Cherreads

Chapter 384 - Suara dari Dalam Badai

Langit H2700 bergetar.

Arus petir berputar mengelilingi naga berkepala lima itu seperti mahkota kehancuran. Jester dan Napstylea masih berusaha bangkit di bawah, sementara Cluster 29-334 menjaga jarak di udara.

Storm melayang di pusat pusaran angin.

Energi merah Scarlet Skycrimson mengumpul di sekelilingnya, membentuk lingkaran tekanan ruang yang makin padat.

Sedikit lagi.

Namun tiba-tiba—

Suara tajam menggema di dalam pikirannya.

"Manusia…"

Ia mengenal suara itu.

Velora.

Bukan melalui alat komunikasi.

Bukan melalui udara.

Melainkan langsung di dalam kesadarannya.

"Apa?" gumam Storm pelan tanpa membuka saluran eksternal.

"Makhluk itu bukan monster biasa," lanjut Velora.

"Aku mengenali frekuensinya."

Di bawah, naga itu mengangkat kepalanya yang paling tengah, mata menyala putih kebiruan.

Velora berbicara lagi, lebih serius dari biasanya.

"Itu bukan entitas lokal. Itu spesies luar sistem. Ras drakonik elektro—pemangsa dimensi tingkat menengah."

Storm mengerutkan kening.

"Kenapa mereka bisa ada di sini?"

Hening sepersekian detik.

Lalu jawaban itu datang.

"Karena kau sendiri."

Petir menyambar gedung di bawah, membuat ledakan besar.

"Sepertinya dulu," lanjut Velora,

"Kau membunuh monster naga berkepala tiga di langit kota Nirvana."

Storm terdiam.

Ia ingat.

Pertarungan brutal di udara kota Nirvana yang hampir menelan separuh distrik industri.

Makhluk itu juga menyemburkan petir.

Dan ia mengakhirinya dengan Sinar Laser dari armornya.

"Itu salah satu dari ras mereka," kata Velora.

"Makhluk ini datang untuk membalas dendam."

Mata Storm menyempit.

"Jadi ini bukan sekadar serangan acak."

"Tidak," jawab Velora pelan.

"Ini perburuan."

Di saat yang sama—

Naga berkepala lima itu menatap langsung ke arah Storm.

Seolah memahami.

Seolah mengenalinya.

Kelima kepalanya membuka mulut bersamaan.

Namun kali ini bukan petir yang keluar terlebih dahulu.

Melainkan—

Auman.

Bukan sekadar suara.

Gelombang energi sonik bercampur listrik, menyebar seperti cincin kehancuran di udara.

Velora masih berbicara di dalam pikirannya.

"Storm, inti energinya berada di antara kepala kedua dan keempat. Jika kau—"

Gelombang itu menghantam lebih dulu.

Karena sepersekian detik—

Storm tidak sepenuhnya fokus.

Pikirannya terpecah antara konsentrasi daya dan informasi dari Velora.

Auman itu menghantam armor Scarlet Skycrimson secara langsung.

Perisai energinya retak.

Tubuh Storm terpental keras ke belakang seperti meteor merah yang ditembak jatuh.

"KAK REM!" teriak Arabels dari dalam pesawat.

Cluster 29-334 berguncang oleh sisa gelombang.

Zero memutar kendali untuk menstabilkan posisi.

Lira memindai dengan cepat.

"Frekuensi aumannya mengandung pola resonansi balas dendam—itu mengunci target tertentu!"

Di bawah, Jester menatap ke langit dengan wajah tegang.

"Dia terlempar!"

Storm menabrak sisi gedung pencakar langit, menghancurkan beberapa lantai sebelum akhirnya berhenti di udara dengan dorongan paksa.

Armor merahnya berasap tipis.

Beberapa bagian retak halus.

Naga itu mengaum lagi, kali ini lebih keras—seolah mengejek.

Velora bersuara lagi, nada suaranya lebih dalam.

"Fokus, Storm. Ini bukan pertarungan ego. Ia datang dengan tujuan."

Storm melayang perlahan keluar dari debu dan pecahan kaca.

Matanya menyala merah tajam di balik helm.

"Tujuannya adalah aku."

Petir mulai berkumpul di kelima kepala naga.

Langit menjadi putih oleh cahaya listrik.

Storm mengepalkan tangannya.

Energi yang tadi ia kumpulkan belum sepenuhnya stabil.

Namun kini ia tahu satu hal.

Makhluk itu tidak akan berhenti sebelum salah satu dari mereka lenyap.

Dan kali ini—

Ini bukan sekadar melindungi kota.

Ini adalah perang yang dibawa dari masa lalu.

Scarlet Skycrimson menyala lebih terang.

More Chapters