Cherreads

Chapter 753 - Rhythm Armedeus

Langit Konstelasi Ursa Major berubah kelam. Bukan karena awan. Melainkan oleh ribuan kapal perang Kekaisaran yang memenuhi angkasa dari berbagai arah. Cahaya mesin pendorong mereka membentuk lautan sinar yang mengelilingi seluruh wilayah konstelasi. Suara sirene pertahanan terus bergema. Para prajurit Ursa Major telah bersiap di benteng-benteng pertahanan, sementara rakyat berlindung di tempat yang telah disiapkan.

Di kapal utama armada Kekaisaran... Seorang pria berjubah hitam dengan aura energi hijau berdiri santai di tepi geladak. Di bahunya bertumpu sebuah senjata besar dengan bilah yang ujungnya menyerupai kapak. Dialah... Rhythm Armedeus. Salah satu jenderal Kekaisaran.

Ia mengembuskan napas panjang. "Ah... Kenapa harus aku yang mendapat tugas seperti ini..." Ia menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal. Baginya, menaklukkan sebuah konstelasi jauh lebih melelahkan daripada tidur seharian.

Rhythm melirik ke arah para perwira di belakangnya. "Kita sudah sampai. Jangan menyerang tanpa perintahku."

Para perwira langsung memberi hormat. "Siap, Jenderal Rhythm!"

Rhythm mengangguk malas. Kemudian... Ia melompat dari kapal utama. Tubuhnya meluncur melewati udara sebelum mendarat dengan ringan di permukaan tanah Ursa Major. *Dum... * Tanah hanya bergetar pelan saat kedua kakinya menyentuh permukaan. Tak lama kemudian, puluhan hingga ratusan prajurit Kekaisaran turun menyusul dan membentuk barisan yang sangat rapi di belakangnya. Mereka berdiri tegak tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

---

Di kejauhan... Penduduk dan prajurit Ursa Major yang menyaksikan kedatangan itu spontan menundukkan kepala sebagai bentuk penghormatan. Bukan karena mereka tunduk kepada Kekaisaran. Melainkan karena mereka memahami satu kenyataan. Bersikap lancang di hadapan seorang jenderal Kekaisaran hanya akan mengundang kematian yang sia-sia.

Rhythm memperhatikan reaksi mereka. "Lumayan sopan. Setidaknya aku tidak perlu menghadapi orang-orang yang langsung menyerang." Ia kembali menggaruk kepalanya. Sebenarnya, sejak menerima perintah dari Oreons melalui Yllarxa, ia sudah memutuskan satu hal. Ia tidak ingin bertarung jika masih ada jalan lain.

"Aku hanya ingin bicara. Kalau bisa selesai tanpa menghunus senjata... Itu jauh lebih baik."

Tatapannya mengarah ke istana Ursa Major yang berdiri megah di kejauhan. "Ratu Callisto... Aku harap kau orang yang bijaksana. Kalau kau bersedia menerima kekuasaan Kekaisaran... Aku bisa pulang lebih cepat."

Rhythm bahkan membayangkan dirinya kembali bersantai setelah misi ini selesai. Namun senyum tipisnya perlahan memudar. "Tapi... Kalau kalian menolak..." Ia menggenggam senjatanya sedikit lebih erat. "...aku tetap harus menjalankan tugasku."

Nada suaranya tetap datar. Bukan dipenuhi amarah. Bukan pula semangat bertempur. Melainkan rasa enggan yang begitu jelas. Ia benar-benar malas menggunakan kekerasan. Sebagai seorang jenderal Kekaisaran, ia tidak memiliki kebebasan untuk mengabaikan perintah.

Rhythm menghela napas sekali lagi. "Semoga saja... semuanya selesai dengan damai."

Lalu, dengan langkah santai, ia mulai berjalan menuju istana Ursa Major. Di belakangnya, barisan prajurit Kekaisaran bergerak mengikuti dengan disiplin sempurna.

Sementara itu, dari kejauhan, benteng-benteng pertahanan Ursa Major mulai bersiap menyambut kedatangan sang jenderal.

More Chapters