Cherreads

Chapter 687 - Pedang Terkuat Kekaisaran

Kedatangan Rangers telah mengubah suasana perang. Setelah ia menyatakan bahwa dirinya datang untuk menghentikan konflik — ketegangan tetap terasa. Semua orang tahu satu hal. Kata-kata Rangers memiliki bobot yang berbeda. Bukan karena jabatannya. Melainkan karena kekuatannya.

---

Di salah satu sektor medan perang —

Thraxor berdiri diam. Pedang besarnya masih berada di tangannya. Perhatiannya kini tertuju sepenuhnya kepada armada emas yang baru tiba. Lebih tepatnya — kepada sosok yang berdiri di depan armada tersebut. Rangers Orithrosvar.

"Cih..." Thraxor mendecakkan lidahnya pelan. Ekspresinya menunjukkan ketidaksenangan. Bukan kebencian. Bukan pula permusuhan. Melainkan sesuatu yang lebih rumit.

Setiap kali melihat Rangers — ia selalu teringat satu kenangan yang tidak menyenangkan.

Bertahun-tahun lalu. Saat ia masih jauh lebih muda. Saat namanya belum dikenal di seluruh galaksi. Saat dirinya masih berusaha membuktikan kemampuan. Ia pernah menantang Rangers. Sebuah duel resmi. Di hadapan para petinggi kekaisaran.

Thraxor saat itu sangat percaya diri. Ia menggunakan pedang terbaiknya. Mengeluarkan seluruh kemampuan yang dimilikinya. Bertarung dengan keseriusan penuh.

Sementara Rangers... hanya membawa pedang kayu.

Dan hasilnya — kekalahan mutlak.

Thraxor masih mengingatnya dengan jelas. Setiap serangan yang ia lepaskan dipatahkan. Setiap strategi dibaca dengan mudah. Setiap celah dimanfaatkan tanpa ampun. Bahkan hingga duel berakhir — Rangers tidak mengalami luka sedikit pun.

"Konyol," gumam Thraxor. Mengingat kejadian itu masih membuatnya kesal. Pedang kayu. Hanya pedang kayu. Namun ia tetap kalah.

Di kejauhan. Rangers masih berdiri tenang. Seolah tidak menyadari tatapannya. Thraxor menghela napas panjang. Ia membenci kenyataan itu. Tetapi ia tidak bisa menyangkalnya. Rangers berada di tingkatan yang berbeda.

---

Banyak jenderal utama kekaisaran menerima tugas berat. Mereka dikirim ke berbagai penjuru galaksi. Memimpin perang. Menumpas pemberontakan. Menghadapi ancaman besar. Kaidles dikirim ke Aquila. Thraxor ke Ursa Major. Hydra memimpin penaklukan wilayah. Dan jenderal lainnya menjalankan tugas masing-masing.

Namun Rangers berbeda. Ia hampir tidak pernah meninggalkan Urco Tastarius. Hampir selalu berada di dekat istana kekaisaran. Banyak orang menganggap itu sebagai kemewahan. Sebagai tanda bahwa dirinya tidak diberi pekerjaan. Namun kenyataannya justru sebaliknya.

Oreons tidak mengirim Rangers karena tidak perlu. Selama situasi masih bisa ditangani oleh jenderal lain — Rangers akan tetap berada di pusat galaksi. Keberadaannya adalah kartu terakhir kekaisaran. Pedang yang hanya ditarik ketika keadaan benar-benar berbahaya.

Dan fakta bahwa ia kini berada di Ursa Major... sudah cukup menjelaskan betapa seriusnya situasi saat ini.

---

Thraxor menggenggam pedangnya lebih erat. Ia tidak menyukai kenyataan itu. Tetapi ia tidak bisa membantah.

Di dalam kekaisaran — kekuatan adalah segalanya. Aturan tidak tertulis tersebut telah ada sejak lama. Yang kuat memimpin. Yang kuat dihormati. Yang kuat menentukan arah. Sementara yang lemah harus menerima posisi mereka.

Dan tidak ada seorang pun yang lebih kuat daripada Rangers. Karena itu — jenderal sepertinya dan lainnya pun harus menunjukkan rasa hormat. Bukan karena takut. Melainkan karena itulah hukum kekaisaran.

Jika seseorang yang lebih lemah menantang otoritas yang lebih kuat tanpa alasan yang sah — hukuman berat akan menantinya. Dalam kasus paling parah — hukuman mati.

Aturan yang keras. Itulah fondasi yang menjaga kekaisaran tetap berdiri selama berabad-abad.

Thraxor menatap Rangers sekali lagi. Lalu perlahan menundukkan kepalanya. Bukan tanda kekalahan. Bukan pula kepatuhan mutlak. Melainkan pengakuan. Pengakuan terhadap seseorang yang memang berada di puncak.

---

Sementara itu — di atas kapal emas utama —

Rangers memandang seluruh medan perang. Tatapannya menyapu para jenderal. Para pemberontak. Para Zodiac. Athena. Dan semua pihak yang terlibat.

Tidak ada kesombongan di wajahnya. Tidak ada keinginan untuk menunjukkan kekuatan. Justru itulah yang membuat kehadirannya semakin menekan. Seseorang yang benar-benar kuat tidak perlu membuktikan apa pun.

Tyrannons memperhatikan mantan gurunya dari kejauhan. Dan untuk sesaat — ia teringat masa lalu. Saat dirinya masih berlatih di bawah bimbingan pria itu. Saat ia masih menjadi bagian dari kekaisaran. Sebelum semua konflik ini terjadi.

---

Di sisi lain —

Virgo memiringkan kepala. "Dia membuat semua orang tegang," gumamnya.

Capricorn tertawa kecil. "Itu normal."

Virgo menoleh.

Capricorn menyilangkan tangan. "Lihat saja sekeliling."

Semua orang memang tegang. Mereka tahu. Selama Rangers berdiri di medan perang — keseimbangan kekuatan seluruh konstelasi telah berubah.

More Chapters