pada di suatu sekolah bernama SD negeri 013 yang seperti sekolah yang Damai dan tenang tapi dugaan itu salah saat ada suatu murid perempuan bernama alya, dia memasuki gerbang sekolah dia melihat banyak murid lainnya dari kelas 1 sampai kelas 6. alya menuju ke kelas 5, dia melepaskan sepatunya dan masuk kedalam kelas. Dia melihat murid laki laki yang sedang membully salah satu murid (Vincent). mereka bilang itu bermain main, Alya sempat berpikir "bermain main?, itu menghancurkan mental ga sih?." kemudian Alya duduk di tempat duduknya yang sudah di siapkan. Kemudian pelajaran pun di mulai, guru sedang mengajar tapi murid yang lain mengobrol hingga guru di depan kesal "bisa dengerin ibu gak?, ibu di depan jelasin dari tadi kalian malah ngobrol" ucap guru di depan dengan nada marah semua murid pun diam Alya hanya menghela nafas, waktu pun berlalu... akhirnya istirahat, semua murid di kelas pun keluar untuk ke kantin.Dan Alya juga ke kantin,saat Alya menaiki tangga tiba tiba Alya menabrak bahu Vincent(yangdibully) "eh?, maaf maaf ga sengaja kamu gapapa kan? " ucap Alya sambil membantu Vincent berdiri, " aku gapapa aku gak liat kamu lewat " ucapVincent yang sedang berusaha berdiri perlahan, saat Vincent sudah berdiri Alya memberikan bukunya yang dia bawa tadi "ini bukumu ya maaf soal tadi"ucap Alya " iya gapapa aku ke kelas duluan sampai jumpa." Vincent pun pergi ke kelas dan Alya lanjut ke kantin melewati UKS. Ketika Alya sampai di kantin, Alya melihat pembully yang ngebully Vincent tadi pagi (Raditya,Kevanno,Andi, Aris) lalu pembully itu pergi kekelas Alya menjauh dari empat pembully itu dan Alya membeli beberapa makanan ringan lalu membayar dan pergi ke kelas. Saat Alya kembali, Alya melihat Vincent yang sedang di bully lagi "coba lawan aku haha!, cupu lemah" ucap Raditya yang sedang menginjak punggung Vincent dengan keras "lawanlah cupu cupu!, emang lemah!, bodoh, ga guna, goblok, miskin lagi siapa yang mau temenan sama dia cobahaha! " ucap Kevanno sambil menjambak rambut Vincent dengan kuat, Alya tiba tiba maju menghentakkan kaki kedepan "aku, aku yang mau temenan sama Vincent. Kenapa emang? Masalah kah? " ucap Alya sambil melipat kan tangan di depan dada "wah berani banget ni cewek cantik, emang ga ogah kalo kamu temenan sama kita ber empat aja dia ga guna dan miskin." ucap Andi yang sedang duduk di meja. "bener tuh apa yang di bilang sama Andi mending sama kita aja dia miskin dan bodoh gak kayak kita kaya dan pintar juga" ucap Aris yang menendang Vincent menjauh "engga, aku gak mau temenan sama kalian berempat. Aku cuma mau temenan sama si Vincent.Kalian berempat pergi aja aku gak peduli tentang kalian, Apapun itu." ucap Alya sambil menarik tangan Vincent pergi dari mereka berempat dan mereka hanya membiarkan Alya dan Vincent pergi. Alya dan Vincent ke taman, "kamu gapapa kan?, Vincent? Aku juga tau rasanya di bully. Tapi ada yang sakit ga dari kekerasan mereka tadi?" ucap Alya yang penasaran tapi juga khawatir "aku gapapa kok, cuma agak sakit kepala ku sama punggung ku gara gara mereka tadi maaf ya buat kamu yang tadi khawatir aku gapapa." ucap Vincent. Waktu pulangan pun tiba, Alya keluar kelas dan memakai sepatu. Ketika Alya berjalan melewati gerbang sekolah, Alya menemukan Vincent yang sedang terluka "Vincent kamu gapapa? ituloh kamu terluka, sini aku obatin" ucap Alya sedang merangkul Vincent ke tempat duduk taman "aku tidak apa apa hanya luka saja aku gamau repotin kamu, pergi aja." ucap Vincent yang berusaha mendorong Alya pergi. "Engga engga aku gak bakalan pergi aku obatin kamu dulu baru aku pergi" ucap Alya sambil mengambil perban dan mulai mengobati luka Vincent, Vincent hanya bisa pasrah tapi juga tau ini demi kebaikannya juga. apa yang terjadi selanjutnya?..
