Cherreads

Chapter 1 - Bab 0 part 0

Matahari gurun berkobar tanpa ampun, membakar hamparan bukit pasir keemasan yang tak berujung yang membentang hingga cakrawala. Di jantung gurun tandus ini, pertempuran mengerikan dan monumental sedang berlangsung, mengguncang fondasi bumi dan mengubur harapan perdamaian di bawah pusaran gunung pasir.

Seorang ksatria gurun, sosok misterius yang terbungkus jubah compang-camping berwarna pasir dengan kain menutupi mulutnya untuk menyembunyikan identitasnya, bergerak dengan kelincahan mematikan seekor predator. Dia adalah Holmat, penjaga pasir yang legendaris. Pedangnya yang melengkung, diukir dengan rune kuno yang berkilauan di bawah silau matahari, menebas udara dengan presisi yang menakutkan.

Berdiri di hadapannya adalah Arosht, pemimpin bandit gurun yang terkenal kejam. Wajahnya adalah peta kekejaman, didominasi oleh bekas luka pedang yang dalam dan bergerigi yang melintang di matanya—tanda seorang pria yang lahir dari darah dan pertempuran. Belati beratnya berbenturan dengan baja Holmat, didorong oleh dahaga kekerasan yang mentah dan tak terkendali.

Konfrontasi mereka adalah tarian maut yang mengerikan. Holmat menggunakan ilmu pedang yang elegan dikombinasikan dengan sihir gurun kuno, memanggil pasir untuk membentuk perisai yang tak tertembus dan menyerang dengan gelombang energi yang menghancurkan. Arosht membalas dengan kekuatan fisik yang brutal dan ilmu hitam terlarang, memanggil bayangan untuk membutakan lawannya sambil melancarkan serangan kejutan yang mematikan.

Setiap benturan pedang dan belati memicu ledakan petir dan gesekan yang dahsyat, mengirimkan percikan api ke dalam badai pasir. Bumi berderak dan retak di bawah kaki mereka saat kekuatan teknik "hebat" mereka meningkat. Alih-alih melemah, kedua prajurit itu tampaknya menjadi lebih kuat dengan setiap pertukaran, sihir dan baja mereka berbenturan dalam tampilan kehancuran berdefinisi tinggi yang terasa seperti adegan dari anime paling intens.

Awan debu mengepul, dan gesekan antara senjata mereka menciptakan raungan yang memekakkan telinga. Mereka terkunci dalam kebuntuan kekuatan absolut, keduanya mendorong batas kemampuan mereka untuk mencapai tingkat kekuatan yang menentang logika.

Kemudian, tepat di tengah kekacauan yang berputar-putar dan angin yang menderu, sesosok tiba-tiba muncul.

Ia berdiri di sana, diam tak bergerak, tak terpengaruh oleh badai pasir yang mengamuk atau energi mematikan yang bergetar di udara. Ia mengenakan topi berbentuk aneh yang menentang keseriusan medan perang dan jaket modern berteknologi tinggi yang tampak seperti sesuatu dari permainan futuristik, lengkap dengan sarung tangan dan sepatu bot taktis.

Namanya Dongo.

Dongo berdiri tepat di antara dua petarung legendaris itu, rambut putihnya sedikit berkibar tertiup angin kencang. Ia tidak mengucapkan sepatah kata pun. Ia hanya menatap mereka dengan tatapan dingin dan tajam—mata yang berkilauan dengan keindahan aurora yang memesona, namun terasa seberat gunung.

Seketika itu, suasana berubah. Niat membunuh yang telah menggerakkan Holmat dan Arosht lenyap. Kedua prajurit ganas itu, yang beberapa saat sebelumnya siap untuk menghancurkan dunia, kini mendapati diri mereka "ketar-ketir"—gemetar karena ketakutan naluriah yang mencekam. Di bawah tatapan dingin Dongo, kekuatan mereka terasa seperti tidak ada artinya. Pertempuran mengerikan yang telah meratakan bukit pasir langsung berhenti seketika saat Dongo tiba.

Gurun pasir jatuh ke dalam keheningan yang mencekik, hanya menyisakan pengembara misterius itu sebagai pusat tak terbantahkan dari dunia yang tiba-tiba memahami arti tekanan . 

Bersambung.... 

More Chapters