Cherreads

Chapter 708 - Cahaya yang Jauh

Malam kosmik menyelimuti Urco Tastarius. Planet pusat kekaisaran itu tetap terlihat megah seperti biasanya. Cahaya kota-kota raksasa membentang hingga cakrawala. Armada penjaga berpatroli mengelilingi orbit. Dan di atas semuanya — berdiri istana terbesar di galaksi.

Di salah satu balkon istana. Suasana terasa jauh lebih tenang dibanding aula rapat yang selalu dipenuhi perdebatan.

Oreons duduk santai di kursi panjang berlapis emas hitam. Tidak ada dokumen. Tidak ada laporan perang. Tidak ada rapat. Hanya dirinya. Dan seseorang yang selalu berada di sisinya. Yllarxa.

Gadis itu bersandar pelan di bahu Oreons. Menikmati ketenangan yang jarang mereka dapatkan. Angin energi dari taman langit istana berhembus perlahan. Membawa aroma bunga-bunga kosmik yang bermekaran di sekitar balkon.

Oreons mengangkat tangannya. Lalu mengusap rambut panjang Yllarxa dengan lembut. Yllarxa tersenyum kecil.

Biasanya. Bila ada orang lain melihat pemandangan ini — mereka mungkin tidak akan percaya. Karena Kaisar Galaksi yang ditakuti banyak makhluk justru terlihat begitu tenang. Begitu berbeda dari sosok yang memimpin jutaan armada perang.

Namun Yllarxa sudah terbiasa. Ia mengenal sisi Oreons yang tidak diketahui siapa pun. Sisi yang jarang diperlihatkan kepada dunia.

"Yang Mulia terlihat lebih tenang hari ini," kata Yllarxa pelan.

Oreons tersenyum tipis. "Hanya karena tidak ada yang menggangguku selama beberapa jam. Itu pencapaian besar."

Yllarxa terkikik pelan.

---

Mereka kembali menikmati keheningan. Langit kosmik terbentang luas di hadapan mereka. Dipenuhi nebula berwarna-warni. Bintang-bintang yang tak terhitung jumlahnya. Dan jalur-jalur cahaya dari armada yang melintas jauh di kejauhan.

Beberapa saat kemudian. Yllarxa tiba-tiba mengernyit. "Hmm?"

Oreons meliriknya. "Ada apa?"

Yllarxa mengangkat tangan. Menunjuk ke salah satu titik jauh di langit. "Itu."

Oreons mengikuti arah yang ditunjuknya. Awalnya tidak ada apa-apa. Namun sesaat kemudian — sebuah cahaya terang muncul. Sangat jauh. Begitu jauh hingga terlihat seperti titik kecil di lautan bintang. Cahaya itu berbeda. Ia bersinar jauh lebih terang daripada bintang-bintang di sekitarnya. Lalu menghilang. Seolah tidak pernah ada.

Yllarxa berkedip. "Yang Mulia melihatnya?"

Oreons mengangguk pelan. "Aku melihatnya." Tatapannya sedikit menyipit. Meski hanya sesaat. Ia juga merasakan sesuatu yang aneh dari titik tersebut. Bukan ancaman. Bukan pula energi biasa. Melainkan ledakan kekuatan yang muncul sangat singkat. Terlalu singkat. Namun cukup kuat untuk menarik perhatiannya.

Yllarxa kembali menatap langit. "Itu apa?"

Oreons terdiam beberapa saat. Kemudian menjawab. "Aku tidak tahu." Jawaban yang jarang keluar dari mulutnya. Biasanya. Oreons selalu memiliki jawaban. Namun kali ini tidak. Jaraknya terlalu jauh. Dan fenomenanya terlalu singkat.

Meski begitu. Ia memiliki dugaan. "Mungkin pertarungan," katanya.

"Pertarungan?"

Oreons mengangguk. "Ledakan energi seperti itu biasanya berasal dari benturan kekuatan besar."

Yllarxa kembali melihat ke arah titik yang kini telah kembali gelap. "Apakah perlu diselidiki?"

Oreons bersandar santai. "Tidak perlu." Jawabannya cepat. Baginya. Galaksi terlalu luas untuk mengejar setiap cahaya aneh yang muncul. Apalagi tanpa informasi yang jelas. Bisa jadi pertarungan. Bisa jadi fenomena alam. Bisa jadi sesuatu yang sama sekali berbeda.

"Terlalu jauh," lanjut Oreons. "Dan aku tidak tahu pasti apa itu."

Yllarxa mengangguk pelan. Masuk akal. Bahkan seorang Kaisar Galaksi tidak mungkin mengetahui semua yang terjadi di setiap sudut alam semesta.

Oreons kembali mengusap rambut Yllarxa. Perhatiannya perlahan meninggalkan titik cahaya tersebut.

More Chapters