Cherreads

Chapter 755 - Cahaya Merah Melawan Aura Naga

Ruang angkasa Konstelasi Draco kembali dipenuhi tekanan yang mencekam. Storm menarik napas panjang. Tatapannya tidak pernah lepas dari Zyron yang berdiri tenang beberapa ratus meter di hadapannya.

"Kalau begitu... Aku juga tidak akan menahan diri."

Storm mengangkat tangan kanannya. Seketika, lingkaran cahaya merah menyala muncul di belakang armor Skycrimson. Dari dalam lingkaran itu, puluhan bilah baja merah perlahan keluar. Bilah-bilah itu melayang mengelilingi tubuh Storm seperti kawanan burung pemangsa yang menunggu perintah.

"Blades Crimson." Suara Storm terdengar tegas. Seluruh bilah itu berputar semakin cepat hingga meninggalkan jejak cahaya merah di ruang angkasa.

Di sisi lain. Zyron memejamkan kedua matanya. Aura naga berwarna ungu perlahan menyelimuti seluruh tubuhnya. Tekanan yang dipancarkan semakin berat. Retakan-retakan kecil mulai muncul pada asteroid yang berada tidak jauh darinya hanya karena gelombang energinya.

Zyron membuka matanya. "Datanglah. Aku ingin melihat seberapa jauh kekuatanmu."

Tanpa menunggu lebih lama... Storm dan Zyron melesat bersamaan.

*Duaaar! *

Benturan pertama mengguncang ruang angkasa. Gelombang kejut menyebar ke segala arah, mendorong bongkahan-bongkahan batu kosmik menjauh dari medan pertempuran.

Blades Crimson langsung bergerak. Puluhan bilah baja merah melesat dari berbagai arah, menyerang Zyron tanpa memberi celah sedikit pun. Namun... Zyron bergerak dengan kecepatan luar biasa. Tubuhnya menghilang lalu muncul kembali beberapa kali. Setiap bilah yang mendekatinya berhasil dihindari hanya dengan gerakan sekecil mungkin.

"Kendali yang bagus," puji Zyron. "Tapi masih kurang."

Storm tidak menjawab. Ia kembali mengangkat tangannya. Cahaya merah berkumpul di telapak tangannya. Perlahan terbentuk sebuah pedang besar dengan ukiran hitam kemerahan. "Pedang Asura." Storm menggenggamnya erat. Tanpa ragu ia kembali menerjang.

Zyron menyeringai. Pedang miliknya yang bergagang menyerupai kapak langsung diayunkan.

*Claaang! *

Kedua senjata bertemu. Percikan energi merah dan ungu memenuhi ruang angkasa. Storm terus menekan. Zyron membalas dengan kekuatan yang sama besarnya. Setiap ayunan pedang menghasilkan ledakan cahaya yang menerangi sebagian wilayah Draco.

Pertarungan semakin sengit. Storm memanfaatkan Blades Crimson untuk menyerang dari segala arah. Sementara itu, Pedang Asura terus beradu dengan senjata Zyron dalam duel jarak dekat. Sesekali Zyron harus memutar tubuhnya untuk menghindari bilah-bilah merah yang mencoba menusuk dari belakang. Tetapi setiap kali ia berhasil menghindar... Storm sudah berada di depannya dengan tebasan berikutnya.

---

Di kejauhan, Ginga Stars terus mengamati.

Arabels hanya bisa menahan napas. "Mereka... sangat cepat..." Bahkan dengan bantuan sistem pemindaian Ginga Stars, gerakan keduanya mulai sulit diikuti.

Proxi memperbesar tampilan layar berkali-kali. "Kecepatan mereka terus meningkat. Jika terus seperti ini... Sistem penguncian target Ginga Stars akan kehilangan akurasi."

Di luar sana. Storm dan Zyron terus berpindah tempat. Dari kejauhan, mereka tidak lagi terlihat sebagai dua sosok manusia. Yang tampak hanyalah dua cahaya. Satu berwarna merah menyala. Satu lagi berwarna ungu gelap. Kedua cahaya itu terus bertabrakan, berpisah, lalu kembali beradu dalam kecepatan yang luar biasa. Dentuman demi dentuman mengguncang ruang angkasa Draco.

More Chapters