Cherreads

Chapter 631 - Keputusan Seleneva

Di dalam kapal armada Aquila — suasana terasa sangat berbeda.

Ratu Seleneva duduk anggun di kursinya sambil memandang luar angkasa dengan tenang. Gaun kerajaannya berkibar lembut terkena aliran energi kapal. Di sampingnya — Crimgard berdiri diam sebagai pengawal setia.

Berbeda dengan keduanya — Kaidles justru terlihat semakin kesal. Jenderal kekaisaran itu berdiri sambil menyilangkan kedua tangan di dada. Tatapannya dingin.

Sejak tadi — tidak ada tanda apa pun dari entitas misterius yang dikabarkan menuju Aquila. Tidak ada serangan. Tidak ada energi asing. Tidak ada apa-apa.

Kaidles akhirnya mendecakkan lidahnya pelan. "…Jadi ini hanya omong kosong?" Aura tajam mulai keluar dari tubuhnya. Tatapannya langsung mengarah pada Crimgard. "Kau menipu kekaisaran?"

Suasana kapal langsung berubah tegang. Beberapa prajurit Aquila mulai gugup.

---

Crimgard perlahan mengangkat kepalanya. Tatapannya justru terlihat santai. Lalu — petir merah mulai muncul di sekitar tubuhnya.

*BZZZTTT… *

Kaidles sedikit menyipitkan mata. Sedangkan Crimgard malah tersenyum menyeringai. "…Kalau memang begitu." Ia perlahan melangkah maju. "Berarti aku diperintahkan untuk melawanmu."

Ucapan itu langsung membuat suasana membeku.

---

Seleneva perlahan menutup matanya sesaat. Lalu akhirnya berbicara lembut. "…Aku berubah pikiran."

Kaidles menatapnya tajam.

Seleneva membuka matanya kembali. Tatapannya kali ini jauh lebih serius. "Konstelasi Aquila sudah tidak stabil. Hampir seluruh sumber daya kami terus diserahkan pada kekaisaran. Rakyatku mulai menderita." Suasana kapal menjadi sunyi. Seleneva mengepalkan tangannya perlahan. "…Aku tidak bisa terus diam."

Kaidles langsung memahami maksudnya. Ratu Aquila — memilih mendukung pemberontakan.

---

Aura Kaidles langsung berubah berat. "Jadi kau memilih melawan kekaisaran."

Crimgard justru maju selangkah lagi. Petir merah di tubuhnya semakin besar. Ia perlahan memanggil pedangnya.

*SHIIINGG!! *

Pedang merah gelap muncul di tangannya. Crimgard lalu menatap Kaidles sambil tersenyum kecil. "Aku memang tahu entitas itu menuju Aquila. Tapi aku juga tidak menyangka dia tidak muncul." Tatapannya berubah penuh semangat bertarung. "Tapi — ini kesempatan langka." Petir merah mulai menghancurkan lantai di sekitar kakinya. "Akhirnya aku bisa melawan salah satu jenderal kekaisaran."

Kaidles hanya diam memperhatikan. Sedangkan Crimgard tetap menyeringai. "Meskipun — aku tahu peluang menangku sangat kecil."

More Chapters