Cherreads

Chapter 879 - Armada yang Bersatu

Di dalam aula utama Istana Urco Tastarius...

Suasana masih terasa berat.

Tyrannos berdiri di tengah aula.

Tatapannya tenang.

Di hadapannya, Oreons duduk di atas singgasana Kekaisaran.

Yllarxa berdiri di sampingnya dengan ekspresi penuh perhatian.

Tidak jauh dari sana, Rangers memperhatikan Tyrannos dalam diam.

Tangannya masih berada dekat dengan gagang pedangnya.

Bukan karena ia ingin menyerang.

Namun karena ia ingin mengetahui keputusan pangeran tersebut.

Tyrannos mengangkat wajah.

Ia memandang Oreons.

Kemudian Yllarxa.

Lalu Rangers.

Satu per satu.

Seolah memastikan bahwa semua orang mendengar perkataannya.

Akhirnya...

Tyrannos berbicara.

"Aku sudah mengambil keputusan."

Aula menjadi semakin sunyi.

"Aku tidak akan memberontak lagi."

Beberapa prajurit saling memandang.

Tyrannos melanjutkan.

"Mulai hari ini, Tartanos tidak lagi menjadi armada pemberontak."

Ia berhenti sejenak.

"Armada Tartanos akan menjadi bagian dari Kekaisaran Galaksi."

Hening.

Tidak ada yang langsung bereaksi.

Bahkan suara langkah kaki para prajurit pun tidak terdengar.

Di belakang Tyrannos...

Rea membeku.

Matanya menatap punggung Tyrannos.

"Tyrannos..."

Ia tidak menyangka keputusan itu akan benar-benar diambil.

Di sampingnya, Astralon mengepalkan tangan.

Wajahnya tetap tenang.

Namun di dalam pikirannya, kemarahan mulai membesar.

Konstelasi Orion sudah mengerahkan begitu banyak armada demi Tartanos.

Begitu banyak kapal telah mempertaruhkan segalanya...

Dan sekarang semuanya berakhir seperti ini?

Astralon menarik napas panjang.

Ia ingin membantah.

Ingin mengatakan bahwa mereka tidak boleh menyerah.

Namun pikirannya segera menghentikannya.

Tidak.

Jangan gegabah.

Ia mengetahui kekuatan Kekaisaran.

Menentang Urco Tastarius bukan perkara sederhana.

Bahkan jika seluruh armada Orion dikerahkan...

Menantang Kekaisaran secara langsung sama saja dengan membawa seluruh konstelasinya menuju kehancuran.

Astralon akhirnya menahan amarahnya.

Tenang.

Ini keputusan Tyrannos.

Ia menatap punggung pangeran tersebut.

Dan mungkin... dia memiliki alasan sendiri.

Oreons masih terdiam.

Kemudian perlahan...

Senyum muncul di wajahnya.

Ia berdiri dari singgasana.

"Tyrannos."

Tyrannos menatap ayahnya.

Oreons turun satu anak tangga dari singgasana.

"Selamat datang kembali."

Tyrannos tidak mengatakan apa-apa.

Oreons tersenyum lebih lebar.

"Kau telah mengambil keputusan yang benar."

Ia kemudian memandang seluruh aula.

"Mulai hari ini, Tartanos bukan lagi musuh Kekaisaran."

Suara Oreons menggema.

"Mereka adalah bagian dari kekuatan kita."

Para prajurit Kekaisaran langsung menegakkan tubuh.

Oreons kembali menatap Tyrannos.

"Dan kau..."

Ia tersenyum bangga.

"...akan menjadi salah satu penguasa galaksi di masa depan."

Tyrannos hanya diam.

Namun kali ini, ekspresinya tidak menunjukkan penolakan.

Yllarxa tersenyum kecil.

Ia sudah lama berharap Tyrannos berhenti mempertaruhkan dirinya dalam perang tanpa akhir.

"Selamat datang kembali, Tyrannos."

Tyrannos menoleh kepadanya.

"Terima kasih."

Rangers masih berdiri di tempatnya.

Tangannya perlahan menjauh dari gagang pedangnya.

Ia mengembuskan napas.

"Kalau begitu..."

Tatapannya menjadi lebih tenang.

"...tidak ada alasan bagiku untuk menghunus pedang."

Ia memandang Tyrannos.

"Mulai hari ini, kau bukan lagi musuh Kekaisaran."

Tyrannos mengangguk.

"Begitu juga dengan Tartanos."

Rangers tersenyum tipis.

"Kalau begitu, kita memiliki tujuan yang sama."

Pedangnya tetap berada di dalam sarung.

Tidak ada pertarungan.

Tidak ada perang.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama...

Tyrannos berdiri di aula Kekaisaran bukan sebagai pemberontak.

Melainkan sebagai bagian dari Kekaisaran itu sendiri.

Rea masih memperhatikan Tyrannos.

Ada perasaan campur aduk di dalam dirinya.

Tartanos telah menjadi bagian dari Kekaisaran.

Berarti perjalanan panjang mereka sebagai armada pemberontak telah berakhir.

Namun Rea tahu...

Mereka tidak benar-benar kehilangan tujuan.

Mereka hanya memilih jalan baru.

Astralon akhirnya mengembuskan napas panjang.

"Semoga keputusanmu benar, Tyrannos."

Tyrannos mendengar perkataan itu.

Ia tidak menoleh.

Namun jawabannya terdengar jelas.

"Aku juga berharap begitu."

Di luar Istana Urco Tastarius...

Ribuan kapal Tartanos masih berada di orbit.

Namun sekarang mereka tidak lagi berdiri sebagai armada pemberontak.

Lambang mereka masih ada.

Kapal-kapal mereka masih sama.

Para prajurit mereka masih berada di dalamnya.

Hanya satu hal yang berubah.

Tujuan mereka.

Mereka kini menjadi bagian dari Kekaisaran.

Dan perubahan itu membuat keseimbangan kekuatan galaksi berubah secara drastis.

Sebelumnya...

Kekaisaran Urco Tastarius memiliki armada yang sangat besar.

X.A.R.A. juga bersedia membantu ketika ancaman besar muncul.

Namun sekarang...

Tartanos ikut bergabung.

Armada pemberontak yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu kekuatan terbesar di galaksi kini berada di bawah satu bendera.

Kekaisaran mendapatkan tambahan kekuatan yang luar biasa.

Dan di tengah ancaman yang jauh lebih besar...

Ancaman yang bahkan berasal dari luar batas satu galaksi...

Kekuatan seperti ini mungkin sangat diperlukan.

Oreons menatap ke arah jendela besar istana.

Di luar sana, armada Tartanos terlihat berdampingan dengan kapal-kapal Kekaisaran.

"Jika ancaman yang datang memang sebesar yang dikatakan Xyros..."

Oreons tersenyum tipis.

"...maka galaksi ini harus bersatu."

Namun tidak seorang pun di aula mengetahui...

Bahwa jauh di luar sana...

Di balik batas alam semesta yang mereka kenal...

sebuah ancaman sedang bergerak menuju mereka.

Dan kali ini...

Mereka tidak hanya akan menghadapi musuh dari satu planet.

Bukan dari satu galaksi.

Melainkan seseorang yang dapat melintasi multiverse.

More Chapters