Cherreads

Chapter 399 - Ingatan yang Retak

Pagi datang lebih cepat dari biasanya bagi Arabels.

Ia terbangun dengan jantung berdegup sedikit lebih kencang.

Mimpi.

Atau bukan?

Langit hitam tanpa batas.

Bintang-bintang terlalu dekat.

Dan sebuah nama—

Storm Realms.

Arabels duduk di tepi tempat tidurnya, memegang kepalanya pelan.

"Apa itu hanya imajinasiku…?"

Semakin ia mencoba mengingat, gambaran itu semakin kabur. Seperti memegang kabut dengan tangan kosong.

Namun satu perasaan tetap tinggal.

Storm menyembunyikan sesuatu.

Di hanggar utama X.A.R.A, Storm berdiri memandangi badan besar Nexus S-4473 yang masih dalam tahap penyempurnaan.

Zero sedang memeriksa modul stabilisasi.

Lira membaca data linguistik pada panel samping.

Arabels berjalan mendekat.

"Storm."

Ia menoleh pelan.

"Ada apa?"

Arabels menatapnya beberapa detik, seolah mencoba membaca sesuatu di matanya.

"Tadi malam… kita berbicara tentang sesuatu yang penting, bukan?"

Storm tidak langsung menjawab.

"Kita sering berbicara tentang hal penting."

"Bukan itu." Arabels mendekat satu langkah. "Kau mengatakan… namamu dan kekuatanmu…"

Kata itu hampir keluar.

Namun seperti tertahan oleh sesuatu yang tak terlihat.

Storm memperhatikan perubahan ekspresinya.

"Aku hanya mengatakan namaku Storm Realms, bukan nama samaranku: Rem Scraster." jawabnya tenang.

Arabels mengerutkan kening.

"Tidak… ada satu kata lagi."

Angin dari ventilasi hanggar berhembus di antara mereka.

Storm menoleh ke arah Nexus sejenak sebelum kembali menatapnya.

"Kadang pikiranmu terlalu jauh menjelajah," katanya ringan. "Mungkin kau hanya kelelahan."

Itu bukan bantahan.

Tapi juga bukan pengakuan.

Arabels tahu itu.

Ia bisa merasakannya.

"Apa kamu sengaja menyembunyikan sesuatu dariku? Mungkin semacam rahasia kekuatanmu?"

Storm terdiam cukup lama.

"Aku hanya tidak ingin membebanimu dengan hal yang belum perlu kau ketahui."

Jawaban itu lembut.

Namun tetap tidak jelas.

Arabels menatapnya, ingin mendesak lebih jauh—

Namun langkah cepat terdengar dari ujung hanggar.

"Sepertinya aku datang di momen yang cukup… intens."

Suara itu tajam dan terkontrol.

Violys berjalan mendekat, tablet tipis di tangannya, mata cerdasnya langsung tertuju pada Storm.

Zero melirik sekilas.

"Kalau Violys datang sendiri ke hanggar, biasanya bukan hal kecil."

Lira menutup datanya perlahan.

Violys berhenti beberapa langkah dari Storm.

"Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu."

Storm tidak terkejut.

"Hari ini terlalu tenang memang."

Violys menatapnya lebih serius dari biasanya.

"Orang ini tidak membuat janji melalui jalur resmi X.A.R.A."

Arabels langsung waspada.

"Apa dari APH?" tanyanya pelan.

Violys menggeleng tipis.

"Tidak mengenakan insignia resmi apa pun. Tapi… cara dia berdiri di lobi membuat setengah staf keamanan tidak berani mendekat."

Zero bersiul pelan.

"Kedengarannya menyenangkan."

Storm memejamkan mata sejenak.

"Di mana dia sekarang?" tanya Storm.

"Ruang tamu utama," jawab Violys. "Tuan Aryes sedang menahannya dengan percakapan ringan."

Itu berarti situasinya cukup serius sampai Aryes turun tangan langsung.

Arabels memandang Storm.

"Kamu yakin ingin menemuinya sekarang?"

Storm menatapnya sekilas.

Kegelisahan yang tadi ia rasakan kembali muncul samar.

"Jika seseorang mencariku secara langsung," katanya tenang, "Lebih baik aku yang menemuinya daripada membiarkannya mencari alasan lain."

Violys berbalik.

"Aku akan mengantarmu."

Storm berjalan melewati Arabels.

Namun sebelum menjauh terlalu jauh—

Arabels memanggilnya pelan.

"Storm."

Ia berhenti.

"Kalau nanti aku benar-benar mengingat sesuatu… kamu akan menjawabku dengan jujur?"

Beberapa detik hening.

Storm tidak menoleh sepenuhnya.

"Jika saatnya tepat."

Arabels hanya bisa menatap punggungnya saat ia berjalan mengikuti Violys keluar hanggar.

More Chapters