Di balik helm Skycrimson, Storm mengatur napasnya. Suara mesin pendingin di dalam armor berdengung pelan, sementara berbagai data pertempuran terus memenuhi layar di hadapannya. Garis-garis analisis memperlihatkan satu kesimpulan yang sama. Zyron tidak bisa dikalahkan dengan serangan biasa. Setiap serangan yang dilepaskan Storm selalu mampu dihadapi oleh pejuang naga itu dengan ketenangan yang nyaris sempurna.
Storm mengepalkan tangannya. "Aku akan mulai serius."
Ia menutup kedua matanya sesaat. Energi merah yang mengalir di seluruh Skycrimson mulai meningkat drastis. Panel-panel armor memancarkan cahaya merah tua, disusul suara mekanisme logam yang saling bergeser.
"Armor Mode... Ashura."
*Bzzzztt...! *
Seluruh tubuh Skycrimson bergetar. Bagian belakang armor perlahan terbuka, lalu enam lingkaran energi merah bermunculan secara bersamaan. Dari masing-masing lingkaran itu, lengan-lengan armor tambahan keluar perlahan. Satu. Dua. Tiga. Empat. Lima. Enam.
Kini Storm berdiri dengan enam lengan mekanis yang tersusun simetris di belakang tubuhnya. Setiap tangan menggenggam energi merah yang terus berdenyut, memberikan kesan seorang dewa perang sedang menatap lawannya. Tekanan energi Skycrimson meningkat berkali-kali lipat.
Di dalam Ginga Stars, alarm kembali berbunyi. *"Bip! Bip! Bip!" *
Arabels membelalakkan mata. "Kekuatan Storm... meningkat lagi?"
Proxi mengangguk pelan. "Mode tempur baru telah diaktifkan. Output energi meningkat secara signifikan. Analisis ulang sedang dilakukan."
---
Di medan pertempuran...
Storm mengangkat Pedang Ashura. Cahaya merah menyelimuti bilah pedang itu. Perlahan ukurannya mulai membesar. Semakin besar. Semakin panjang. Hingga akhirnya berubah menjadi pedang raksasa yang ukurannya hampir menyamai sebuah bintang kecil. Bilah merah itu memancarkan cahaya yang menerangi sebagian besar wilayah Konstelasi Draco. Setiap denyutan energinya membuat ruang di sekitarnya bergetar.
Zyron memandang pedang raksasa itu tanpa sedikit pun rasa takut. Sebaliknya... Senyumnya justru semakin lebar. "Hahaha... Luar biasa. Sudah lama aku tidak melihat makhluk lemah dengan kekuatan seunik ini." Matanya yang menyerupai naga bersinar terang. "Datanglah, Makhluk lemah di galaksi ini! Buat pertarungan ini semakin menarik!"
Tanpa menunggu lebih lama, Zyron menerjang ke depan. Aura naga ungu menyelimuti seluruh tubuhnya. Energi itu terus memadat hingga membentuk lapisan pelindung yang menyerupai sisik naga raksasa.
Storm mengangkat Pedang Ashura setinggi mungkin. Lalu mengayunkannya. "Haaah!!"
Pedang raksasa itu membelah ruang angkasa dengan tekanan yang mengerikan. Jalur tebasannya meninggalkan retakan cahaya merah yang membentang ribuan kilometer. Akan tetapi... Zyron tidak menghindar. Ia mengangkat kedua tangannya. Aura naga kuno meledak keluar dari tubuhnya. "Dragon Aura!"
*DUUUAAARRR!! *
Pedang Ashura bertabrakan langsung dengan aura naga Zyron. Untuk sesaat... Pedang raksasa itu benar-benar tertahan. Gelombang energi merah dan ungu saling menekan tanpa ada yang mau mengalah. Tekanan yang dihasilkan begitu besar hingga ruang hampa di sekitar mereka tampak beriak seperti permukaan air. Retakan-retakan cahaya mulai muncul di antara lautan bintang. Asteroid yang berada jutaan kilometer dari lokasi pertempuran ikut hancur hanya karena sisa tekanan benturan itu.
Ruang hampa yang seharusnya sunyi kini dipenuhi semburat merah, ungu, dan putih. Ledakan demi ledakan energi menghiasi kegelapan kosmos seperti ribuan bunga api yang bermekaran. Cahaya-cahaya itu membelah lautan bintang, menciptakan pemandangan yang megah sekaligus mengerikan.
Storm terus menekan dengan seluruh kekuatannya. Enam lengan tambahan pada Armor Mode Ashura menyalurkan energi ke Pedang Ashura, membuat tekanannya semakin besar. Di sisi lain, Zyron meraung pelan. Aura naga di sekelilingnya berubah semakin pekat. Urat-urat energi ungu menjalar di lengannya saat ia menahan bilah raksasa itu hanya dengan kekuatan auranya.
"Hahaha...!" Zyron tertawa di tengah benturan dahsyat tersebut. "Begini seharusnya pertarungan! Teruslah mencoba mengalahkanku, Manusia!"
Storm tidak menjawab. Tatapannya tetap tajam dari balik visor merah Skycrimson. Ia tahu... Bahkan setelah mengaktifkan Armor Mode Ashura, Zyron masih mampu menahan serangan itu tanpa berubah ke wujud naga sejatinya.
