…rapi sekali.”
YURI
Suara sedikit gemetar:
“BSP itu…”
Ia berhenti.
Tidak berani melanjutkan.
MAYJEN OKTA
Untuk pertama kalinya—
suara seorang jenderal berubah.
“Selama ini…”
“…kami menjaga orang yang salah.”
Sunyi.
Namun Prof Arief hanya tersenyum tipis.
“Tidak.”
“Kalian menjaga orang yang tepat.”
Ia menatap Doni.
“hanya saja…”
“…kalian tidak tahu siapa yang sebenarnya kalian jaga.”
KONTRAS
Doni tetap diam.
Namun aura di sekitarnya berubah.
Lebih berat.
Lebih tua.
Seolah—
ia bukan hanya bagian dari sistem ini.
Tapi bagian dari sesuatu yang lebih besar.
KEMBALI KE SEKOLAH
BOOOOM!!
Garuda turun.
Tanah bergetar.
Debu naik.
Semua orang mundur.
Kecuali—
Julio.
GARUDA
Berdiri.
Menyala.
Sayap energi terbuka.
DALAM GARUDA
Arka melihat Julio.
“Julio!”
Julio melambaikan tangan.
“Mas!” 😄
“Telat dikit ya…”
MOMEN MENCEKAM
Di sisi lain—
pengawal bayangan bergerak.
Namun kali ini—
mereka bukan hanya mengawal.
Mereka membentuk perimeter.
Lapisan kedua.
Lapisan lama.
BLACK SUN
Pria itu melihat sekeliling.
“BSP…”
Ia mengucapkannya pelan.
Senyumnya muncul.
“Jadi benar.”
RUANG KONTROL
Yuri menatap layar.
“…mereka tahu…”
Mayjen Okta:
“Ini sudah bocor ke level global…”
DONI
Akhirnya bicara.
“Sudah lama.”
Satu kalimat.
Namun cukup.
PROF ARIEF
“Makanya mereka datang.”
KEMBALI KE SEKOLAH
Energi Garuda naik.
AI GARUDA“Resonansi meningkat.”
JULIO
Julio melangkah maju.
Semua tegang.
Namun pengawal bayangan—
tidak menghentikan.
Seolah mereka tahu—
anak itu…
tidak boleh disentuh.
JULIO
“Wis…”
“Tenang.”
Energi turun.
Sunyi.
BLACK SUN
Pria itu menatap Julio.
“Sekarang jelas.”
Ia menunjuk.
“Bukan Garuda.”
Ia berhenti.
Menatap ke arah kamera.
Ke arah Doni.
LAST LINE
“…tapi darah yang kalian sembunyikan dengan nama BSP.”
