Cherreads

Chapter 7 - Bab 7

Plakkk... plakkk... plak... bruk... bruk... bruk... 

"Bawa mereka sebagian yang sudah terluka nyonya mengamuk lagi" kepala pelayan memapah sebagian pelayan. 

Siksaan berlanjut dari sore hingga malam "Keluar kalian" dengan kesal "Kenapa tidak ada yang berjalan sesuai, sebenarnya. KENAPAA!!!" marchioness grayson(ibuku) teriak memecahkan beberapa piring.

*Tindakan putra mahkota tidak biasa benteng yang kubangun runtuh, apa yang sebenarnya terjadi? Viscount anteir sudah mati orang kepercayaanku sudah tidak ada lagi. Dalam hati marchioness grayson(ibuku) sambil melihat cermin ia berbicara sendiri didepan cermin "Sepertinya sudah waktunya aku turun tangan."

Marchioness grayson(ibuku) yang belakangan ini sejak debutante tidak pernah marah – marah lagi, baru – baru ini malah marah membuat suasana tegang di kediaman.

 ***

Kediaman grand duke brayzn.

"Terimakasih para lady sudah datang ke pesta tea partyku. Silahkan di nikmati" dengan senyum ramah putri grand duke lady valensya le karl brayzn, dengan para bangsawan yang hadir menikmati teh dan cemilan.

"Ini teh pekat sangat nikmat aroma manis sedikit pahit nya pas sekali" memulai percakapan putri ketiga count violet vi clauv bakker menikmati teh.

"Iya lady ini teh dari kerajaan yang ada di benua sebrang untuk mendapatkannya cukup sulit" sambung putri grand duke lady valensya le karl brayzn.

"Selera lady sangat tinggi" mengikuti percakapan putri kekaisaran kedua ellizabeth blair galespier.

"Hasil rampasan perang dan pembagian wilayah cukup besar sejak terakhir kali" putri ketiga count violet vi clauv bakker.

"Iya tapi masalah utama terlalu menyukai rampasan itu tidak baik" putri kekaisaran kedua ellizabeth blair galespier minum teh.

"Cukup berani memimpin tren ibu kota" putri grand duke lady valensya le karl brayzn dingin. 

"Padahal sebelumnya trend selalu dituju oleh yang mulia ratu" putri ketiga count violet vi clauv bakker manja memegang pipi.

"Marchioness grayson(ibuku) sudah mulai bergerak" putri marquess lady mystiani de agelzyn grayson tegas.

"Kalau sampai marchioness grayson yang memimpin trend sebelum yang mulia ratu sudah mulai bergerak itu artinya situasi ibu kota sudah benar – benar tidak stabil" putri grand duke lady valensya le karl brayzn gelisah.

"Benar yang di ucapkan lady, selama ini marchioness grayson hanya mengamati" sambung putri kekaisaran kedua ellizabeth blair galespier.

"Sepertinya pihak luar mulai turun tangan aku akan menarik perhatian saat di pestaku nanti" putri ketiga count violet vi clauv bakker cemas.

"Karena duke stefmpier sudah tidak ada, faksi yang mendukung putra mahkota juga sudah di runtuhkan jadi jangan sampai menarik perhatian dari pihak luar" putri kekaisaran kedua ellizabeth blair galespier mengakhiri percakapan.

Dan kami pun memulai rencana tersebut walaupun sedikit kendalan dan saling berkirim surat.

-SUDUT PANDANG GEVAN LI STEFMPIER-

Capeknya seharusnya aku membawa pengawal saja. Seperti pengembara gembel padahal aku bangsawan tinggi. Sambil berkuda melewati gerbang kekaisaran dan menetap di desa terdekat menuju ke tempat sesuai rencana awal akupun ke laut dahulu dan melihat pemandangan menurut ku untuk menggelar pesta pernikahan nanti.

Ini bagus wilayah baron bruce harus kah aku membeli lautnya, sambil berpikir keras.

Perjalanan menuju ke wilayah baron bruce memakan waktu 3 minggu. 

2 minggu aku menetap di kediaman baron bruce dan memberi tahu rencana pernikahan kami dan juga permintaan mahar yang diminta calon istriku [jantung naga].

 ***

"Waktu muda akupun sangat mencintai istriku juga seperti yang mulia saat ini" baron frael bruce sambil makan malam bersama.

"Sampai sekarang?" duke gevan li stefmpier sambil makan.

"Sekarang sedikit memudar istriku setelah menikah selalu marah – marah" baron frael bruce dengan kesal.

"Kapan aku memarahimu? Aku selalu ngomong dengan lembut" sambil menjewer kuping baron frael bruce.

"Aduh sakit..." baron frael bruce memohon belas kasih.

"Aku tidak akan membuat kesalahan seperti baron bruce" sambil mengepalkan tangan tersenyum berhakyal.

"APAA?? Tidak maksudku bukan begitu walau memudar aku akan jatuh cinta lagi dan lagi seperti itu" baron frael bruce dengan bangga.

"Baron bruce sedang di fase memudar, ya?" tanya duke gevan li stefmpier selesai makan.

