Cherreads

Chapter 443 - Nama yang Menggema

Siaran berita masih terus diputar di layar televisi kediaman keluarga Wilson.

Rekaman Storm yang melesat di langit, menghindari serangan Mecha raksasa, terus diulang oleh berbagai saluran berita.

Seren masih duduk di depan layar.

Matanya berbinar setiap kali melihat sosok Storm bergerak cepat di udara.

Baginya—

Storm bukan hanya seorang pahlawan yang dilihat dari layar.

Storm adalah seseorang yang ia kenal.

Seseorang yang melindungi keluarganya.

Tiba-tiba—

Pintu ruangan terbuka.

Seorang pria masuk dengan langkah tenang.

Rasar.

Ia mengenakan pakaian formal hitam, dengan ekspresi yang selalu terlihat serius.

Seren langsung menoleh.

"Oh, Rasar."

Rasar berjalan mendekat sambil membawa tablet data di tangannya.

"Aku membawa laporan terbaru."

Seren sedikit memiringkan kepala.

"Laporan?"

Rasar mengangguk.

"Ini laporan mengenai Storm."

Seren langsung terlihat lebih tertarik.

Rasar menyalakan layar tablet itu dan menampilkan beberapa grafik dan berita global.

"Dalam beberapa hari terakhir, popularitas Storm meningkat sangat cepat."

Ia menggeser layar.

Berbagai grafik muncul—menunjukkan statistik pencarian, pemberitaan media, dan diskusi publik.

"Bahkan belum sampai satu bulan…"

Rasar berhenti sejenak sebelum melanjutkan.

"Namanya sudah jauh lebih populer dibanding beberapa pahlawan resmi."

Seren sedikit terkejut.

"Benarkah?"

Rasar mengangguk.

"Ya. Nona."

Ia menunjuk beberapa nama yang muncul di layar.

Lgris Harrenheal.

Rizen Krystoren.

Marika Slayers.

Terminator Demon.

Semua nama itu adalah pahlawan terkenal dari APH.

Namun grafik popularitas Storm sekarang jauh melampaui mereka.

"Media dunia terus membicarakannya," lanjut Rasar.

"Orang-orang menganggapnya sebagai pahlawan yang berani menghadapi musuh besar sendirian."

Seren tersenyum lebar.

"Aku tidak kaget."

Ia kembali melihat layar televisi yang masih menampilkan Storm.

"Dia memang seperti itu."

Rasar menatap Seren sejenak.

"Bagi sebagian orang, Storm adalah pahlawan."

"Tapi bagi keluarga Wilson…"

Seren langsung menjawab sebelum Rasar selesai bicara.

"Dia seperti kakakku."

Kalimat itu keluar dengan sangat natural.

Seren tersenyum kecil.

"Storm selalu melindungi keluarga Wilson."

Ia menatap layar televisi lagi.

"Walaupun dia jarang datang ke sini."

Rasar tidak membantah.

Ia tahu itu benar.

Rasar mematikan layar tablet itu.

"Bagaimanapun juga…"

"Nama Storm sekarang mulai menggema di seluruh dunia."

Seren tampak bangga mendengarnya.

Ia melihat lagi ke layar televisi.

Di sana, Storm terlihat meluncur di langit dengan selancar terbangnya.

Seren tersenyum pelan.

"Dia memang pantas mendapatkannya."

Di luar kediaman Wilson—

Langit kota terlihat damai.

More Chapters