Cherreads

Chapter 444 - Badai Wartawan

Hari berikutnya.

Markas X.A.R.A yang biasanya dipenuhi ilmuwan, teknisi, dan suara mesin penelitian kini berubah menjadi tempat yang jauh lebih ramai.

Di luar gerbang utama—

Puluhan kendaraan media parkir berderet.

Lampu kamera menyala.

Mikrofon dari berbagai stasiun televisi terangkat ke udara.

Para wartawan berkumpul di depan area keamanan markas, mencoba mendapatkan informasi sebanyak mungkin.

Semua hanya karena satu nama: Storm Realms.

Di dalam markas—

Arabels benar-benar kewalahan.

Ia berdiri di salah satu lorong utama yang dipenuhi beberapa staf X.A.R.A, sementara di depannya sekelompok wartawan terus mengajukan pertanyaan tanpa henti.

"Arabels Everyn! Benarkah Storm Realms adalah kekasihmu?"

"Bagaimana hubungan kalian berdua?"

"Apakah Storm benar-benar melawan Mecha raksasa itu sendirian?"

"Apakah dia tinggal di markas ini sekarang?"

"Apakah dia bagian dari X.A.R.A?"

Arabels hampir tidak punya waktu untuk bernapas.

"A-aku… aku tidak bisa menjawab semua itu…"

Namun para wartawan tetap mencoba bertanya lagi.

Salah satu reporter bahkan mendekat sedikit lebih jauh.

"Arabels! Banyak orang ingin tahu seperti apa Storm di kehidupan sehari-hari!"

"Apakah dia memang sekuat yang terlihat di televisi?"

Arabels benar-benar terlihat panik sekarang.

Ia tidak pernah menghadapi situasi seperti ini sebelumnya.

"Aku… aku hanya—"

Namun sebelum ia bisa menjawab lagi—

Zero berdiri tidak jauh dari sana sambil menyilangkan tangan.

Ia menatap kerumunan wartawan itu dengan wajah datar.

"Ini benar-benar seperti badai."

Lira yang berdiri di sampingnya mengangguk kecil.

"Media memang selalu seperti ini."

Jester yang bersandar santai di dinding malah tertawa pelan.

"Kasihan juga kamu. Nona Arabels."

Ia menunjuk ke arah kerumunan wartawan itu.

"Dia diserang oleh monster yang lebih menakutkan dari naga kemarin."

Zero sedikit mengangguk.

"Monster bernama wartawan."

Sementara itu—

Arabels masih berusaha menjawab dengan sopan.

"Storm sebenarnya orang yang baik…"

Namun bahkan kalimat sederhana itu langsung memicu lebih banyak pertanyaan.

"Apakah dia sering bertarung seperti ini?"

"Apakah dia dilatih oleh seseorang?"

"Apakah benar dia memiliki kekuatan es?"

Arabels hampir pusing mendengarnya.

Ia bahkan tidak tahu harus menjawab yang mana dulu.

Akhirnya ia menutup matanya sebentar sambil menarik napas.

"Maaf…"

"Saya benar-benar tidak bisa menjelaskan semuanya."

Beberapa staf keamanan X.A.R.A mulai mencoba mengatur kerumunan wartawan itu agar tidak terlalu mendesak.

Namun antusiasme mereka masih tinggi.

Karena bagi dunia—

Storm Realms kini bukan hanya petarung misterius.

Ia sudah menjadi sosok yang sangat terkenal.

Karena Storm sendiri tidak muncul—

Arabels yang merupakan kekasihnya otomatis menjadi target pertanyaan mereka.

Di sisi lain lorong—

Jester masih tersenyum sambil melihat situasi itu.

"Kalau Tuan Storm melihat ini…"

Zero menjawab singkat.

"Dia pasti kabur."

Lira menambahkan pelan.

"Sepertinya Storm memang sudah kabur."

More Chapters