"Iya betul anak muda hahaha, cinta nya nanti lagi kapan – kapan" baron frael bruce tersenyum.

Sambil menyerat baron frael bruce ke kamar "Maaf duke stefmpier mengganggu hari sudah mulai malam silahkan beristirahat, jangan terlalu di dengarkan baron sudah sangat tua, kami pamit undur diri dulu."

***

Berburu membantu wilayah baron bruce dari serangan binatang buas. Penduduk desa sangat ingin membalas kebaikanku sebelum pergi mereka menggelar pesta kecil – kecilan di jalanan dan juga ada pasar malam. Menikmati setiap tarian mereka yang berdansa tanpa tata krama, meminum sampai mabuk dan bersenang – senang tanpa kenal waktu. Membuatku tersadar dunia dan orang baru sangat luas, akupun menceritakan perjalananku kepada mereka tentang tunanganku yang meminta pernikahan di laut terindah dan [jantung naga] semua orang bertepuk tangan karena keberanianku dan menyanjungku. Menunjukkan potret tunanganku yang sudah dilukis kepada mereka, semua penduduk mengatakan kami adalah pasangan terindah yang pernah di temui.

Sambil bertepuk tangan penduduk mendoakan.

"Semoga kalian selalu bersama hingga maut memisahkan" ujar nenek penduduk.

"Benar tuan duke pantas mendapatkannya" sambung pemuda. 

"Iya kali ini paman tampan harus mendapatkan [jantung naga]" dengan nada semangat anak kecil.

"Paman tampan akan menikah dengan peri ya, ibu" anak kecil ke ibunya.

Setelah pesta hari itu tidak lama setelahnya aku meninggalkan wilayah baron bruce tepat 2 minggu agar perjalanan tidak memakan waktu.

 ***

Melanjutkan perjalanan melewati hutan liar banyak binatang buas yang tidak ada habisnya, ke tempat lembah, menetap di goa sebentar untuk beristirahat dan mengasah pedang memakan waktu 15 hari. Aku pun benar – benar meninggalkan wilayah selatan dan memulai perjalanan menyebrangi benua sudah hampir 2 bulan di perjalanan melewati gurun.

Dan bertemu seorang pemuda kehausan. "Tolong berikan aku air" pemuda meringkuk.

"Apa ada desa disini??" gevan sambil mengambil air simpannya.

"Ada di seberang sana" jawab pemuda itu sambil menunjuk lalu pingsan.

"Loh baru juga mau kuberi, malah pingsan? Hei? Hei? Bangunlah..." teriak gevan dengan menampar tipis pipi sang pemuda yang pingsan itu.

*Haruskahku gendong atau kuseret ya. Aku cuman mau mengendong calon istri. Apasi yang kupikirkan Sadar! Sadar! Sadar! Aku harus menolong. Aku ini pahlawan rakyat, memang sudah seharusnya. Dalam hati gevan sambil mengendong tangan satu di bahu.

Berjalan di tengah gurun sambil menggendong pemuda itu menggandeng kuda untuk menuju ke tempat penduduk desa yang ada di sebrang.

Sesampai di depan tempat penduduk terdapat asosiasi dan akupun menetap sambil menyeret pemuda itu.

*Sepertinya aku harus mandi kembang. Dalam hati gevan mikir keras.

Penduduk yang ada di dalam asosiasi menolong pemuda itu dan membawa ke tempat mereka.

"Terimakasih telah menyelamatkan salah satu penduduk kami. Tuan anda pasti datang dari jauh silahkan beristirahat dulu aku ayah pemuda yang tuan bawa tadi, aku akan membayar penginapan kita bicara lagi besok."

*Membuahkan hasil ternyata jerih payahku. Ayo berpikir positif aku jadi bisa menghemat uang, benar bukan?. Dalam hati gevan bangga. 

"Tidak masalah terimakasih pak" sambil menuju kamar beristirahat.

 ***

Pemuda tersebut menuju ke tempat makan di asosiasi menghampiriku "Selamat pagi maaf mengganggu waktu makan tuan."

*Sepertinya orang ini bisaku undang ke acara pernikahanku nanti, aku harus menceritakan pada kekasihku bahwa aku telah menolong orang. Dalam hati gevan mikir keras.

"Halo perkenalkan namaku den, terimakasih sebelumnya sudah menolongku" membungkuk dengan hormat.

"Iya duduklah mari makan bersama" gevan ngunyah makan.

"Kalau boleh tahu tujuan tuan datang ke tempat gurun ini untuk apa? Kalau tidak mau memberi tahu juga tidak masalah" pemuda den memesan makanan.

"Tidak masalah aku akan memberi tahumu, sebenarnya rencana awal aku mau melewati wilayah selatan menyeberangi benua tetapi saat mendengar di perjalanan wilayah tersebut sedang longsor jadi memilih cara memutari benua, memakan waktu 1 bulan" gevan selesai makan.

Makanan baru tiba "Karena secara strategis ini wilayah masih tidak layak dijadikan perjalanan jauh, kalau boleh tahu nama tuan siapa" pemuda den sambil makan.

More Chapters