Cherreads

Chapter 445 - Pilihan di Antara Bintang

Di bagian dalam hanggar terbesar markas X.A.R.A—

Suasana sangat berbeda dari keramaian di luar gedung.

Tempat ini dipenuhi suara mesin, percikan alat las, dan langkah para teknisi yang terus bekerja tanpa henti.

Di tengah hanggar itu berdiri sesuatu yang luar biasa besar.

Kapal antariksa antar bintang – Nexus S-4473.

Struktur kapal raksasa itu masih setengah selesai. Banyak bagian rangkanya masih terbuka, memperlihatkan jaringan kabel energi dan panel mesin yang sedang dipasang oleh para ilmuwan.

Para teknisi berjalan di platform besi yang mengelilingi badan kapal.

Beberapa drone kecil juga membantu membawa komponen mesin dari satu tempat ke tempat lain.

Di antara semua kesibukan itu—

Seseorang duduk santai di dekat salah satu kaki platform logam.

Ia duduk dengan santai sambil mengamati para ilmuwan yang sibuk bekerja.

Tangannya bersandar di belakang, sementara matanya mengikuti gerakan teknisi yang memasang modul mesin baru pada bagian belakang kapal.

"Banyak sekali bagian yang harus dipasang…" gumam Storm pelan.

Seorang teknisi lewat sambil membawa perangkat besar.

Di sisi lain hanggar, layar hologram besar menampilkan berbagai sistem yang sedang diuji.

Storm menoleh ke arah layar itu.

Namun bukan kapal Nexus S-4473 yang sedang ditampilkan.

Melainkan sesuatu yang lain.

Sebuah ruang hanggar besar.

Di tengahnya—

Berdiri sebuah mesin raksasa yang tidak bergerak: Ginga Stars. 

Mecha raksasa itu kini berada dalam mode nonaktif.

Lampu-lampu energinya mati.

Mesinnya tidak mengeluarkan suara.

Ia berdiri seperti patung logam raksasa yang tertidur.

Beberapa teknisi X.A.R.A terlihat berjalan di sekitar kaki mesin itu, melakukan pemeriksaan dan perbaikan setelah pertarungan kemarin.

Storm menatap layar itu cukup lama.

"Mecha ya…"

Ia terlihat sedikit tertarik.

Mesin sebesar itu.

Bisa bergerak.

Bisa bertarung.

Bisa menghancurkan banyak hal dalam satu langkah.

Storm memiringkan kepalanya sedikit.

"Sepertinya seru juga…"

Namun kemudian ia menoleh kembali ke arah kapal besar di depannya.

Nexus S-4473.

Kapal yang dirancang untuk menjelajahi ruang antar bintang.

Storm melihat para ilmuwan yang terus merangkai bagian-bagian mesin kapal itu dengan sangat hati-hati.

Ia membayangkan sesuatu.

Langit yang gelap.

Bintang-bintang yang tak terhitung.

Kapal besar yang melesat menembus ruang hampa.

Storm menghela napas pelan.

"Kalau ke luar angkasa…"

Ia melihat lagi ke layar yang menampilkan Ginga Stars.

"Naik Mecha…"

Lalu menoleh lagi ke kapal besar di depan matanya.

"atau naik kapal antariksa?"

Storm menggaruk kepalanya.

Ia benar-benar terlihat bingung sekarang.

"Mana yang lebih keren ya…"

Di layar—

Ginga Stars terlihat seperti raksasa logam yang siap bertarung di antara bintang.

Sementara di hanggar—

Nexus S-4473 tampak seperti kapal penjelajah besar yang bisa membawa manusia melintasi galaksi.

Storm menatap keduanya bergantian.

Beberapa detik berlalu.

Ia menghela napas lagi.

"Kenapa harus dua-duanya kelihatan menarik…"

Storm benar-benar tidak tahu harus memilih yang mana.

Naik Mecha raksasa…

Atau menjelajahi bintang dengan kapal antariksa.

More Chapters