Cherreads

Chapter 385 - Menuju Langit Risveyland

Debu dan pecahan kaca masih berjatuhan dari gedung yang ditabrak Storm.

Di langit, naga berkepala lima itu berputar perlahan, petir mengalir di antara leher-leher panjangnya seperti urat cahaya yang marah.

Storm melayang stabil.

Retakan tipis di Armor Scarlet Skycrimson perlahan tertutup oleh energi merah yang berdenyut.

Ia menatap kota H2700 di bawahnya.

Gedung-gedung tinggi.

Cahaya jalanan.

Orang-orang yang masih berusaha menyelamatkan diri.

Jika pertarungan ini berlanjut di sini—

Separuh kota bisa lenyap.

"Velora," gumamnya dalam hati.

"Aku akan menjauhkannya."

Tanpa menunggu lebih lama, Storm memutar tubuhnya ke arah barat daya.

Targetnya jelas.

Risveyland.

Wilayah dataran luas yang hampir tak berpenghuni, jauh dari pusat kota dan infrastruktur penting.

Tempat yang cukup luas untuk pertarungan tanpa batas.

Scarlet Skycrimson menyala terang—

Dan Storm melesat ke atas, menembus awan badai seperti anak panah merah.

Naga itu meraung marah.

Kelima kepalanya menoleh mengikuti arah terbang Storm.

Ia tidak menyerang kota lagi.

Dengan dentuman keras, makhluk raksasa itu mengepakkan sayapnya dan mengejar, meninggalkan pusaran petir yang memudar di atas H2700.

Di bawah—

Jester berdiri di atas atap gedung yang retak, menatap langit.

"Heh… Tuan Rem memancingnya," gumamnya.

Ia menjentikkan jarinya.

Ribuan kartu Arkana muncul kembali, kali ini membentuk rangka kapal terbang ramping berwarna ungu dan emas.

Lembaran kartu saling bertaut, membentuk lambung, layar, dan kemudi.

"Kapal Arkana—Mode Tempur."

Jester melompat ke atasnya.

Kapal itu melesat naik, meninggalkan jejak simbol bercahaya di udara.

Napstylea mengaktifkan kembali armor silvernya yang sempat retak.

Inti energinya menyala biru terang.

"Aku tidak akan membiarkannya sendirian," katanya tegas.

Ia melesat ke langit, mengejar Storm dan naga itu dengan kecepatan tinggi.

Di sisi lain langit—

Cluster 29-334 menembus awan dengan suara mesin gravitasi yang dalam.

Zero memutar kendali, meningkatkan daya dorong.

"Dia menuju Risveyland," katanya sambil melihat lintasan merah di radar.

Arabels memproyeksikan peta wilayah.

"Area dataran terbuka. Radius kosong hampir tiga puluh kilometer."

Pilihan yang tepat.

Lira memperbesar pembacaan energi naga.

"Fluktuasinya meningkat. Emosinya… tidak stabil."

Zero menyeringai tipis.

"Bagus. Berarti dia terpancing."

Arabels menatap titik merah Storm yang terus menjauh dari kota.

"Kita harus menjaga jarak aman, tapi tetap dalam jangkauan dukungan."

"Dimengerti," jawab Zero.

Cluster 29-334 mempercepat laju, membelah malam.

Di atas awan—

Storm berhenti sejenak, menoleh ke belakang.

Naga berkepala lima itu menerobos awan dengan auman keras, petir menyambar liar di sekitarnya.

Jarak di antara mereka menyempit.

Storm berbalik lagi, meningkatkan kecepatan.

Angin menampar armornya.

Risveyland sudah terlihat di kejauhan—

Hamparan gelap luas tanpa cahaya kota.

Tanah datar berbatu dan padang kering yang membentang sejauh mata memandang.

Tempat yang cocok untuk perang.

Naga itu menembakkan sambaran petir ke arah Storm.

Ia berputar di udara, menghindar tipis.

Kilatan listrik menyambar langit, membelah awan malam.

Di belakangnya, satu per satu sekutu muncul.

Kapal Arkana Jester bersinar ungu di kejauhan.

Napstylea melesat seperti komet perak.

Cluster 29-334 menjaga jarak di sisi kanan.

Storm menyadari mereka semua mengikuti.

Ia tidak menghentikan mereka kali ini.

Karena jika ini benar perang balas dendam antar ras—

Ia mungkin membutuhkan semuanya.

Storm akhirnya melambat dan turun.

Kakinya menyentuh tanah Risveyland dengan dentuman berat.

Retakan menyebar di tanah kering.

Ia berdiri tegak, menatap langit gelap.

Beberapa detik kemudian—

Naga berkepala lima itu turun dengan hentakan besar, mengguncang dataran luas.

Petir menyambar tanah, membakar batu dan rumput kering.

Angin berputar liar di antara dua makhluk itu.

More Chapters