Angin laut berhembus pelan di pantai selatan H2700.
Percakapan Storm dan Jester masih terasa berat meskipun suasana di sekitar mereka tetap santai.
Ombak datang dan pergi.
Anak-anak masih bermain di pasir.
Namun bagi mereka berdua, pikiran sedang berada di tempat lain.
Storm akhirnya berdiri dari batu tempat ia duduk.
"Jika Psywars benar-benar dihentikan… kalian akan kehilangan markas."
Jester mengangguk pelan.
"Dan status kami sebagai pelindung kota."
Storm menatap ke arah laut sejenak.
Lalu ia mengangkat pergelangan tangannya.
Jam komunikator kecil di tangannya menyala, memunculkan layar hologram biru transparan.
Jester mengangkat alis.
"Kau mau menghubungi siapa?"
Storm menjawab singkat.
"Aryes."
Beberapa detik kemudian—
Wajah Aryes Wilston muncul di hologram.
Pemimpin X.A.R.A itu terlihat sedang berada di ruang kerjanya, dikelilingi layar-layar data astronomi.
"Tuan Storm?" katanya sedikit heran.
"Kau sedang tidak di markas."
Storm langsung menjawab.
"Aku ingin menanyakan sesuatu."
Aryes menyilangkan tangan.
"Baik. Apa itu?"
Storm menoleh sedikit ke arah Jester.
"Apakah Jester dan Napstylea bisa menjadi bagian dari X.A.R.A?"
Aryes terdiam beberapa detik.
Ia jelas tidak menyangka pertanyaan itu.
"Apa mereka Jester Clownnys dan Napstylea Iwatales?"
Storm mengangguk.
"Psywars akan dihentikan oleh Franskeinsteins."
Aryes menghela napas kecil.
"Ya… aku sudah mendengar rumor itu."
Ia berpikir sejenak.
Tatapannya terlihat serius.
Aryes tentu tahu siapa mereka.
Jester dan Napstylea bukan orang biasa.
Mereka sering muncul ketika kota dalam bahaya, bahkan sebelum tim resmi APH datang.
Meskipun tidak terdaftar sebagai pahlawan resmi—
Mereka sudah menyelamatkan banyak orang.
Aryes akhirnya berkata pelan,
"Ini cukup efesien."
Jester menyeringai kecil dari samping Storm.
"Sepertinya dia tidak langsung menolak."
Aryes melanjutkan,
"X.A.R.A bukan organisasi militer."
"Tapi kami memiliki banyak proyek yang membutuhkan perlindungan."
Ia mengetuk meja kerjanya pelan.
"Namun aku tidak bisa langsung menerima mereka begitu saja."
Storm sudah menduga itu.
"Apa syaratnya?"
Aryes menjawab dengan tenang,
"Aku akan meminta Violys menguji mereka."
Jester mengangkat alis.
"Apa semacam Ilmuwan yang selalu terlihat seperti sedang menganalisis planet?"
Storm meliriknya sebentar.
Aryes melanjutkan,
"Jika mereka lulus ujian Violys… mereka tidak akan menjadi bagian dari tim Nexus."
Storm sedikit mengangguk.
Ia tahu tim Nexus adalah tim eksplorasi utama X.A.R.A.
Aryes melanjutkan,
"Tapi aku bisa menempatkan mereka sebagai unit tempur independen X.A.R.A."
Jester sedikit tertarik.
"Unit tempur?"
Aryes mengangguk.
"Mereka tidak akan terikat dengan operasi penelitian."
"Tapi mereka akan menjadi pasukan yang bisa dikerahkan kapan saja jika terjadi ancaman besar."
"Baik di bumi maupun dalam operasi luar angkasa."
Storm menatap layar beberapa detik.
"Dengan kata lain mereka tetap bisa melindungi kota."
Aryes tersenyum kecil.
"Dan juga melindungi proyek-proyek X.A.R.A."
Jester tertawa pelan.
"Sepertinya itu pekerjaan yang cocok."
Aryes menambahkan satu hal lagi.
"Tapi keputusan akhir tetap pada Violys."
"Jika ia tidak puas dengan kemampuan mereka… aku tidak bisa melanjutkan rencana ini."
Storm mengangguk.
"Baiklah."
Aryes menatap Storm sedikit penasaran.
"Kau benar-benar memperdulikan mereka."
Storm menjawab datar.
"Mereka sudah melindungi kota ini terlalu lama untuk dibiarkan menghilang begitu saja."
Aryes tersenyum tipis.
"Baiklah."
"Suruh mereka datang ke markas X.A.R.A besok."
Hologram pun menghilang.
Angin laut kembali terasa.
Jester berdiri diam beberapa detik.
Lalu ia tertawa pelan.
"Jadi sekarang kami harus diuji oleh ilmuwan."
Storm menatap laut lagi.
"Itu lebih baik daripada kehilangan tempatmu."
Jester menyeringai lebar.
"Benar juga."
Ia memasukkan tangannya ke saku.
"Napstylea pasti akan tertarik mendengar ini."
