Di atas laut yang sebagian masih membeku—
Pertarungan lain masih berlangsung.
Napstylea melayang di udara dengan Armor Silver miliknya.
Di bawahnya—
Monster gurita raksasa terus menggeliat di antara pecahan es yang dibuat Storm sebelumnya.
Tentakel-tentakel besarnya menghantam air dan bongkahan es dengan kekuatan brutal.
BLASH!
Salah satu tentakel menghantam permukaan laut, memecahkan lapisan es yang mengapung.
Namun Napstylea tetap melayang tenang di udara.
Helm peraknya memantulkan cahaya matahari.
Sensor armornya terus mengunci pergerakan monster itu.
"Sudahi sampai sini."
Napstylea mengangkat tangannya.
Bagian lengan armornya mulai terbuka, memperlihatkan inti energi yang mulai bersinar terang.
Energi perak berkumpul dengan cepat.
Udara di sekelilingnya bergetar.
Monster gurita itu mengangkat beberapa tentakelnya, mencoba menyerang.
Namun Napstylea sudah lebih dulu membidik.
Suaranya terdengar tenang dari dalam helmnya.
"Silver Link."
Cahaya perak meledak dari tangannya.
ZRAAAAAAK!!
Sinar laser dahsyat melesat lurus ke arah monster gurita itu.
Serangan itu begitu cepat hingga hampir tidak terlihat oleh mata.
Dalam sekejap—
Laser itu menembus tubuh raksasa monster tersebut.
Air laut meledak.
Cahaya perak menyilaukan seluruh area.
BOOOOM!!
Tubuh gurita raksasa itu langsung hancur oleh energi tersebut.
Tentakel-tentakelnya terputus dan tenggelam ke dalam laut.
Beberapa bagian tubuhnya bahkan menguap oleh panas serangan itu.
Dalam hitungan detik—
Monster yang tadi mengancam pantai H2700 telah musnah.
Air laut kembali bergolak pelan sebelum akhirnya mulai tenang.
Napstylea menurunkan tangannya.
Cahaya energi di armornya perlahan meredup.
Ia melihat ke bawah sejenak memastikan tidak ada sisa ancaman.
Kemudian—
Napstylea melesat turun menuju pantai.
WHUSH!
Ia mendarat dengan ringan di pasir.
Begitu kakinya menyentuh tanah—
Armor Silver mulai menghilang dari tubuhnya.
Lapisan logam itu larut menjadi cahaya yang kemudian menghilang sepenuhnya.
Kini Napstylea kembali berdiri tanpa armor.
Jester yang melihatnya langsung mengangkat tangannya.
"Wah, selesai juga."
Zero menyilangkan tangannya sambil melihat ke arah laut yang kini tenang.
"Serangan yang cukup rapi."
Lira mengangguk kecil.
"Itu sangat cepat."
Arabels juga terlihat lega.
Napstylea berjalan mendekati mereka.
"Monsternya sudah selesai."
Jester tertawa kecil.
"Bagus. Kalau tidak, pantai ini bisa berubah jadi akuarium raksasa."
Semua orang kini kembali melihat ke arah langit.
