Storm meluncur cepat di atas laut menggunakan Deathred.
Angin kencang menerpa wajahnya saat papan selancar terbang itu melesat menuju dinding es raksasa yang ia ciptakan sebelumnya.
Di depan—
Napstylea sudah lebih dulu mencapai wilayah laut.
Armor Silver miliknya bersinar di bawah cahaya matahari saat ia melayang di udara, menatap gurita raksasa yang terus menghancurkan bagian es dengan tentakel-tentakelnya.
Air laut kembali berguncang.
Namun sebelum Storm sempat mendekat—
Sebuah kilatan cahaya tiba-tiba muncul dari langit.
ZRAAAK!
Sinar laser merah melesat lurus ke arahnya.
Storm langsung memiringkan tubuhnya.
Deathred berbelok tajam di udara.
Laser itu melewati tempatnya beberapa detik sebelumnya dan menghantam permukaan laut, menciptakan ledakan air yang tinggi.
Storm menyipitkan mata.
"Apa lagi sekarang?"
Ia mengangkat kepalanya.
Dan saat itu—
Sebuah bayangan besar muncul di langit.
Sebuah Mecha raksasa melayang di atas awan.
Tubuhnya terbuat dari logam gelap dengan garis energi biru yang mengalir di sepanjang rangkanya. Beberapa meriam besar terpasang di kedua lengannya, sementara mata mekaniknya menyala terang seperti sensor yang sedang mengunci target.
Sinar laser lain mulai terkumpul di meriam bahu Mecha itu.
Storm mendecih pelan.
"Jadi bukan hanya monster laut saja…"
Ia langsung memahami situasinya.
Mecha itu jelas dikendalikan oleh seseorang.
Dan orang itu—
Sedang mencoba membunuhnya.
Laser kedua ditembakkan.
Storm memutar Deathred dengan cepat, menghindari tembakan itu sekali lagi.
Ledakan cahaya menghantam laut di belakangnya.
Storm menoleh ke arah Napstylea yang masih bersiap menghadapi gurita raksasa.
"Napstylea!"
Napstylea segera menoleh.
Storm menunjuk ke arah gurita raksasa.
"Bunuh Monster laut itu!"
Napstylea langsung mengerti maksudnya.
Ia mengangguk singkat.
"Baik."
Detik berikutnya—
Napstylea melesat turun menuju gurita raksasa, pedang energinya muncul dari lengannya saat ia siap menyerang tentakel-tentakel monster itu.
Sementara itu—
Storm mengarahkan Deathred ke atas.
Ia menatap Mecha raksasa yang melayang di langit.
"Kalau kau ingin menantangku…"
Deathred meraung saat mesinnya meningkatkan daya dorong.
Storm melesat naik seperti peluru merah menembus udara.
"Datanglah sendiri."
Mecha raksasa itu menurunkan meriamnya, sensor matanya terkunci tepat pada Storm yang mendekat.
Langit di atas laut kini menjadi arena baru.
