Cherreads

Chapter 373 - Apartemen Tanpa Cahaya

Malam semakin larut di H2700.

Lampu-lampu kota berkilauan seperti gugusan bintang buatan manusia. Dari kejauhan, markas Psywars berdiri samar di antara gedung-gedung tinggi—sunyi namun tetap aktif, dipenuhi radar dimensi dan pemindai energi.

Storm berdiri beberapa saat di tepi atap.

Napstylea melipat kedua tangannya.

"Kami akan tetap siaga malam ini."

Jester memutar kartu di jarinya.

"APH mungkin mundur, tapi mata mereka tidak."

Storm mengangguk pelan.

"Aku tahu."

Ia menatap markas Psywars sebentar—tempat yang kini lebih terasa seperti garis depan daripada rumah.

"Jangan biarkan kota ini jadi medan tempur lagi," katanya tenang.

Napstylea menyahut singkat, "Serahkan pada kami."

Jester menyeringai.

"Pergilah istirahat, Kaisar Es tanpa takhta."

Storm tidak menanggapi ejekan itu. Ia hanya berbalik dan melompat turun dari gedung, menghilang di antara bayangan kota.

Apartemennya berada tak jauh dari markas Psywars.

Bukan tempat mewah.

Hanya unit kecil di lantai menengah gedung tua yang menghadap jalan utama. Balkon sempit. Lampu redup. Dinding putih yang mulai kusam.

Cukup untuk seseorang yang tidak ingin diperhatikan.

Storm membuka pintu dengan kartu akses biasa—tanpa teknologi canggih, tanpa pengamanan khusus.

Ia masuk.

Ruangan itu sunyi.

Meja kecil. Sofa sederhana. Dapur mini yang jarang dipakai. Jendela besar yang memperlihatkan sebagian cakrawala H2700.

Ia menutup pintu pelan.

Untuk pertama kalinya sejak duel dengan Lgris—

Ia benar-benar sendirian.

Storm berjalan ke balkon dan membuka pintu kaca. Angin malam masuk perlahan, membawa aroma kota yang hidup.

Tatapannya kosong.

Bukan karena lelah fisik.

Tetapi karena beban yang tak terlihat.

Kota Nirvana terlintas di benaknya.

Rumah lama.

Jalanan yang pernah ia lewati.

Langit yang berbeda.

Namun bayangan itu segera memudar.

Ia tahu.

Ia tidak mungkin kembali.

Kota Nirvana adalah pusat pengawasan Aksrega United. Sensor energi tingkat tinggi, pengawas APH yang berpatroli rutin, bahkan sistem pendeteksi anomali dimensi yang tertanam di jaringan kota.

Jika ia melangkah ke sana—

Jejak Grivver.

Resonansi Velora.

Ice Emperor.

Semuanya akan terdeteksi dalam hitungan menit.

Dan bukan hanya satu tim yang akan datang.

Mungkin seluruh divisi.

Storm menggenggam pagar balkon perlahan.

"Aku sudah tidak punya tempat pulang lagi," gumamnya pelan.

Velora berbisik samar di dalam dirinya.

"Tempat bukan hanya soal koordinat."

Storm tersenyum tipis.

"Mudah bagimu berkata begitu."

Ia kembali masuk dan duduk di sofa. Cahaya kota menyinari ruangan melalui jendela, menciptakan bayangan panjang di lantai.

***

Di luar—

Psywars aktif mengawasi.

Napstylea menjaga perimeter.

Jester memantau fluktuasi dimensi.

***

Sementara itu—

Storm memilih menyendiri.

Bukan karena ia lemah.

Namun karena ia tahu—

Semakin dekat ia dengan orang-orang yang ia pedulikan, semakin besar risiko yang mereka tanggung.

Ia menatap tangannya.

Tangan yang tadi menghancurkan Domain.

Tangan yang meninju gunung es hingga hancur.

Tangan yang mungkin suatu hari—

Akan dipaksa melawan sesuatu yang jauh lebih besar.

Angin malam kembali berhembus.

H2700 terlihat damai.

More Chapters