Cherreads

Chapter 776 - Bayangan Masa Lalu

Di dalam Nexus S-4473, seluruh anggota X.A.R.A masih berusaha menebak identitas ribuan cahaya yang memenuhi Konstelasi Draco. Tidak satu pun dari mereka mengenali fenomena itu.

Keadaan yang berbeda justru terjadi di kapal utama Pemberontak Tartanos. Tyrannons yang sejak tadi duduk tenang tiba-tiba bangkit dari tempatnya. Wajahnya berubah serius. Tanpa ragu, ia meraih pedang panjang yang selalu berada di sisinya. Gerakan itu langsung menarik perhatian Rea dan Astralon.

Rea mengernyit. "Tyrannons?" Astralon juga menatapnya dengan heran. "Kau mengenali mereka?"

Tyrannons tidak langsung menjawab. Tatapannya tetap tertuju pada ribuan cahaya yang semakin jelas di luar jendela kapal. Beberapa saat kemudian, ia berkata dengan suara pelan. "...Aku mengenalnya."

Rea dan Astralon saling berpandangan. "Apa maksudmu?"

Tyrannons menggenggam gagang pedangnya lebih erat. "Aura itu. Aku pernah merasakannya berkali-kali. Itu adalah aura salah satu dari Tiga Belas Jenderal Utama Kekaisaran."

Ucapan itu membuat suasana ruang komando mendadak hening. "Apa?" Astralon langsung berdiri tegak. Rea pun membelalakkan matanya. "Itu tidak mungkin... Kita bahkan belum memulai operasi melawan kekaisaran. Mengapa mereka sudah menemukan kita?"

Astralon segera mengaktifkan layar taktis. Jika benar seorang jenderal utama datang... Maka seluruh armada pemberontak berada dalam bahaya. Namun Tyrannons menggeleng pelan. "Hentikan. Aku tidak yakin mereka datang untuk memburu kita."

Rea menatapnya. "Lalu untuk apa dia kemari?"

Tyrannons mengembuskan napas panjang. "Seorang jenderal utama tidak akan mengerahkan kekuatan sebesar itu hanya untuk mengejar kita. Kalau tujuannya memang menangkap kita... Mereka pasti sudah menyerang sejak pertama kali tiba." Ia terus memperhatikan lautan cahaya yang semakin mendekat. "Ada tujuan lain. Dan kita belum mengetahuinya."

Rea perlahan menenangkan dirinya. Meski begitu, ia tetap memberi isyarat kepada seluruh armada Cepheus untuk meningkatkan kewaspadaan. Astralon melakukan hal yang sama kepada Armada Orion. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi setelah sosok di balik cahaya itu muncul.

---

Sementara itu... Tyrannons tetap berdiri tanpa mengalihkan pandangannya. Semakin lama ia memandang cahaya-cahaya itu... Semakin banyak kenangan yang kembali memenuhi pikirannya. Ia teringat masa kecilnya di Urco Tastarius. Saat masih menjadi putra mahkota Kekaisaran Galaksi. Saat berjalan di lorong-lorong istana dengan pakaian kebesaran kerajaan. Setiap kali para jenderal utama berpapasan dengannya... Mereka selalu membungkukkan badan sebagai bentuk penghormatan kepada pewaris takhta. Saat itu... Ia percaya bahwa suatu hari nanti dirinya akan memimpin kekaisaran.

Namun semuanya telah berubah. Kini... Ia bukan lagi pangeran. Ia adalah pemimpin pemberontakan yang paling dicari oleh Kekaisaran Galaksi. Orang-orang yang dahulu menghormatinya... Mungkin kini akan menghunus pedang untuk menangkapnya.

Tyrannons menatap cahaya yang semakin mendekat. Sorot matanya tetap teguh. "Mungkin... Takdir akhirnya mempertemukan kami lagi. Tetapi kali ini... Bukan sebagai keluarga Kekaisaran. Melainkan sebagai pihak yang saling berseberangan."

Di luar sana, ribuan cahaya mulai memperlihatkan bentuk aslinya.

More Chapters